Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Selamat datang Iklan Pos di Website Kami!

Iklan Pos – Perangkat berupa smartphone sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Mereka memberikan akses tak terbatas terhadap informasi, hiburan dan komunikasi. Meskipun ponsel pintar menawarkan manfaat yang tidak dapat disangkal, terutama bagi orang dewasa, ponsel pintar juga menimbulkan bahaya serius bagi anak-anak dalam banyak hal. Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Anak-anak yang terlalu sering menggunakan ponsel pintarnya mudah terjerumus ke dalam perilaku adiktif. Kecanduan ponsel pintar dapat mengganggu keseimbangan waktu, tidur, dan olahraga pada anak, serta screen time yang berlebihan dapat memicu gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.

Ponsel pintar juga menyediakan akses internet, dimana anak-anak dapat dengan mudah mengakses konten yang tidak pantas dan berbahaya. Meskipun ada banyak filter dan kontrol orang tua yang dapat dipilih, tidak ada cara yang sepenuhnya melindungi anak-anak dari konten berbahaya. Habib Segaf Baharun Ungkap 3 Macam Riba yang Dapat Menghancurkan Hidup

Tidak hanya itu Anak-anak yang belum cukup dewasa dalam menggunakan teknologi seringkali menjadi sasaran pelecehan, penipuan, atau kecurangan online. Mereka mungkin tergoda untuk membagikan informasi pribadi atau terlibat dalam perilaku berisiko karena kurangnya pengalaman.

Dan yang tidak kalah pentingnya, penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial anak. Mereka mungkin lebih suka berinteraksi dengan layar dibandingkan berbicara tatap muka dengan teman atau anggota keluarga.

Selain itu, anak-anak yang terlalu sering menggunakan ponsel pintar cenderung menghabiskan lebih sedikit waktu untuk berolahraga. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas dan masalah postur tubuh. Selain itu, anak-anak Mereka seringkali tidak memahami pentingnya privasi online. Mereka dapat dengan mudah membagikan informasi pribadi atau foto yang tidak boleh mereka bagikan. Hal ini dapat menimbulkan masalah yang serius nantinya.

Paparan cahaya biru dari layar ponsel pintar dapat mengganggu ritme tidur alami anak. Hal ini dapat menyebabkan masalah tidur. Tidak bisa tidur nyenyak dan berdampak buruk pada konsentrasi dan belajar Penggunaan smartphone secara berlebihan dapat menyebabkan anak-anak terganggu dalam belajar. Mereka mungkin terlalu terlibat dalam permainan atau media sosial yang dapat mempengaruhi prestasi akademiknya. Gadget Kampung Lali

Menghadapi ancaman kecanduan gadget di kalangan anak-anak, Achmad Irfandi, pemuda asal Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Provinsi Sidoarjo, meluncurkan program bertajuk “Kampung Lali Gadget” (KLG) pada 1 April 2018.

Motivasi kuat di balik inisiatif ini adalah keprihatinan pribadinya terhadap kemungkinan bahaya yang dihadapi anak-anak akibat kecanduan. Meski tidak ada laporan kasus serupa di desanya, Irfandi memutuskan untuk mengambil langkah proaktif dan mencegah potensi bahaya tersebut memasuki lingkungan tempat tinggalnya.

Program KLG fokus pada upaya pelestarian budaya. Tujuannya untuk mempopulerkan permainan tradisional. Ini adalah alternatif yang efektif untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari perangkat mereka. Dalam prosesnya, Irfandi berhasil merekrut sejumlah pemuda dari Desa Pagerngumbuk dan sekitarnya untuk ikut serta dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat. Mereka memainkan peran penting sebagai perencana. Fasilitator dan konselor pendidikan dalam program ini

Kegiatan yang dilakukan dalam program KLG mencakup aspek seperti kajian budaya. Pelestarian kearifan lokal, olah raga, pemahaman satwa dan pengenalan permainan tradisional Selain mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai, proyek ini juga berperan penting dalam mengedukasi mereka tentang kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai lokal. Melawan Candu Gadget dengan Permainan Tradisional

Irfandi bermimpi proyek tersebut dapat tumbuh dan berkembang menjadi desa wisata atau sarana pendidikan bagi para orang tua yang ingin menyelamatkan anak-anaknya dari kecanduan gawai.

Tim KLG berharap masalah kecanduan gawai menjadi masalah nasional yang besar. Dengan mendorong semua orang untuk berperan dalam mengurangi dampak negatif ketergantungan kita pada teknologi, proyek KLG merupakan langkah penting dalam menginspirasi perubahan positif dalam lingkungan lokal. dan dapat menjadi model bagi inisiatif serupa di seluruh negeri.

Berkat gerakan inspiratifnya berupa pelestarian budaya “Kampung Lali Gadget” Achmad Irfandi meraih SATU Indonesia Awards bersama tokoh inspiratif lainnya. Satu lagi angka di tahun 2021. Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Tidak ada yang salah dengan smartphone Energizer P28K. Energizer sudah lama dikenal sebagai produsen baterai, namun perusahaan elektronik asal Amerika. Akan meluncurkan smartphone terbaru Energizer P28K Iklan Pos pada 11 Februari 2024