MengenangSejarah Hotel Majapahit

0

a1Peristiwa heroik perobekan bendera Belanda pada tanggal 29 September 1945 terjadi di hotel ini, ketika masih menggunakan nama Hotel Yamato.
Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, kota yang memiliki sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan ini, selalu menarik untuk dikunjungi. Banyak bangunan-bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi dan dipelajari, salah satunya adalah Hotel Majapahit. Majapahit merupakan hotel bintang lima yang berada di jantung kota Surabaya, tepatnya di JalanTunjungan. Hotel ini mempunyai gaya arsitektur yang menarik, bernuansa kolonial klasik, dan memiliki banyak kenangan bersejarah. Kemewahan bangunan dan kenangan bersejarah di setiap sudut ruangnya, membawa pengunjung pada suasana tempo dulu.

a2Hotel Majapahit dahulu bernama Hotel Oranje, dan mulai dibangun pada tahun 1910 oleh Lucas Martin Sarkies dari Armenia. Sebelumnya keluarga Sarkies juga mendirikan beberapa hotel yang mewah dan termasyhur di Asia. Sejak berdiri Hotel Oranje sudah beberapa kali berganti nama, nama oranje sendiri diambil dari nama keluarga Ratu Belanda pada saat itu. Lalu tahun 1942, nama yang digunakan adalah Yamato Hoteru atau Hotel Yamato. Tak lama setelah kejadian heroik 19 September 1945, menandai spirit perjuangan arek-arek Suroboyo pada masa itu, Hotel Majapahit sempat menggunakan nama Hotel Merdeka atau Liberty Hotel.
Memasuki tahun 1946, hotel ini kembali dikelola Sarkies Brothers, dan namanya berubah menjadi Hotel LMS atau Lucas Martin Sarkies. Tahun 1969, ketika Hotel LMS ganti pemilik dari Sarkieske Mantrust Holding Co, barulah namanya berubah menjadi Hotel Majapahit. Memasuki tahun 19 Januari 1996, setelah memasuki masa restorasi selama tak kurang dari dua tahun, hotel ini berganti identitas dengan label Mandarin Oriental Hotel Majapahit. Padatanggal 22 September 2006, hotel ini berganti nama menjadi Hotel Majapahit yang bertahan hingga sekarang. Dahulu hotel ini merupakan hotel tertua dan terbesar yang ada di Indonesia.

Peristiwa heroik perobekan bendera Belanda pada tanggal 29 September 1945 terjadi di hotel ini, ketika masih menggunakan nama Hotel Yamato. Insiden perobekan bendera Belanda itu berawal ketika sekelompok orang Belanda yang dipimpin Mr. Pluegman mengibarkan bendera Merah Putih Biru di puncak sebelah kanan hotel. Para pejuang di Surabaya kemudian melakukan perobekan warna biru pada bendera Belanda, yang berwarna merah, putih dan biru. Dengan demikian bendera itu akhirnya menjadi berwarna merah dan putih yaitu bendera Republik Indonesia. Insiden perobekan bendera itu juga mengakibatkan terbunuhnya Mr. Pluegman.

a3Majapahit dikenal sebagai hotel yang menjanjikan standar kemewahan, eksotisme, dan sensasi historik tersendiri. Kamar Presidential Suite yang ada di hotel ini, konon jadi yang terluas dan terbesar se-Asia Tenggara, harga kamarnya sendiri mencapai 35 juta. Tak salah bila kebanyakan pengunjung Hotel Majapahit kebanyakan dari turis mancanegara, seperti dari Belanda, Inggris, Jepang, Amerika, Portugal, Prancis, dan negara-negara lainnya. Turis-turis mancanegara ini biasanya tertarik dengan bangunan dan arsiektur bergaya kolonial serta sejarahnya. Konsep inilah yang hingga kini ditawarkan pengelola Hotel Majapahit kepada para pengunjungnya.

Jika Anda ingin merasakan kamar-kamar hotel yang memiliki nilai sejarah, Anda bisa mencoba kamar Merdeka nomor 33 atau kamar Sarkies nomor 44. Kamar Merdeka adalah kamar yang ditempati Residen Belanda saat terjadi perobekan bendera merah putih biru. Sedang kamar Sarkies adalah kamar tempat keluarga Sarkies, pendiri hotel ini. Di kedua kamar kelas suites ini, terdapat foto dan narasi yang berhubungan dengan sejarah kamar tersebut. Setiaptanggal 29 September, di hotel ini biasanya diadakan aksiteatrikal perobekan bendera Belanda, yang dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat, untuk mengenang perjuangan para pahlawan.