Melancong Ke Negeri Seribu Candi

0

aSeiring berjalannya waktu, dari sekitar 10.000 Candi yang ada di kawasan Bagan, saat ini hanya tersisa sekitar 2.000 Candi.

Dalam episode Leisure Luar Negeri kali ini, Anda akan kami ajak menikmati destinasi-destinasi wisata yang ada di Myanmar. Negeri ini dahulu bernama Burma, salah satu Negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Myanmar merupakan negara yang terkenal dengan warisan budayanya yang unik, berupa ribuan candi-candi yang terbuat dari batu bata merah. Oleh karena itu, Negara ini sering disebut dengan Negeri Seribu Candi oleh para wisatawan. Myanmar memiliki banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, beberapa diantaranya yaitu Bagan yang terkenal dengan candi-candinya, Shwedagon Pagoda, Mandalay Palace, serta Danau Inle yang eksotis.

Bagan merupakan sebuah kota di Myanmar yang memiliki pemandangan uni, kota ini dipenuhi oleh ribuan candi–candi tua dengan berbagai ukuran. Berbeda dengan candi–candi lainnya di kawasan Asia, candi Bagan memiliki 2 ciri khas warna, yaitu warna putih dan warna merah bata. Candi–candi di Bagan dibangun sebagai tempat ibadah dan belajar bagi para pengikut ajaran Budha dari kawasan Asia, termasuk India, selama kurang lebih 5 abad sejak awal didirikan. Candi yang terkenal adalah Htilominlo, bengunannya begitu megah, candi ini dibangun pada abad ke-13. Di dalam candi terdapat patung Budha sebagai tempat ibadah para pengikut ajaran Budha.

Seiring berjalannya waktu, dari sekitar 10.000 candi yang ada di kawasan Bagan, saat ini hanya tersisa sekitar 2.000 candi. Di antara ribuan candi, ada satu pagoda terbesar yang bernama pagoda Shwe Zi Gon, perbedaan mencolok pagoda dari candi itu adalah, pagoda dibuat dari emas. Saat yang tepat menikmati keindahan pemandangan candi–candi Bagan, adalah saat matahari terbit dan matahari terbenam. Karya seni tumbuh pesat di kawasan ini sebagai industri penunjang perkembangan pariwisata. Bagi wisatawan asing, Bagan adalah kota tujuan utama wisata di Myanmar, selain banyaknya candi, keindahan sunrise dan sunsetnya juga begitu memukau.

Shwedagon merupakan salah satu pagoda tertua yang terletak di pusat kota Yangon, saat ini usianya sudah sekitar 2600 tahun. Shwedagon juga dikenal dengan sebutan Golden Pagoda karena nuansa emas yang mendominasi warna bangunannya. Umat Buddha Myanmar percaya, pada bangunan utama kuil atau yang dikenal dengan sebutan The Naungdawgyi Pagoda terdapat rambut milik Buddha Gautama. Bangunan ini memiliki tinggi sekitar 100 meter, sebagian bangunannya dilapisi emas dan dihiasi dengan berlian. Di dalam areal Shwedagon Pagoda, terdapat banyak bangunan yang tak kalah eksotiknya untuk diabadikan oeh para wisatawan yang berkunjung.

Danau Inle berada di kawasan perairan Inle yang terletak di Nyaungshwe Township, di distrik Taunggyi Propinsi Shan, dan merupakan wilayah dari area Shan Hills. Danau ini memang bukan kawasan wisata semegah di Yangon atau Bagan. Kehidupan Danau Inle menawarkan sensasi destinasi perairan dan peradaban yang membuat pengunjungnya terpukau dengan pesona alam dan kehidupan adat budayanya yang unik. Keunikan suku Intha yang menghuni kawasan perairan tenang ini, membuat Danau Inle makin di gemari sebagai salah satu wisata adat di Myanmar. Suku Intha merupakan satu-satunya suku yang mendiami kawasan perairan Danau Inle.

Paras dan rupa mereka tak berbeda dengan orang Myanmar lainnya, masih dengan Longyi yang dililitkan sebagai pakaian harian mereka, thanaka di pipi para wanita suku Intha juga masih nampak terlihat. Berdindingkan kayu dan bambu sederhana mereka membangun rumah panggung di tepian Danau Inle. Sampan dayung biasanya menjadi alat transportasi wajib yang dimiliki setiap rumah di kawasan ini. Budaya suku Intha menggerakan dayung sampan dengan menggunakan kaki. Dengan melilitkan tungkai kaki ke batang dayung, mereka menggerakkan dayung di permukaan air, hal ini dilakukan secara turun temurun oleh suku Intha.