Seberapa Perlu Pria Memeriksa Kondisi Prostat?

Iklan Pos, Jakarta – Istana Buckingham secara resmi mengumumkan bahwa pemimpin Kerajaan Inggris, Raja Charles III menderita penyakit kanker. Hal itu diketahui setelah menjalani pengobatan karena pembesaran prostat.

Prostat adalah kelenjar kecil berbentuk buah kenari pada pria. Fungsinya untuk mengawetkan dan mengangkut sperma di bawah kandung kemih. Prostat terletak di bawah kandung kemih (organ berongga yang menyimpan urin) dan di depan rektum (bagian terakhir dari usus). Di belakang prostat terdapat kelenjar yang disebut vesikula seminalis, yang menghasilkan lebih banyak cairan untuk air mani. Uretra, saluran yang membawa urin dan sperma keluar tubuh melalui penis, melewati bagian tengah prostat.

Kanker prostat dimulai ketika sel-sel di kelenjar prostat mulai tumbuh di luar kendali. Prostat merupakan kelenjar yang hanya ditemukan pada pria. Ini menghasilkan sejumlah cairan yang merupakan bagian dari air mani.

Untuk mencegah pembesaran prostat yang dapat memicu kanker ganas, penting untuk melakukan pemeriksaan prostat sebelum terlambat. Seperti dilansir Myoclinic, skrining prostat sering disebut dengan antigen spesifik prostat (PSA). Dalam tes PSA, prostat diperiksa dan kesehatan prostat ditentukan untuk mengetahui adanya gangguan peradangan yang dapat menyebabkan kanker ganas.

Diadaptasi dari Healthline, PSA merupakan tes darah yang mengukur jumlah protein prostat dalam darah. Jika kadarnya tinggi, itu menandakan kanker prostat.

Tes PSA adalah alat yang berguna bagi dokter Anda untuk mempertimbangkan apakah tingkat PSA Anda mengindikasikan kanker prostat atau tidak. Karena deteksi dini sangat penting dalam pengobatan kanker, hal ini merupakan keuntungan besar. Tes ini relatif sederhana dan tersedia secara luas bagi penderita prostat yang ingin menjalani tes.

Seperti dikutip dari MedicalNewsToday, pria sebaiknya memeriksakan prostatnya karena kanker prostat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Setelah mencapai usia tertentu, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan rutin. Meski tidak ada gejala, pemeriksaan prostat dapat membantu mendeteksi kanker.

Ada banyak faktor yang membuat kanker prostat menyerang pria, antara lain usia, ras, berat badan, dan genetik. Pria yang berusia di atas 50 tahun sebaiknya memeriksakan kelenjar prostatnya lebih sering sebagai upaya mendeteksinya sejak dini. Mendeteksi kanker prostat lebih dini akan memudahkan dan memiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi.

Kanker prostat pada stadium lanjut dapat menimbulkan berbagai masalah dan gejala seperti sulit buang air kecil, penurunan aliran urin, darah pada urin, darah pada air mani, nyeri tulang, disfungsi ereksi dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Anand Ridehu Sulistya | Muhammad Rafi Azhari | Johannes Maherso Joharsoy

Pilihan Editor: Seluk Beluk Kanker Prostat

Raja Charles III didiagnosis mengidap jenis kanker yang tidak diketahui setelah dirawat karena pembesaran prostat. Baca selengkapnya

Adenokarsinoma adalah jenis kanker prostat yang paling umum dan muncul dari sel-sel di kelenjar prostat yang menghasilkan cairan prostat. Baca selengkapnya

Istana Buckingham Inggris mengumumkan bahwa Raja Charles III menderita kanker, yang ditemukan selama perawatan untuk pembesaran prostat. Baca selengkapnya

Saat menjalani perawatan karena pembesaran prostat, Raja Charles III diminta untuk menunda tugas publiknya

Raja Charles III menderita kanker dan sedang menjalani perawatan. Jenis kankernya tidak disebutkan, namun tidak ada salahnya memahami mitos kanker prostat. Baca selengkapnya

Raja Charles III didiagnosis menderita kanker, meski jenisnya tidak ditentukan. Sebelumnya, ia pernah dirawat karena pembesaran prostat. Baca selengkapnya

Pada tahun 2018, kanker merupakan penyebab kematian kedua secara global, dengan perkiraan 9,6 juta kematian, atau 1 dari 6 kematian. Baca selengkapnya

Hematuria adalah gejala umum kanker kandung kemih, yang mempengaruhi hingga 80 persen pasien. Periksa gejala lainnya. Baca selengkapnya

Berikut empat jenis prosedur mengatasi pembesaran prostat seperti yang dialami Raja Charles III dari Inggris. Baca selengkapnya

Ada empat mitos yang menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan pasien kanker prostat. Penting untuk memeriksa faktanya. Baca selengkapnya