Ahli Gizi Sarankan Orang Tua Sajikan Buah untuk Anak Tanpa Campuran Apa Pun

REPUBLIK.

Tan mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan tentang pemberian buah-buahan yang dicampur dengan bahan lain seperti es krim atau yogurt kepada anak-anak.

“Tujuan kita memberi makan pada anak bukan hanya agar anak bisa makan dan ternutrisi, tapi anak juga punya jadwal. Artinya dia yang menentukan kebutuhan dan keinginan makannya” Tan “Bukan makanan, tapi anak yang paling manis” dan minum” di Kementerian Kesehatan di Jakarta, Rabu.

Akibat globalisasi, kebiasaan makan yang didatangkan dari luar negeri adalah kebiasaan makan buah atau sayur yang dicampur bahan lain, ujarnya.

“Sekarang ini banyak yang makan sayur versi bule. Ya pakai mayonaise, pakai Pulau Seribu,” ucapnya.

Biasanya dijelaskan bahwa jika anak diberi buah-buahan dengan bahan tambahan lain, maka anak akan merasa perlu memakan buah-buahan tersebut sampai batas tertentu. Misalnya, buah sebaiknya dimakan dengan yogurt atau disajikan sebagai salad.

“Jadi anak-anak tidak menyadarinya saat makan buah. Malah kebiasaan itu berkembang,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar konsumsi buah-buahan sebaiknya dalam jumlah sedang dan tidak berlebihan.

“Misalnya semua orang boleh makan durian, tapi kalau durian itu mukbang atau jenis Korea, dimakannya banyak. Itu buah, bukan potongan. Ya klengar (cheesy),” ujarnya.

Selain itu, jika Anda memiliki masalah seperti hipertensi dan diabetes, konsultasikan dengan dokter Anda tentang makan buah-buahan tanpa membahayakan kesehatan Anda.