China Dikecam, Ubah Rute Penerbangan Sepihak Membahayakan Asia Pasifik

Wecome Iklan Pos di Website Kami!

JAKARTA — Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok secara sepihak membatalkan kontrak Palang Merah 2015 untuk tiga penerbangan M503, W122, dan W123. Langkah ini tidak hanya melanggar aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), tetapi juga berdampak serius terhadap keamanan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik serta perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan dan melemahkan landasan keimanan dan kepercayaan. Di Selat Taiwan. China Dikecam, Ubah Rute Penerbangan Sepihak Membahayakan Asia Pasifik

Sukses Gelar Program MDA Batch 2, Bank Mandiri Jaring Ratusan Talenta Berprestasi

Laporan Kantor Pengawasan dan Ekonomi Taipei (TETO) di Indonesia menyatakan: “Kami mengutuk keras tindakan Tiongkok yang tidak bertanggung jawab dan Kami menyerukan kepada Indonesia dan komunitas internasional untuk bersama-sama meminta Tiongkok segera memulai negosiasi dengan Taiwan mengenai kasus ini.” Berita Minggu pada hari Rabu. (2 Juli 2024).

Laporan Panduan Perencanaan ICAO menyatakan bahwa setiap perubahan pada jaringan penerbangan harus dikoordinasikan dengan semua wilayah data penerbangan yang berdekatan. Zona Informasi Udara Taipei berdekatan dengan landasan pacu M503. Namun, Tiongkok pertama kali mengumumkan perubahan pada jaringan penerbangan tanpa berkonsultasi dengan Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan, yang merupakan satu-satunya otoritas yang bertanggung jawab atas Wilayah Informasi Penerbangan Taipei.

“Ini merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan ICAO dan menunjukkan sifat otoriter Tiongkok yang tidak bertanggung jawab.”

Taiwan dan Indonesia memiliki kerja sama dan pertukaran yang erat. Sekitar 400.000 warga Indonesia saat ini tinggal, belajar dan bekerja di Taiwan. Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan erat kaitannya dengan kepentingan ekonomi dan komersial utama Indonesia serta perlindungan WNI. China Dikecam, Ubah Rute Penerbangan Sepihak Membahayakan Asia Pasifik

Pengumuman sepihak Tiongkok mengenai perubahan dan pembukaan jalur udara merupakan pelanggaran peraturan ICAO dan merugikan perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan dan kawasan, serta keamanan masyarakat. TETO menyerukan kepada industri, pemerintah, akademisi, penelitian, dan media di Indonesia untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah ini dan bersama-sama mendesak Tiongkok untuk bernegosiasi dengan Taiwan guna mengelola potensi risiko penerbangan.