Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Jakarta-Doha, Harga Tiket Mulai Rp7 Juta

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan mengoperasikan penerbangan pulang pergi rute Jakarta-Doha pada 4 April 2024. Pembukaan rute penerbangan baru ini merupakan bagian dari upaya memperkuat strategi pengembangan jaringan, melalui internasionalisasi. maskapai penerbangan yang mempunyai kemampuan memperkenalkan lalu lintas ke Indonesia.

Pengoperasian maskapai ini juga telah diubah menjadi kemitraan codeshare yang sedang ditinjau dengan Qatar Airways, di mana tiket penerbangan sudah bisa diperoleh mulai Selasa (6/2/2024). Melalui situs resmi Garuda Indonesia, Rabu (7/2/2024), harga tiket pesawat Garuda Indonesia Jakarta-Doha untuk keberangkatan 4 April 2024 harga sekali jalan mulai Rp 7 jutaan.

Direktur GIAA Irpaniyaputra mengatakan, rute Jakarta-Doha akan dilayani satu kali sehari dengan menggunakan armada B777-300ER yang mampu mengangkut 393 penumpang dengan konfigurasi 26 kursi kelas bisnis dan 367 kursi kelas ekonomi.

Penerbangan langsung menuju Doha akan dilayani oleh GA 900 yang berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 18.20 WIB dan tiba di Bandara Internasional Hamad pada pukul 23.00 LT. Sedangkan penerbangan menuju Jakarta akan diberangkatkan dengan penerbangan GA 901 dari Bandara Internasional Hamad pada pukul 02.25 LT dan akan tiba di Bandara Internasional Sukarno Hatta pada pukul 15.00 WIB.

Kehadiran Doha di jaringan maskapai internasional kami merupakan bagian dari misi berkelanjutan kami untuk memberikan pilihan rute penerbangan yang lebih beragam kepada pengguna jasa, kata Irfan dalam keterangan resmi, Rabu (7/2/2024).

Irfan melanjutkan, peluncuran rute penerbangan Jakarta-Doha juga mewakili eratnya hubungan Indonesia dan Qatar dan bertujuan untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, serta mendorong pertumbuhan sektor penerbangan dan pariwisata, termasuk meningkatkan arus bisnis. dan hubungan komersial antara negara-negara tersebut.

Penerbangan ini seiring dengan tingginya permintaan penerbangan langsung antara Jakarta dan Doha, dan diharapkan tidak hanya memberikan keistimewaan yang lebih luas bagi penumpang GIAA untuk menikmati jaringan penerbangan Qatar Airways ke lebih dari 170 destinasi di berbagai tempat. dunia, termasuk Eropa, Amerika dan Afrika.

Namun juga memberikan kemudahan aksesibilitas bagi penumpang Qatar Airways untuk menjelajahi keindahan eksotis berbagai tempat di Indonesia, tambah Irfan.

Lebih lanjut Irfan menjelaskan, terdapat hubungan komersial, pariwisata, dan budaya yang kuat antara Indonesia dan Qatar. Ia berharap dengan adanya penerbangan ini semakin meningkatkan hubungan kedua negara sekaligus memberikan kemudahan mendatangkan wisatawan dari Qatar ke Indonesia yang saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

China Dikecam, Ubah Rute Penerbangan Sepihak Membahayakan Asia Pasifik

JAKARTA — Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok secara sepihak membatalkan kontrak Palang Merah 2015 untuk tiga penerbangan M503, W122, dan W123. Langkah ini tidak hanya melanggar aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), tetapi juga berdampak serius terhadap keamanan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik serta perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan dan melemahkan landasan keimanan dan kepercayaan. Di Selat Taiwan.

Laporan Kantor Pengawasan dan Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia menyatakan: “Kami mengutuk keras tindakan Tiongkok yang tidak bertanggung jawab dan Kami menyerukan kepada Indonesia dan komunitas internasional untuk bersama-sama meminta Tiongkok segera memulai negosiasi dengan Taiwan mengenai kasus ini.” Berita Minggu pada hari Rabu. (2 Juli 2024).

Laporan Panduan Perencanaan ICAO menyatakan bahwa setiap perubahan pada jaringan penerbangan harus dikoordinasikan dengan semua wilayah data penerbangan yang berdekatan. Zona Informasi Udara Taipei berdekatan dengan landasan pacu M503. Namun, Tiongkok pertama kali mengumumkan perubahan pada jaringan penerbangan tanpa berkonsultasi dengan Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan, yang merupakan satu-satunya otoritas yang bertanggung jawab atas Wilayah Informasi Penerbangan Taipei.

“Ini merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan ICAO dan menunjukkan sifat otoriter Tiongkok yang tidak bertanggung jawab.”

Taiwan dan Indonesia memiliki kerja sama dan pertukaran yang erat. Sekitar 400.000 warga Indonesia saat ini tinggal, belajar dan bekerja di Taiwan. Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan erat kaitannya dengan kepentingan ekonomi dan komersial utama Indonesia serta perlindungan WNI.

Pengumuman sepihak Tiongkok mengenai perubahan dan pembukaan jalur udara merupakan pelanggaran peraturan ICAO dan merugikan perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan dan kawasan, serta keamanan masyarakat. TETO menyerukan kepada industri, pemerintah, akademisi, penelitian, dan media di Indonesia untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini dan bersama-sama mendesak Tiongkok untuk bernegosiasi dengan Taiwan guna mengelola potensi risiko penerbangan.