Menikmati Pesona Wisata Pekalongan

0

menikmati pesona wisata pekalongan

Apa yang digambarkan Ebiet G. Ade dalam lagunya, memang menunjukkan eksotika dan keindahan panorama Lolong.

Pekalongan adalah salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah, dilalui oleh jalur Pantura yang menghubungkan Surabaya, Semarang, dan Jakarta. Di benak masyarakat, Pekalongan identik dengan batik, karena selain terkenal sebagai penghasil batik, di Kabupaten ini juga terdapat Museum Batik Nasional. Tak hanya batik yang bisa Anda nikmati jika berkunjung ke Pekalongan, pesona keindahan alamnya juga sangat menarik untuk dikunjungi. Dalam episode kali ini, Anda kami ajak mengunjungi wisata Museum Batik Nasional, menikmati durian dan keindahan jembatan lengkung Alam Lolong, serta air terjun Curug Muncur yang sangat mempesona.

Museum Batik Nasional Pekalongan berada disekitar alun-alun kota Pekalongan, sehingga setiap wisatawan bisa dengan mudah menemukannya. Museum ini memiliki ribuan koleksi batik, baik batik tradisional maupun batik-batik kontemporer. Koleksi batik yang dihadirkan memiliki beragam motif dan corak dari berbagai daerah dan jaman, seperti jaman kerajaan, masa-masa penjajahan, serta era setelah kemerdekaan. Alat-alat yang digunakan dalam proses membatik juga tersedia disini, mulai dari canting alat yang digunakan untuk menggambar, tungku tempat merebus malam, hingga alat yang digunakan untuk mencuci hasil membatik, juga ada disini.

Tidak hanya melihat koleksi dan alat-alat proses pembuatan batik, di museum ini pengunjung juga dapat belajar langsung membatik, mulai proses awal hingga ahir, dengan biaya tertentu. Pengunjung bisa leluasa menuangkan idenya untuk membuat corak atau motif yang mereka mau, dengan media kain seukuran sapu tangan atau taplak meja. Museum Batik Nasional Pekalongan merupakan destinasi wisata yang layak dikunjungi, bagi Anda yang ingin tahu sejarah dan proses pembuatan batik. Proses, keindahan, serta pesona batik menjadi daya tarik bagi setiap orang yang melihatnya, sehingga wajar apabila UNESCO memberikan pengakuan untuk Batik Indonesia.

Dari museum batik perjalanan kami lanjutkan menuju Desa Lolong, yang ada di Kecamatan Karanganyar. Di desa ini terdapat sentra penghasil durian lokal unggul dan agrowisata durian, bagi Anda penggemar durian tempat ini akan memuaskan selera Anda. Nama Durian Lolong sudah akrab ditelinga para penggemar dan penikmat durian, karena memiliki cita rasa yang unik dan khas. Durian menjadi landmark Kecamatan Karanganyar, setiap tahun diadakan Festival Durian lolong. Mulai dari acara petik durian, kontes durian unggul, hingga makan durian sepuasnya, menjadi bagian dari festival ini, yang juga banyak menarik minat para wisatawan.

Selain durian, Lolong juga memiliki alam yang Indah. Keindahan alam Lolong mengilhami lagu Ebiet G. Ade yang juga berjudul Lolong. Apa yang digambarkan Ebiet dalam lagunya, memang menunjukkan eksotika dan keindahan panorama Lolong. Disana mengalir sebuah sungai bernama Sengkarang, penuh dengan bebatuan dan arus air yang jernih, dan sering dijadikan tempat olahraga arung jeram. Di sungai ini juga terdapat jembatan batu yang melengkung, dibuat saat masa-masa penjajahan Belanda, serta menjadi saksi bisu perjuangan pejuang Pekalongan melawan penjajah. Dari atas jembatan Anda akan melihat pemandangan alam yang indah dan penuh pesona.

Curug Muncar adalah destinasi wisata terahir yang kami kunjungi saat berada di Pekalongan. Curug Muncar merupakan objek wisata menikmati pesona wisata pekalongan 2air terjun yang terletak di Desa Curug Muncar, Kecamatan Petungkriono. Air terjun ini berada di lereng Gunung Ragajambangan, sehingga perlu tenaga ekstra untuk menuju ketempat ini, karena letaknya yang berada di ketinggian. Sepanjang perjalanan kami disuguhi panorama alam yang indah, serta beberapa satwa yang ada disana. Setelah sampai dilokasi kami mandi, mencoba dinginnya air terjun Curug Muncar yang memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter, dengan pemandangan yang asri disekitarnya.