Jadi Petugas Pemilu, Bagaimana Caranya Agar tak Sampai Tumbang?

Iklan Pos, JAKARTA – Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengimbau para penyelenggara pemilu, dalam hal ini Kelompok Perencanaan Pemilihan Umum (KPPS), untuk menjaga pola makan dan gizi seimbang. Penting bagi mereka untuk menjadi kuat saat menjalankan tugasnya.

“Selain pola makan yang seimbang dan seimbang, istirahat yang cukup juga penting,” kata Prof. Tjandra yang merupakan direktur pasca sarjana Universitas Yarsi, Jakarta melalui email di Jakarta, Senin (12/2/2024).

Bagi yang mempunyai penyakit khusus dan sering berobat, Prof. Tjandra agar mereka tetap berjalan seperti biasa meski sibuk dengan pemilu, penghitungan suara, dan lain-lain. Ia juga mengingatkan petugas KPPS untuk semaksimal mungkin memantau kesehatannya.

Bila perlu, membawa alat pengukur tekanan darah sendiri ke tempat pemungutan suara (TPS), terutama bagi penderita darah tinggi. Periksa gula darah Anda dengan cepat jika Anda menderita diabetes.

Dan apabila merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan, petugas diimbau beristirahat sejenak hingga pulih kembali. Lebih baik meminta teman untuk mengambil alih untuk sementara waktu.

Prof. Bertanya. Tjandra kepada para pimpinan unit, antara lain Ketua KPPS, Komisi Pemilihan Umum (PPS), Komisi Pemilihan Umum Daerah (PPK), dan pejabat lainnya untuk memperhatikan kesehatan anggotanya.

“Iya, menyelesaikan pekerjaan di setiap tahapan pemilu memang penting, tapi kesehatan (tapi hanya nyawa) para pejabat lebih dari segalanya,” kata Tjandra.

Dear Petugas KPPS, Catat Ciri-ciri Kelelahan Agar Tak Tumbang saat Bertugas

Jakarta –

Kesehatan anggota Komite Penyelenggara Pemungutan Suara (KBPS) pada pemilu tahun ini mengkhawatirkan banyak pihak. Peristiwa kelelahan luar biasa yang dialami pengurus KBPS pada pemilu 2019 menjadi catatan tersendiri agar tidak terulang pada pemilu 2024.

Kementerian Kesehatan RI sebelumnya melaporkan sebanyak 894 anggota KPPS meninggal dunia pada pemilu 2019. Selain itu, sebanyak 5.175 anggota KPPS selamat dari penyakit tersebut pada periode yang sama.

Jam kerja yang panjang dan kelelahan menjadi salah satu faktor yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya insiden pada pemilu 2019, kata pakar profesional Dr TV Unia, SpOK. Petugas KPPS diminta mengetahui tanda-tanda kelelahan. Dan itu bisa menimbulkan konsekuensi yang berbahaya.

Gejala kelelahan antara lain rasa haus, pusing, sakit kepala yang sering diabaikan, kata dr Unia kepada detikcom, Rabu (7/2/2024).

“Kelelahan yang sering diabaikan malah bisa menimbulkan keinginan untuk marah. Jadi rasa lelah itu membuat orang ingin marah, dan itu sering terjadi,” lanjutnya.

Dr Unia mengatakan petugas KPPS harus memahami kondisi tubuhnya sendiri. Jika Anda melihat adanya perubahan pada gejala kelelahan atau merasa tidak enak badan, Anda dapat beristirahat sejenak.

Ia juga mengingatkan risiko dehidrasi yang dihadapi petugas KPPS. Apabila konsumsi air minum tidak mencukupi, maka kesehatan petugas KBPS akan sangat membahayakan, disertai rasa lelah yang hebat akibat jam kerja yang panjang. Gejala dehidrasi yang mudah terlihat adalah perubahan buang air kecil.

Selain itu, Dr Unia juga menyoroti tingginya tingkat stres yang dialami petugas KPPS. Hal ini menjadi faktor risiko tingginya angka kesakitan dan kematian pada pemilu 2019 yang harus ditanggulangi pada tahun ini.

“Petugas KPPS juga menghadapi tingkat stres yang tinggi pada pemilu 2019, dimana stres mengganggu psikologi seseorang yang juga berdampak pada kondisi fisik seseorang,” kata Dr Unia.

“Sehingga tekanan ‘bebas kesalahan’ menjadi tekanan yang luar biasa bagi para pengurus KBPS saat itu,” tutupnya. “Petugas KPPS tidak boleh “gagal” dalam pemilu (avk/suc) Simak video “KuTips: Formula 4C”