Artefak

Artefak

artefak
artefak

Pernahkah Kalian mendengan apa yang disebut dengan Artefak Zaman Megalitikum? Perlu kalian ketahui bahwa Zaman prasejarah adalah jutaan tahun kehidupan manusia di zaman ini. Pada saat itu, orang-orang masih orang-orang awal yang peradabannya jauh di belakang orang-orang modern. Tetapi ada beberapa periode yang dianggap sebagai awal zaman modern. Salah satunya adalah zaman megalitik, juga dikenal sebagai zaman batu. Zaman ini dapat disebut periode karya modern dari periode Megalith, yang ditemukan di setiap sudut dunia.

Periode ini masih disebut Zaman Batu. Karena inilah arti kata Megalitikum secara umum. Kata mega besar dan berasal dari kata litos, yang berarti batu lithicum. Pada saat ini, orang-orang kuno mulai berburu, dan membuat beberapa peralatan yang terbuat dari batu untuk kebutuhan hidup. Misalnya, kapak, pisau, tempat makanan digunakan untuk mengolah batu besar yang dibuat dengan cara ini. Inilah yang menjadikan era Megallikum salah satu era modern, seperti periode sebelum era Megalitikum, seperti era Neolitik. Karena di Zaman Batu ini, manusia purba dapat menciptakan sesuatu dan mengubah nutrisi mereka menjadi makanan

Fosil-fosil yang ditemukan di era megalit ini memiliki ciri-ciri yang sangat istimewa. Jadi dia bisa memberi informasi tentang kehidupan di usia itu. Salah satunya adalah pembagian kerja yang dilakukan oleh orang-orang kuno di era megalitik ini. Para pemimpin suku dengan pemimpin mereka akan melayani setiap anggota. Saat ini, mereka juga menggunakan logam sebagai perlengkapan sehari-hari.

Mereka juga sudah tahu istilah pengakuan dan memiliki standar hidup yang harus dipatuhi oleh masing-masing anggota. Aturan ini disebut Primus Interprecis atau sistem hukum hutan. Ini adalah tempat di mana sistem ini akan memilih pemimpin sesuai dengan anggota terkuat. Keberadaan periode megalitik telah memburuk dengan adanya bukti artefak yang ditemukan. Berikut adalah beberapa contoh artefak yang merupakan sisa-sisa periode Megalith.

Contoh Artefak Megalitikum

  1. Dolmen

Pertama, bangunan batu datar dan horisontal yang besar. Bangunan ini disebut dolmen. Anda juga dapat menawar di sini. Mereka juga digunakan sebagai tempat pemujaan bagi leluhur mereka. Dolmen kadang-kadang digunakan sebagai sarkofagi dan keberadaannya sangat sakral karena lerengnya terletak di tempat yang sakral atau sakral. Karena tempat ini biasanya dijadikan tempat ibadah.

  1. Kubur Batu

Ada juga makam batu pada waktu itu. Tempat ini digunakan untuk penyimpanan tubuh dan dirancang untuk orang tua, sering disebut sebagai tukang batu. Atau kuburan batu. Makam batu ini berbentuk makam yang ada saat ini. Reruntuhan ini ditemukan di banyak daerah di Jawa Timur dan Jawa Barat. Tetapi ada beberapa di Bali dan Sumatra. Makam batu ini, sebagai aturan, menghadap ke timur dan menuju ke barat.

  1. Sarkofagus

Sarkofagus adalah sisa dari zaman Megalit yang sangat populer dan banyak tersedia. Residu ini berupa peti mati. Fungsinya sebagai kuburan batu, tetapi bentuknya sedikit berbeda. Karena sarkofagus biasanya berupa patung. Meskipun ada alur atau lubang yang terbuat dari batu padat dengan kelopak. Anda akan menemukan gambar terukir orang atau hewan di dinding. Biasanya gambar ini dianggap sebagai kekuatan magis. dan Bali adalah tempat paling umum untuk sarkofagus.

  1. Punden Berundak

membangun sebuah gedung bertingkat dan mengaturnya untuk menyembah roh leluhur. Diduga, tangga ini adalah konsep dasar keberadaan candi di Indonesia. Khususnya candi itu bernuansa Hindu – Budha.

  1. Menhir

Bentuknya sama dengan monumen. Biasanya menhir ini diletakkan di tempat suci untuk memberikan peringatan khusus kepada orang mati. Oleh karena itu, batu ini dapat dianggap sebagai lingkungan penghormatan dan simbol bagi yang hilang. Menhir mirip dengan dolmen yang ada selama periode Neolitik. Biasa ditemukan di Inggris, Prancis, Irlandia, Italia dan Spanyol. Banyak yang percaya bahwa Menhir melakukan fungsi keagamaan dan digunakan sebagai simbolisme untuk menyembah leluhur mereka di masa lalu.

  1. Arca batu

Ada banyak daerah di Indonesia di mana ada patung batu. Salah satunya terletak di Sumatera Selatan dan Sulawesi Tenggara. Patung ini mirip dengan binatang, tetapi ada juga bentuk manusia dengan fitur negatif.

  1. Waruga

Waruga sendiri memiliki fungsi seperti kuburan batu yang digunakan untuk menyembunyikan mayat. Perbedaan antara Waruga dan makam batu terletak di sampulnya. Karena kalau ada penutup pada kuburan batu. Kemudian Waruga sendiri tidak memiliki penutup. Waruga sering ditemukan di Bali. Ini memiliki dua bagian, bagian bawah kotak, dengan ruang di tengah, digunakan sebagai tempat untuk menyembunyikan korps. Kemudian bagian kedua adalah di bagian atas, yang berbentuk segitiga yang dihubungkan oleh bagian bawah. Banyak ilmuwan meyakini bahwa Waruga adalah makam leluhur masyarakat Minahasa.

  1. Batu Lumpang

Batu Lumpang memiliki struktur yang unik. Itu terbuat dari panggul dan batu-batu besar di tengah. Karena adanya bukaan di tengah batu, batu ini disebut batu berlubang. Fungsi batu ini adalah salah satu alat yang digunakan dalam ritual korban leluhur. Mereka akan menaruh makanan yang akan diletakkan leluhur di sabuk tengah. Batu ini ditemukan di Garut, Jawa Barat dan Lamongan, Jawa Tengah.

  1. Batu Dacon

Itu terbuat dari batu dengan beberapa bak di permukaannya. Batu ini disebut congklak dan ditemukan di Bogor dan Purbalinga.

  1. Batu Kenong

Ringkasan

Zaman Megalitik juga memiliki residu batu berbentuk kanong dengan bentuk silinder atau lingkaran. Dan ada tonjolan di permukaan atasnya. Relik ini memiliki bentuk yang sangat mirip dengan kano permata. Batu Kenong ini biasa ditemukan di Jember dan Bondowoso, Jawa Timur.

Ternyata Indonesia memiliki banyak artefak dari zaman Megalitikum. Pada saat ini, itu dianggap sebagai periode orang-orang awal yang modern dan maju. Anda dapat melihat berbagai karya dari periode megalitik di atas. Reruntuhan ini adalah salah satu inspirasi bagi beberapa benda yang ada di zaman ini.

 

Baca Juga :