Menikmati Pesona Borobudur

0

aSelain ukurannya yang besar, keunikan dan pesona yang dihadirkan candi ini memukau setiap wisatawan yang berkunjung kesana, apalagi ditambah banyak objek wisata yang menarik disekitarnya.

Dalam episode leisure dalam negeri kali ini, Anda akan kami ajak untuk menikmati pesona Candi Borobudur, yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Borobudur yang oleh Guinness World Records, London, Inggris, dicatat sebagai situs arkeologis Candi Budha terbesar di dunia, menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai belahan dunia. Selain ukurannya yang besar, keunikan dan pesona yang dihadirkan candi ini, memukau setiap wisatawan yang berkunjung kesana, apalagi ditambah banyaknya objek wisata yang menarik disekitarnya. Borobudur merupakan tempat suci bagi penganut agama Buddha di Indonesia, serta menjadi pusat perayaan Waisak, yang merupakan hari raya bagi umat Buddha.
Borobudur merupakan salah satu bukti kehebatan dan kecerdasan arsitektur Indonesia yang pernah dibuat di negeri ini. Candi Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9, dibangun oleh para penganut agama Budha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra, pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga, yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini, yang menurut beberapa kisah secara turun-temurun bernama Gunadharma. Nama Borobudur memiliki arti Biara di perbukitan, berasal dari kata Bara yang memiliki arti candi atau biara, dan Beduhur yang berarti perbukitan atau tempat tinggi, dalam bahasa Sansekerta.

Bangunan Borobudur memiliki 10 tingkat, yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar, serta sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Disetiap tingkat terdapat beberapa stupa, jumlah keseluruhannya mencapai 72 stupa selain stupa utama, dimana pada setiap stupa di dalamnya terdapat patung Buddha. Pada keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga, menuju tingkatan di atasnya yang terlihat seperti sebuah piramida. Bangunan ini berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat, batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Batu-batu yang digunakan untuk membuat mahakarya luar biasa ini berjumlah ribuan meter kubik, semua batu diambil dari sungai disekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Dinding-dinding candi dipenuhi dengan Relief, relief-relief ini dibuat setelah batu-batu tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda, relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief Borobudur menggambarkan suatu cerita, dimana cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur, seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Banyak pemandu wisata yang bisa mengantarkan pengunjung serta menjelaskan pengetahuan akan keunikan dan sejarah dibalik kemegahan candi ini. Pihak pengelola Candi Borobudur juga mengatur kunjungan secara kelompok, setiap kelompok akan didampingi petugas yang akan mengarahkan jalur kunjungan selama di Candi Borobudur, hal ini agar mengatur pergerakan wisatawan sehingga tidak menumpuk di satu tempat. Jika Anda datang di pagi hari sebaiknya membawa jaket, karena udaranya yang lumayan dingin. Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman, sebaiknya menghindari penggunaan sepatu atau sandal hak tinggi maupun sepatu kulit, agar Anda nyaman selama naik turun anak tangga dan mengelilingi candi.

Ada banyak stupa dan patung di candi ini, janganlah memanjat stupa, relief, maupun patung yang terdapat di dalamnya, apalagi duduk di atasnya. Sebenarnya tanda petunjuk untuk larangan ini sudah terpampang jelas, namun wisatawan masih banyak yang melanggarnya. Wisatawan yang berkunjung seringkali lupa, bahwa yang mereka pijak adalah bangunan beratus tahun yang merupakan peninggalan para leluhur dan tempat suci bagi umat Buddha. Selain sebagai bentuk penghargaan terhadap Candi Borobudur, hal ini juga bagian dari pelestarian bangunan. Satu hal yang juga unik ketika mengunjungi Borobudur, setiap pengunjung dewasa yang berkunjung ke candi ini diwajibkan menggunakan kain sarung batik yang telah disediakan.