Menikmati Pesona Wisata Semarang

0

a1Meskipun tempat ini dikenal memiliki nuansa mistis, banyak pengunjung yang suka dan menikmati eksotika Lawang Sewu.
Sebagai kota terbesar kelima di Indonesia, Semarang juga menawarkan banyak destinasi wisata yang layak dikunjungi. Selain memiliki alam yang indah, Semarang memiliki banyak bangunan unik dan menarik yang menjadi tujuan para wisatawan. Dalam leisure episode Semarang kali ini, Anda akan kami ajak mengunjungi Kota Lama, Kawasan Pecinan, Lawang Sewu, Museum Rekor Indonesia, serta daerah Simpang Lima. Kota Lama Semarang merupakan sebuah kawasan yang pada saat masa penjajahan Belanda, menjadi pusat perdagangan. Dahulu, kawasan ini juga dilindungi oleh bangunan benteng yang mengelilinginya, yang diberi nama Benteng Vijhoek.
a2Wilayah Kota Lama Semarang terlihat terpisah dengan kawasan-kawasan yang ada disekitarnya, sehingga terlihat berdiri sendiri. Kota yang dijuluki sebagai Little Netherland ini, juga telah menjadi saksi bisu sejarah Indonesia pada masa kolonial Belanda, selama lebih dari 2 abad.Di kawasan ini terdapat kurang lebih 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh, dan bersejarah. Gaya arsitekturnya mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700, hal ini bisa dilihat dari detail bangunan dan ornamen khas yang identik dengan gaya Eropa. Berada di kawasan Kota Lama ini, membuat pengunjungnya serasa hidup ratusan tahun lalu.
Kawasan Pecinan Semarang memiliki sejarah yang tidak kalah panjang dengan Kawasan Kota Lama Semarang. Sebagai sebuah kawasan yang pernah menjadi pusat perdagangan dan jasa kaum Tionghoa pada jaman dahulu, Pecinan Semarang memiliki potensi ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat kuat. Menelusuri gang demi gang di Pecinan Semarang akan membuat Anda melihat rangkaian jejak itu secara utuh. Nuansa serta warisan budaya Cina sangat terasa di Kawasan Pecinan yang terletak di Kelurahan Kranggan. Keberadaan belasan klenteng yang tersebar di gang-gang Kranggan, semakin mempertegas atmosfer budaya Cina dan akulturasi budaya yang unik.
Lawang Sewu sebenarnya merupakan sebuah bangunan yang dahulu menjadi kantor pusat kereta api, oleh pemerintah Belanda. Bangunan ini disebut masyarakat sebagai Lawang Sewu, dimana dalam bahasa Jawa berarti Pintu Seribu. Lawang Sewu memang memiliki pintu yang sangat banyak meskipun jumlahnya tidak sampai seribu, serta jendela tinggi dan lebar yang oleh masyarakat juga dianggap sebagai pintu. Bangunan utama Lawang Sewu terdiri dari tiga lantai, semua struktur bangunan mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Meskipun tempat ini dikenal memiliki nuansa mistis, banyak pengunjung yang suka dan menikmati eksotika Lawang Sewu.
a3Nama Museum Rekor Indonesia atau MURI yang sering kita dengar ternyata berlokasi di Semarang, tepatnya di jalan Perintis Kemerdekaan. Museum yang diresmikan pada tanggal 27 Januari 1990 ini, bernama asli Museum Rekor Dunia Indonesia atau lebih sering dikenal dengan nama Museum Rekor Indonesia (MURI). Keberadaan MURI bertujuan untuk menggugah inspirasi dan semangat masyarakat Indonesia untuk selalu berjuang menghasilkan karya yang terbaik sesuai dengan keahliannya masing-masing. Rekor-rekor yang diciptakan masyarakat untuk MURI bukan hanya rekor nasional, namun juga rekor dunia yang telah mengharumkan nama Indonesia.
Simpang Lima adalah sebuah lapangan yang berada di pusat kota Semarang, atau yang juga disebut Lapangan Pancasila. Disebut sebagai Simpang Lima, karena kawasan ini mempertemukan 5 jalan utama yang berbeda, yaitu Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ahmad Dahan, serta Jalan Pandanaran. Simpang Lima menjadi landmark bagi kota Semarang, pusat kegiatan dan keramaian berada di kawasan ini. Agar lebih afdhal, Anda akan kami ajak mengunjungi warung lumpia semarang yang legendaris. Warungnya berada di Gang Lombok, Kranggan, Kawasan Pecinan, citarasa makanan khas Semarang ini benar-benar maknyus.