Pola makan saat puasa bagi penderita hiv

Di Indonesia, perlu berpuasa sekitar 13 jam. Bagi yang tidak memiliki masalah kesehatan, jelas ini tidak terlalu berpengaruh. Namun, terkait dengan orang dengan HIV / AIDS alias ODHA, dapatkah ODHA cepat?

Karena, mereka harus secara teratur memakai obat antiretroviral (ARV) setiap 12 jam. ARV adalah jenis obat untuk mengekang perkembangan HIV yang menyebabkan AIDS. Aturan untuk memakai obat antiretroviral sangat ketat, karena mereka terkait langsung dengan tingkat perkembangan HIV dalam darah. Apa yang harus diberikan kepada ODHA untuk mempertahankan puasa? Lihat penjelasan berikut.
ODHA bisa berpuasa?

Pola makan saat puasa bagi penderita hiv

Pada kenyataannya, ODHA dapat berpuasa hingga kondisi fisiknya baik dan tidak sakit. Kondisi tubuh sebenarnya merupakan faktor penentu apakah seseorang dengan HIV mampu berpuasa atau tidak. Jadi jika kondisinya sangat rentan dan tidak memungkinkan, jangan paksa mereka berpuasa.

Keputusan untuk berpuasa atau tidak sebenarnya ada di ODHA yang sama. Namun, mereka masih harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan selama puasa karena kurangnya pasokan obat antiretroviral dalam darah akan memberikan peluang besar bagi virus HIV untuk berkembang biak.

Dikutip dari halaman Okezone, Dr Paul F Matulessy MN SpGK seorang spesialis nutrisi klinis mengatakan hal yang sama, tidak ada kendala yang ODHA dapat mempercepat selama kondisi mereka sehat. Karena cara berpuasa yang benar akan menyehatkan bagi ODHA. Selain itu, ODHA puasa dilatih untuk didisiplinkan dan membantu ODHA untuk mematuhi rekrutmen ARV.
Bagaimana Anda minum obat ARV selama puasa?

obat sulphonylurea diabetes

ODHA didorong untuk memakai ARV jika CD4 kurang dari 350. CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel-sel ini merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sementara pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah seperti orang yang hidup dengan HIV, nilai CD4 secara bertahap akan menurun. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang merupakan patogen di sekitar kita akan dengan mudah masuk ke tubuh sehingga dapat menyebabkan penyakit di tubuh manusia.

Demikian pula dengan periode di luar Ramadhan, ODHA harus minum ARV secara teratur selama bulan Ramadhan sehingga tubuh tidak mengalami diare, mual, muntah, dan infeksi virus aktif seperti TBC, tokso dan pneumonia.

Konsumsi ARV hanya sekali sehari, ada juga dua kali sehari. ARV yang diminum sekali sehari dapat diminum pada malam hari sebelum tidur. Sementara ARV yang diminum dua kali sehari mengalami penundaan 12 jam. Sekarang selama puasa obat ARV ini dapat dikonsumsi ketika mereka rusak dengan cepat dan saat fajar.

Asupan ARV harus rutin dan tepat waktu, tetapi selama puasa tidak ada masalah cadangan atau sebelum mengambil ARV. ODHA dapat mulai mengubah waktu untuk memakai obat ARV satu atau dua minggu sebelum puasa tiba perlahan.

Sebagai contoh, jika ODHA terbiasa memakai ARV pada jam 7:00 pagi, mereka bisa perlahan-lahan menarik waktu mereka pada pukul 6.30 pagi. Kemudian pada hari berikutnya Anda minum pada jam 6 pagi, dan seterusnya sampai Anda minum ARV biasanya pada waktu fajar.
Selain pengobatan rutin, apa lagi yang harus dipertimbangkan oleh ODHA selama puasa?

epilepsi bisa jadi puasa

Selama berpuasa, Odha juga sangat disarankan untuk memperhatikan asupan makanan bergizi ketika mereka cepat berbuka dan subuh untuk menghindari berbagai jenis penyakit yang nantinya akan berdampak negatif pada kondisi tubuh.

Adapun kegiatan di bulan puasa yang harus dilakukan untuk ODHA, pada kenyataannya itu tidak berbeda dengan orang pada umumnya. Hanya saja, itu harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing ODHA.

Sangat menyenangkan bahwa ODHA berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda memutuskan untuk berpuasa. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tubuh mereka dalam kondisi baik, sehingga memungkinkan untuk berpuasa selama bulan Ramadhan.