‘Jadwal Piket Organ Tubuh’ Asalnya dari Pengobatan China, Ini Penjelasannya

Jakarta –

Dulu, viralnya “jam piket” organ tubuh menentukan jadwal kerja organ tersebut pada pagi, siang, dan malam hari. Jam piket organ tampaknya didasarkan pada pengobatan tradisional Tiongkok.

Body Clock, dikutip oleh Healthline berakar pada pengobatan tradisional Tiongkok, didasarkan pada gagasan bahwa energi seseorang dan organ-organ tertentu berada pada puncaknya ketika berada pada puncaknya. Setiap organ dalam tubuh mempunyai puncak yang berbeda-beda.

Misalnya, paru-paru berada pada kondisi puncaknya setiap hari antara jam 3 pagi dan 5 pagi.

Untuk memahami jam tubuh dalam pengobatan Tiongkok, Anda harus terlebih dahulu memahami konsep qi. Sederhananya, qi adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan energi dalam pengobatan Tiongkok. Qi terdiri dari energi dalam segala hal. Misalnya bumi mempunyai gas, dan tubuh juga mempunyai pikiran dan emosi.

Penting juga untuk dipahami bahwa gas selalu berubah. Itu terus berubah ketika bergerak di dalam tubuh atau antara orang dan benda.

Dalam pengobatan Tiongkok, jam tubuh didasarkan pada konsep qi. Dalam periode 24 jam, gas diperkirakan bergerak melalui seluruh sistem organ dengan interval 2 jam. Dipercaya bahwa ketika seseorang tidur, qi ditarik ke dalam untuk memulihkan tubuh sepenuhnya.

Interval 2 jam yang paling penting adalah antara 1 dan 3 jam, dan diyakini bahwa hati membersihkan darah. Selama waktu ini, tubuh mulai menyiapkan gas untuk keluar dari tubuh lagi.

Dengan menganut konsep jam tubuh Tiongkok, diyakini bahwa organ dan kapasitas fungsional tubuh dapat dioptimalkan ketika berada pada puncaknya.

Misalnya, menurut jam tubuh Tiongkok, paru-paru berada pada puncaknya antara jam 3 dan 5 pagi. Saat ini, bangun pagi untuk berolahraga akan membantu meningkatkan kapasitas organ tersebut.

Apakah itu valid atau tidak?

Perlu dicatat bahwa hanya ada sedikit penelitian ilmiah mengenai keakuratan jam tubuh Tiongkok, dan apakah menentukan interval 2 jam ini dapat membantu meningkatkan konsumsi organ.

Namun bukan berarti tubuh kehilangan jam internalnya. Ada banyak penelitian yang mendukung anggapan bahwa tubuh manusia memiliki jam biologis yang memengaruhi segala hal mulai dari tidur hingga performa atletik.

Tubuh memiliki ritme sirkadian yang membantu mengatur suhu tubuh, pola makan, kebiasaan pencernaan, dan fungsi tubuh lainnya.

Tonton video “Air Bayam Bikin Ngantuk Mitos atau Fakta”.

(diatas)