Chery Optimistis Mobil Listrik Omoda E5 Laku 1.000 Unit per Bulan

Iklan Pos , Jakarta – PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengungkapkan surat pemesanan kendaraan (SPK) mobil listrik Omoda E5 sudah mencapai 500 unit. Mobilnya sendiri akan resmi diluncurkan pada 5 Februari mendatang.

“Kami yakin bisa melampaui penjualan 1.000 unit mobil Chery setiap bulannya,” kata Asisten Presiden Direktur PT CSI Zheng Shu seperti dilansir situs berita Antara hari ini, Kamis, 1 Februari 2024.

Berbicara soal spesifikasi, Omoda E5 dibekali mesin permanen Magent Synchronous dengan baterai berkapasitas 61 kWh yang menghasilkan tenaga 204 hp dan torsi maksimal 340 Nm. Mobil listrik tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 430 km dalam sekali pengisian daya.

SUV listrik ini membutuhkan waktu 35 menit untuk mengisi baterai 30 hingga 80 persen menggunakan fast charging. Mobil listrik tersebut mampu menempuh jarak hingga 450 km dalam sekali pengisian daya.

Mobil listrik tersebut mendapat desain fasia muka X dengan lampu depan LED dan DRL serta velg berukuran 18 inci. Berikutnya ada sunroof elektrik di atap dan spoiler belakang serta lampu belakang LED dinamis.

Masuk ke interior, Omoda 5 EV mengusung layar melengkung berukuran 24,6 inci. Selain itu, banyak teknologi canggih yang dibenamkan seperti vehicle to load, chip Qualcomm 8155, dan sistem monitor pengemudi.

Kendaraan listrik ini juga dilengkapi dengan banyak fitur keselamatan seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Automatic Electric Braking (AEB), Lane Departure Prevention (LDP), Emergency Lane Keeping (ELK), Lane Departure Warning (LDW), dan Forward The Koalisi. Peringatan (FCW). ).

Harga Omoda E5 belum diumumkan secara resmi, namun diperkirakan dibanderol antara Rp500 hingga Rp550 jutaan.

Dicky DI TENGAH

Pilihan Redaksi: Mobil Listrik Chery Omuda E5 Bakal Dirilis Awal Februari, Berapa Harganya?

Ingin berbicara dengan editor tentang artikel di atas? Bergabunglah dengan kami di member.Iklan Pos/community, pilih grup GoOto.

EKSEKUTIF HARIAN (Plh) Gubernur Jawa Timur Adhi Keriono berangkat ke TPS di Surabaya menggunakan mobil listrik. Baca selengkapnya

Ethiopia menjadi negara pertama di Afrika Timur yang melarang kendaraan bermesin pembakaran internal dan hanya mengizinkan kendaraan listrik. Baca selengkapnya

Mengutip tiga video teaser yang diunggah Wuling Motors Indonesia, Tempo berspekulasi kendaraan baru tersebut adalah Wuling Cloud EV. Baca selengkapnya

Mercedes-Benz akan mengubah desain mobil listriknya yang diberi nama EQ karena kritik pelanggan. Baca selengkapnya di sini: Baca selengkapnya

PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengungkapkan akan memboyong mobil baru yang akan debut di IIMS 2024. Apakah itu benar-benar Tiggo 5X? Baca selengkapnya

Pameran IIMS 2024 akan digelar pada 15-25 Februari di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Berikut daftar mobil baru yang akan diluncurkan di sana: Baca Selengkapnya

Hyundai dikabarkan sedang mengembangkan truk pikap listrik bernama Ioniq dan diprediksi akan dirilis tahun depan. Baca selengkapnya

Dibandingkan Desember 2023, penjualan mobil Tiongkok turun 22,7% pada Januari 2024. Baca selengkapnya

Jaguar Land Rover (JLR) akan memperlambat pengenalan kendaraan listrik di tahun-tahun mendatang, karena fokus pada model PHEV. Baca selengkapnya

Chery Sales Indonesia mengklaim pesanan mobil listrik Omoda E5 meningkat signifikan. Simak informasi lengkapnya di artikel ini: Baca selengkapnya

BYD Hadir di Indonesia, Langsung Rilis 3 Mobil Listrik

Iklan Pos, Jakarta – Produsen mobil asal China BYD (Build your dream) resmi hadir di pasar mobil Indonesia. Sebagai tanda kehadirannya, BYD langsung meluncurkan tiga mobil listrik, yakni BYD Atto 3, BYD Dolphin, dan BYD Seal.

“Hari ini adalah saat yang menyenangkan bagi BYD, karena pelanggan Indonesia secara resmi dapat ditawari pilihan kendaraan energi baru yang inovatif dan memiliki manfaat berkelanjutan,” kata General Manager BYD Asia Pasifik Liu Xueliang dalam acara hari ini, Rabu. . ., 18 Maret 2024.

Dari segi spesifikasi, BYD Atto 3 dibekali baterai BYD Blade Battey (LFP) berkapasitas 49,92 kWh dan 60,48 kWh, serta mampu menempuh jarak 410 km dan 480 km. Mobil listrik ini berhak mencatatkan efisiensi energi sebesar 14,9 kWh per 100 kilometer.

Atto 3 dibekali motor sinkron magnet permanen yang mampu menghasilkan tenaga 140 kW atau setara 201 hp dengan torsi 310 Nm. Akselerasi 0 hingga 100 km/jam mampu dilakukan dalam 7,3 detik.

Toh, BYD Dolphin juga dilengkapi dengan baterai BYD Blade Battey (LFP). Ada dua varian dengan jangkauan berbeda yaitu Premium Premium dengan jarak 490 km dan Dynamic Range yang menawarkan 410 km.

Pola lumba-lumba mirip dengan gerakan dinamis lumba-lumba yang muncul dari lautan. Kabinnya dilengkapi dengan layar sentuh tengah berukuran 12,8 inci yang dapat diputar secara vertikal dan horizontal, serta sunroof panoramik berukuran besar.

Setelah itu BYD Seal memiliki baterai yang sama yaitu baterai BYD Blade Battey (LFP). Sedan listrik ini hadir dalam tiga varian dengan jangkauan berbeda yakni varian Dynamic dengan jarak tempuh 510 km, varian Premium dengan jarak tempuh 650 km, dan varian Performance dengan jarak tempuh 580 km.

Yang terakhir ini mencakup dua jenis sistem mengemudi, yaitu empat pengemudi untuk status pekerjaan dan dua pengemudi untuk status ekonomi. Akselerasi 0 hingga 100 km/jam mampu dilakukan dalam waktu 3,8 detik, dan pengisian baterai didukung kecepatan pengisian hingga 150 kW.

Dari segi tampilan, BYD Seal memiliki dua lampu depan dan lampu belakang yang disusun dalam satu titik matriks dan tersebar di bagian belakang. Kabinnya dilengkapi layar sentuh berukuran 15,6 inci dengan fungsi rotasi serta dilengkapi Intelligent Cockpit System BYD dan Windshield Head Up Display (W-HUD).

Pilihan Redaksi: Selain Gran Max, Simak 2 Mobil Daihatsu yang Dicabut Izinnya

Ingin mendiskusikan artikel di atas dengan editor? Yuk gabung di member.Iklan Pos/communitas, pilih grup GoOto

BYD diprediksi akan menghadirkan mobil MPV kelas atas dengan desain sangat mewah di IIMS 2024, yakni Denza D9. Baca selengkapnya

Merujuk tiga video teaser yang dirilis Wuling Motors Indonesia, Tempo berspekulasi mobil barunya tersebut adalah Wuling Cloud EV. Baca selengkapnya

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 akan digelar pada 15-25 Februari di JIEexpo Kemayoran, Jakarta. Baca selengkapnya

Karena kritik konsumen, Mercedes-Benz akan mendesain ulang mobil listrik bernama EQ. Baca selengkapnya di sini: Baca selengkapnya

IIMS 2024 akan diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 25 Februari di JIEexpo Kemayoran, Jakarta. Berikut daftar mobil baru yang akan diluncurkan di sana: Baca selengkapnya

Hyundai dikabarkan sedang mengerjakan pikap listrik bernama Ioniq dan sudah mengumumkan akan diluncurkan tahun depan. Baca selengkapnya

Penjualan mobil di Tiongkok turun 22,7 persen pada Januari 2024 dibandingkan Desember 2023. Baca semua

Jaguar Land Rover (JLR) akan memperlambat pengenalan kendaraan listrik di tahun-tahun mendatang karena fokus pada model PHEV. Baca selengkapnya

Chery Sales Indonesia mengumumkan pesanan mobil listrik Omoda E5 meningkat signifikan. Lihat selengkapnya di artikel ini: Baca selengkapnya

Luhut juga mengatakan Elon Musk tertarik berinvestasi di Indonesia. Kali ini IKN. Baca selengkapnya

ICE-u Ingatkan Pemasangan Kaca Film Mobil Listrik Tak Boleh Sembarangan

Iklan Pos, Jakarta – Mengganti kaca film pada mobil listrik tidak sama dengan mobil biasa. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan agar tidak merusak berbagai bagian.

Andy Setiawan, Presiden Direktur PT Global Auto International selaku distributor kaca film ICE-U mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dipahami agar tidak terjadi kendala saat mengganti kaca film pada mobil listrik.

“Pengaplikasiannya berbeda dengan mobil biasa. Karena ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar saat pemasangan kaca film, cairannya tidak masuk ke dalam mobil dan masuk ke aki,” kata Andy di Jakarta, Rabu, 17 Januari , 2024. .

Ia menambahkan, saat pemasangan, teknisi harus menggunakan peralatan tambahan untuk mencegah masuknya air ke dalam kaca, terutama di antara kaca depan dan dashboard. Pasalnya, air yang digunakan saat memasang kaca film kemungkinan besar akan mengalir ke celah sela-sela baterai yang disimpan di dek kabin.

Jika hal ini terjadi, dapat merusak baterai dan menyebabkan kesalahan mesin. “Tadinya ada kejadian pada mobil listrik Wuling. Pengaplikasiannya salah sehingga akinya rusak terkena air. Jadi penyambungannya salah,” ujarnya.

Akibatnya tuas transmisi mobil listrik Wuling Binguo mengalami kerusakan yang diduga akibat terkena air dari pemasangan kaca film.

“Kalau air masuk ke aki pasti bisa menimbulkan masalah. Jadi saat memasangnya jangan sembarangan, ada hal yang perlu diperhatikan,” kata Andy.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemilik Binguo EV mengalami kendala pada tuas persneling usai mengganti kaca film. Masalah pada mobil listrik muncul di layar panel meteran. P dan A dicoret menunjukkan kerusakan pada rem parkir elektrik dan mati otomatis. Hal ini berdampak pada pergeseran tuas transmisi sehingga tidak bisa berpindah ke posisi D dan tetap di posisi P.

“Sepertinya sistem shifternya kena, indikator nyala tapi stuck di P, awalnya bisa balik ke PRN, kadang bisa PRN D, lalu cuma P,” tulisnya dalam postingan di akun Instagramnya.

Diakui pemilik kendaraan, permasalahan tersebut terjadi usai penggantian kaca film. Namun saat pemasangan saya menutupi dashboard dengan handuk dan plastik untuk mencegah air masuk ke bagian kelistrikan.

Namun setelah Wuling Binguo dibawa ke bengkel resmi, ternyata ada cairan yang menyebabkan gangguan kelistrikan.

Pilihan Redaksi: Isi Garasi Komisaris Utama Pelni Muhammad Awaluddin

Ingin berbicara dengan editor tentang artikel di atas? Gabung di member.Iklan Pos/komunitas, pilih grup GoOto

Mercedes-Benz akan mendesain ulang mobil listriknya dengan nama EQ karena kritik konsumen. Baca selengkapnya di sini: Baca selengkapnya

Pameran IIMS 2024 akan digelar pada 15-25 Februari di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Berikut daftar mobil baru yang akan diluncurkan: baca selengkapnya

Hyundai dikabarkan tengah menyiapkan pikap listrik dengan nama Ioniq dan diperkirakan akan diluncurkan tahun depan. Baca selengkapnya

Penjualan mobil Tiongkok pada Januari 2024 turun 22,7 persen dibandingkan Desember 2023. Baca selengkapnya

Jaguar Land Rover (JLR) akan memperlambat pengenalan mobil listrik di tahun-tahun mendatang karena fokus pada model PHEV. Baca selengkapnya

Chery Sales Indonesia mengklaim pesanan mobil listrik Omoda E5 meningkat signifikan. Simak informasi lengkapnya di artikel ini: Baca selengkapnya

Luhut mengatakan Elon Musk bersedia berinvestasi di Indonesia. Kali ini di IKN. Baca selengkapnya

BYD Motors Indonesia serentak membuka delapan diler pertamanya di Indonesia pada hari ini, Kamis 8 Februari 2024. Baca selengkapnya

Neta menjelaskan akumulasi konsumsi daya Neta V, yang menjadikannya alternatif yang ekonomis dan terjangkau dibandingkan mobil konvensional. Baca selengkapnya

Morris Garage (MG), berjanji akan melakukan terobosan di industri kendaraan listrik (EV) Indonesia dengan memperkenalkan dua mobil listrik terbarunya. Baca selengkapnya

Kompetitif, Harga Sedan Listrik Mewah BYD Seal Lebih Murah dari Ioniq 6

JAKARTA – Tiga tipe mobil listrik BYD yang diluncurkan di Indonesia yakni Dolphin, Atto 3, dan Seal. Khusus BYD Seal akan menyaingi Hyundai Ioniq 6 yang sudah lebih dulu dijual di Indonesia. Harga mobil listrik asal Korea Selatan ini Rp 1,2 miliar.

Kedua mobil listrik tersebut sama-sama berstatus CBU (Completed Complete) yang artinya aman dari luar negeri. Meski punya teknologi serupa, BYD Seal disebut-sebut dijual lebih murah dibandingkan Hyundai Ioniq 6.

“Kami perkirakan (di bawah Rp 1 miliar),” kata Bobby Bharata, Product Manager BYD Motor Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/2/2024).

Saat ditanya soal biaya hukum, Bobby enggan berkata jujur. Namun, dia mengatakan pihaknya mengutamakan teknologi dan teknologi BYD Seal.

“Kami di BYD sangat mementingkan teknologi, termasuk kegunaan.” Sampai saat ini kami terus menyelenggarakan toko, seperti yang pertama kali didirikan di Taman Mini, hingga minggu ini sebelum IIMS kami masih ada. dalam bisnis.” Katanya.

BYD Seal memiliki tiga varian dengan dua sistem tenaga, Premium dan Performance yang dilengkapi baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 82,56 kWh. Berdasarkan uji NEDC, Range diklaim 650km dan Aktif 580km.

Tenaga maksimum versi Premium sebesar 230 kW dan torsi maksimum 360 Nm jika mengandalkan penggerak semua roda. Sedangkan versi Performance lebih bertenaga karena memiliki penggerak empat roda yang mampu menghasilkan tenaga maksimal 390 kW dan torsi 670 Nm.

Keunggulan lain dari mobil sport elektrik ini adalah mampu mengusung baterai atau fast charge alias DC dengan daya 110-150 kW, dan tanpa listrik atau 7 kW AC.

Hyundai Berkomitmen Kembangkan Ekosistem EV dari Hulu ke Hilir pada 2024

Iklan Pos, JAKARTA – Hyundai memperkuat elektrifikasi sektor otomotif dengan terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV) dari atas hingga bawah secara berkelanjutan melalui infrastruktur terintegrasi. Pada tahun 2024, pabrik perakitan PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) akan meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik menjadi 70.000 unit per tahun.

Selain itu, mulai tahun ini Hyundai akan mengoperasikan baterai dan pabrik di Indonesia.

Pabrik sistem baterai yang dikelola Hyundai Energy Indonesia (HEI) ini akan mendukung peluncuran BEV produksi dalam negeri kedua Hyundai dengan baterai produksi lokal. Setelah itu, pabrik sel yang dioperasikan PT HLI Green Power ini diharapkan mampu memproduksi sel baterai hingga 10 GWh per tahun, cukup untuk memproduksi sekitar 150.000 unit kendaraan listrik platform E. -GMP dari Hyundai.

Beroperasinya tiga pabrik Hyundai sekaligus di Indonesia diharapkan dapat menjawab permintaan pasar lokal dan membuka kemungkinan ekspor produk ke negara-negara Asia Tenggara.

Di sektor nasional, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akan terus memperluas stasiun pengisian dayanya di seluruh Indonesia pada tahun 2024. Sejauh ini Hyundai memiliki lebih dari 200 stasiun pengisian daya.

Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan berbagai kalangan. Dengan cara ini, banyak pengguna yang bisa menikmati kenyamanan kendaraan listrik tanpa khawatir.

HMID dapat membuktikan posisinya sebagai…

Baru Masuk Indonesia, BYD Belum Pasang Target Penjualan Mobil Listrik

Iklan Pos, Jakarta – BYD resmi memasuki pasar mobil Indonesia dengan meluncurkan tiga kendaraan listrik: Dolphin, Atto 3, dan Seal. Namun sejauh ini BYD belum mematok target penjualan mobilnya di Indonesia.

“Di pasar Indonesia, kami melihat elektrifikasi industri ini baru saja dimulai. Saat ini, pangsa pasar kendaraan listrik masih sangat kecil, dan kami telah mempelajari pangsa pasar yang kecil tersebut,” kata Liu Xueliang, General Manager of Wilayah Asia-Pasifik BYD. Shanda. Acara peluncuran di Jakarta pada Kamis, 18 Januari 2024.

Liu mengungkapkan bahwa salah satu alasan kecilnya pasar mobil listrik di Indonesia adalah karena semakin sedikit model mobil yang dapat dipilih. Itu sebabnya BYD mengaku belum mau mematok target penjualan kendaraan listrik di Indonesia.

“Kalau soal target penjualan, ada baiknya memikirkan bagaimana BYD masuk ke Indonesia dan mendorong masyarakat untuk terbiasa menggunakan kendaraan listrik dan mendorong mereka menjadi data lifestyle,” ujarnya.

Selain itu, Liu mengatakan dalam dua tahun ke depan, BYD optimis dengan pertumbuhan pasar mobil, termasuk pasar kendaraan listrik. BYD mengklaim bahwa mereka berharap dapat menjual kendaraan listrik sebanyak mungkin di Tanah Air untuk menjadikannya model terlaris.

“Semua model harus terjual. Kami ingin masyarakat meningkatkan gaya hidupnya dengan menggunakan kendaraan listrik,” pungkas Liu.

Pilihan Editor: Mengapa BYD belum mengumumkan harga ketiga kendaraan listrik barunya

Ingin mendiskusikan artikel di atas dengan editor? Yuk gabung di member.Iklan Pos/comunitas dan pilih grup GoOto

Penjualan mobil di China turun 22,7% pada Januari 2024 dibandingkan Desember 2023. Baca selengkapnya

Jaguar Land Rover (JLR) akan memperlambat peluncuran kendaraan listriknya selama beberapa tahun ke depan untuk fokus pada model PHEV. Baca selengkapnya

Wakil kapten timnas AMIN Tom Lembong berbicara tentang kelas menengah Indonesia. Baca selengkapnya

Subaru Indonesia menargetkan mencapai 60% penjualan mobil pada tahun 2024. Simak informasi selengkapnya di artikel ini: Baca selengkapnya

Bagian penjualan Chery di Indonesia mengatakan pesanan kendaraan listrik Omoda E5 meningkat secara signifikan. Simak kisah lengkapnya di artikel ini: Baca selengkapnya

Luhut kembali menyatakan Elon Musk tertarik berinvestasi di Indonesia. Kali ini di IKN. Baca selengkapnya

Hari ini, Kamis 8 Februari 2024, BYD Auto Indonesia membuka delapan diler pertamanya serentak di Indonesia. Baca selengkapnya

Neta menjelaskan konsumsi daya kumulatif Neta V, yang menurutnya merupakan pilihan terjangkau dibandingkan mobil konvensional. Baca selengkapnya

Morris Garages (MG) berjanji akan membuat terobosan di industri kendaraan listrik (EV) Indonesia dengan meluncurkan dua kendaraan listrik baru. Baca selengkapnya

BYD Auto Indonesia akan mengumumkan harga mobil listrik pertamanya di Indonesia International Motor Show (IIMS 2024). Baca selengkapnya

Ban Mobil Listrik Itu Beda, Begini Cara Memilih yang Tepat

Iklan Pos, Jakarta Berbeda dengan mobil bermesin konvensional, mobil listrik memiliki sejumlah keistimewaan. Seperti torsi besar dan instan serta bobot baterai yang berat.

Mobil listrik dengan fitur tersebut harus memiliki ban yang tepat.

“Ban khusus ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehingga dapat mengoptimalkan pengalaman berkendara demi keselamatan, efisiensi, dan kenyamanan maksimal,” kata Vice President Bridgestone Indonesia Original Equipment (OE) Fisa Rizgiano dalam siaran pers di Jakarta.

Ciri-ciri mobil listrik meliputi beberapa hal, antara lain bobotnya yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional, karena aki mobil listrik sendiri menyumbang sekitar 30 hingga 50 persen dari total bobot. Selain itu, kabin mobil listrik lebih senyap dibandingkan mobil biasa, sehingga suara ban mobil listrik akan lebih terdengar dibandingkan suara tapak (umumnya frekuensi tinggi) dan suara roda yang masuk. . bersentuhan dengan permukaan jalan (umumnya frekuensi rendah).

Fitur selanjutnya adalah fitur akselerasi dan pengereman pada mobil listrik. Torsi yang tiba-tiba dan besar yang dihasilkan kendaraan listrik dapat meningkatkan laju keausan ban, sehingga ban kendaraan listrik harus memiliki ketahanan aus yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, ban yang digunakan pada kendaraan listrik harus memiliki teknologi yang dapat mengurangi hambatan gelinding untuk menghemat laju pengurasan baterai, mengurangi penumpukan panas, dan menahan gesekan.

Selain itu, konstruksi ban yang diperkuat (berkekuatan ekstra) juga diperlukan untuk mengakomodasi peningkatan bobot baterai kendaraan listrik dan untuk meningkatkan kemampuan ban dalam meredam kebisingan eksternal.

Hal utama yang perlu diperhatikan dalam memilih ban yang tepat untuk kendaraan listrik adalah: 1. Indeks ban

Baterai kendaraan listrik meningkatkan bobot kendaraan secara signifikan dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.

Bobot ekstra ini dapat memberikan tekanan ekstra pada ban. Oleh karena itu, diperlukan ban dengan indeks beban yang sesuai dengan bobot kendaraan.

Informasi indeks beban dapat dilihat pada dinding ban, yang tulisannya sesuai dengan ukuran ban. Hal ini juga menentukan besarnya tekanan udara yang sesuai untuk ban. 2. Gesekan Rendah

Memilih ban dengan koefisien hambatan gelinding yang lebih rendah akan berkontribusi terhadap hambatan gelinding yang lebih rendah.

Artinya konsumen akan mendapatkan jangkauan dan efisiensi yang lebih luas dari kendaraan listrik, yang dapat berkontribusi pada daya tahan dan masa pakai baterai.

Mobil listrik sudah lebih senyap karena tidak ada suara mesin, jadi sebaiknya pilih ban dengan teknologi peredam bising agar pengendaraan tetap mulus dan senyap. 4. Kompon Karet Kuat

Torsi yang tiba-tiba pada kendaraan listrik dapat menyebabkan keausan ban. Ban berbahan komponen karet berkualitas dirancang memiliki kekuatan untuk menahan torsi ekstra tersebut.

“Selain memilih ban yang tepat, perawatan dan perawatan ban juga penting untuk menjaga umur ban atau mengurangi tingkat keausan, serta memaksimalkan jarak tempuh,” ujar Fisa.