Video AI Jadi Realistis, Google Hadirkan Fitur Lumiere

CUPERTINO – Lumiere, fitur siaran spasial yang dikembangkan oleh Google AI, semakin mendekatkan kita pada video nyata yang kompatibel dengan kecerdasan buatan.

BACA JUGA – Galaxy AI Hadir pada 2024, Jadi Desain Smartphone Pertama dengan Kecerdasan Buatan Generatif

Berbeda dengan model text-to-video lainnya yang menghasilkan video frame demi frame, Lumiere dapat memproduksi video dalam satu product pass, sehingga menghasilkan gerakan yang halus dan alami.

Seperti dilansir The Verge, berikut beberapa fitur utama Lumiere yang membuatnya begitu mengesankan:

Realisme: Video yang dihasilkan oleh Lumiere sangat realistis, dengan animasi yang detail dan natural. Hal ini berkat arsitektur U-Net real-time barunya, yang memungkinkan model mempelajari dan memberikan representasi 3D dunia yang lebih baik.

Koherensi: Video Lumiere tidak hanya bersifat fisik tetapi juga koheren. Artinya semuanya berjalan lancar dan teratur, dan tidak ada artefak atau lompatan yang aneh. Hal ini berkat kemampuan model untuk memprediksi bagaimana sesuatu akan berpindah dari satu frame ke frame lainnya.

Aspek: Lumiere dapat menghasilkan video dari berbagai format, termasuk video langsung, animasi, animasi, dan bahkan grafik. Hal ini berkat kemampuan model untuk beradaptasi dengan berbagai jenis masukan teks.

Meski Lumiere masih dalam tahap penelitian, namun potensinya sangat besar. Model ini dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, seperti pembuatan film, desain game, dan bahkan pendidikan.

Misalnya Lumiere dapat digunakan untuk membuat video latihan yang realistis dan menghibur atau untuk membuat permainan dengan suasana yang dinamis dan tenang.

Secara keseluruhan, Lumiere merupakan langkah maju yang besar dalam bidang video AI. Produk ini semakin mendekatkan kita pada AI video yang realistis, terukur, dan akurat.

Microsoft Ingin Beri Pelatihan AI untuk 300.000 Murid SMK di Indonesia

JAKARTA – Kebangkitan kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara menjadi kekuatan besar. Di Indonesia, AI diperkirakan akan menyumbang sekitar $1 triliun terhadap PDB Asia Tenggara pada tahun 2030.

Menyadari pentingnya peran AI, Microsoft dan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) meluncurkan program AI Teach for Indonesia.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lanskap pendidikan kejuruan di Indonesia dengan memberikan pelatihan AI kepada 5.000 guru sekolah kejuruan.

Dengan menggunakan Microsoft AI Trainer Toolkit, program ini memungkinkan pendidik mengajarkan konsep AI secara efektif dan memperkenalkan siswa pada dasar AI kreatif dari Microsoft dan LinkedIn.

Harapannya, program ini dapat membekali siswa dengan keterampilan AI yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik. Ini juga mencakup kemampuan menyelesaikan kursus dan memperoleh sertifikasi.

Dimulai dari para guru Bekerja sama dengan organisasi nirlaba lokal, organisasi buruh dan pemerintah, AI Teach for Indonesia memulai dengan memberikan pelatihan (train-the-trainer) kepada 5.000 guru sekolah kejuruan.

Guru kemudian akan melatih 300.000 siswa sekolah kejuruan dan membimbing setidaknya 60.000 siswa untuk mendapatkan sertifikasi.

“Plan Indonesia ingin memastikan bahwa setiap orang dapat menguasai kecerdasan buatan (AI), termasuk guru dan siswa di sekolah kejuruan, terutama mereka yang berasal dari keluarga rentan,” kata Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia.

Sementara itu, Presiden dan CEO Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir mengatakan program ini diharapkan dapat menutup kesenjangan talenta dan menciptakan nilai ekonomi baru berbasis AI.