Pesona Wisata Pulau Nias

0

29-30Desa Orahili ini populer di kalangan wisatawan, karena objek wisata sejarah megalitikum yang terdapat di dalamnya.

Dalam episode leisure dalam negeri kali ini, Anda akan kami ajak menikmati pesona pulau Nias yang ada di Sumatera Utara. Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah tujuan wisata favorit bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara, terutama bagi penggemar wisata surfing yang sudah melegenda, atau pencinta eksotisme pantainya yang mempesona, maupun atraksi budaya serta seni tradisional yang selalu mengundang decak kagum setiap pengunjungnya. Beberapa objek wisata yang menarik dikunjungi yaitu, Desa Adat Bawomataluo yang terkenal dengan lompat batunya, Desa Orahili, Museum Pusaka Nias, Pantai Sorake dan Pantai Legundri.

Desa Bawomataluo terletak di Nias Selatan, desa ini terkenal dengan tradisi olahraga lompat batunya yang disebut Fahombo. Tradisi ini pernah diabadikan atau dicetak pada mata uang seribu rupiah yang dulu pernah beredar. Fahombo merupakan sebuah ujian bagi laki-laki yang ingin menikah. Hanya laki-laki yang berhasil melompati batu yang layak untuk menikahi gadis pujaannya, dan dianggap dewasa. Bawomataluo terletak diatas bukit dan memiliki bangunan-bangunan berusia ratusan tahun yang masih berdiri begitu kokoh. Desa Bawomataluo kini telah dimasukkan kedalam tentative list sebagai warisan dunia (World Heritage) di UNESCO.

29-23Selain Desa Bawomataluo, ada sebuah desa lagi yang juga merupakan desa adat di Pulau Nias, yaitu Desa Orahili yang jaraknya berdekatan. Desa ini sudah ada sejak 1000 – 1500 tahun sebelum masehi, tepatnya saat neolithicum (zaman batu muda). Desa Orahili ini populer di kalangan wisatawan, karena objek wisata sejarah megalitikum yang terdapat di dalamnya. Peninggalan megalitik di desa Orahili terdiri dari berbagai jenis patung, batu yang ditata berdiri tegak, batu datar, dan sebagainya. Keberadaan batu-batu megalitik ini menandakan peradaban masyarakat Nias pada masa itu, sebagai masyarakat yang sadar akan fungsi sosialnya.

Museum Pusaka Nias merupakan museum yang berfungsi untuk melestarikan berbagai koleksi ataupun benda-benda peninggalan sejarah yang menjadi saksi bisu Nias dari masa ke masa. Museum ini menyimpan lebih dari 6000 koleksi benda-benda bersejarah, mulai dari perhiasan, peralatan rumah tangga, alat-alat musik tradisional, hasil kerajinan tangan hingga bebatuan peninggalan megalitikum. Di Museum Pusaka Nias juga terdapat rumah adat tradisional khas Nias, yang disebut dengan Omo Sebua. Rumah ini merupakan rumah panggung terbuat dari kayu dengan atap yang menjulang, memiliki konstruksi yang sangat kuat dan tahan gempa.

29-1bPantai Sorake terletak di Desa Botohilitano, Kecamatan Teluk Dalam, pantai ini disebut-sebut sebagai tempat selancar terbaik kedua setelah pantai Hawaii, Amerika. Pantai Sorake merupakan tempat wisatawan dari berbagai belahan penjuru dunia untuk melakukan kegiatan olahraga selancar. Pantai ini memiliki keistimewaan gelombang ombak yang tinggi dan ombaknya bisa bergulung dengan utuh sampai kebibir pantai, dengan ketinggian ombak mencapai 3 hingga 5 meter. Jika wisatawan ingin berselancar tidak perlu berenang sampai jauh ketengah, setelah itu tinggal menunggu gulungan ombak untuk meluncur hingga ke tepian pantai.

Pantai Lagundri ini merupakan objek wisata bahari di Pulau Nias yang sangat potensial untuk melakukan kegiatan selancar, selain Pantai Sorake. Pantai ini lokasinya hanya beberapa kilometer saja dari Pantai Sorake. Ombak yang terdapat di Pantai Lagundri juga masih satu garis dengan ombak yang terdapat di Pantai Sorake, sehingga sangat potensial untuk melakukan kegiatan selancar. Di pantai ini sering diadakan lomba atau kompetisi selancar air, baik tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah Nias Open yang secara rutin diadakan, dengan jumlah peserta mencapai ratusan peselancar setiap kompetisi ini diadakan.