Madurodam Keindahan Miniatur Belanda

0

a1Madurodam adalah sebuah kota miniatur yang terletak di Scheveningen, Den Haag, Belanda. Jika Anda tidak memiliki cukup waktu untuk berkeliling Belanda, tetapi ingin menyaksikan seluruh keindahan negeri kincir angin ini, Anda cukup datang ke Madurodam.Madurodam merupakan komplek miniatur bangunan-bangunan yang dianggap paling bersejarah di seantero Belanda. Disini Anda bisa menikmati keindahan 167 bangunan dan diorama bersejarah di seluruh Belanda, yang dibangun sangat detail dengan perbandingan 1:25 dari ukuran sebenarnya. Bersama Agung Basuki (Pemilik TravelHemat.com dan TourLeaderGuide.com), mari nikmati objek wisata negeri kincir angin ini.

Tidak hanya bangunan kuno yang terdapat di sini, berbagai bangunan modern yang dianggap mewakili citra Belanda juga ada. Diantaranya adalah bandara internasional Schipol, salah satu bandara terpadat di Eropa, yang hampir terlihat nyata.Selain itu, jembatan ’gantung’ Rotterdam Brigde yang futuristik, juga stadion sepakbola Arena, lengkap dengan para penonton dan pemain bolanya, serta sound system yang bisa memperdengarkan riuh-rendahnya suasana pertandingan sepak bola, bisa dengan mudah Anda temukan. Bahkan, suasana Red-Light-District di Amsterdam yang tersohor itu, juga menjadi salah satu atraksi menarik di tempat ini.

Resmi dibuka untuk umum pada tanggal 2 Juli 1952, wahana seluas 5 hektar ini mengambil nama George Maduro, nama seorang perwira berpangkat Letnan semasa Perang Dunia II yang meninggal karena penyakit TBC,ketika ditahan sebagai tawanan perang pada 9 Pebruari 1945. Untuk mengenang anak mereka, orangtua Maduro merintis taman ini, bersama Ibu Boon Van der Starp, salah seorang public figure yang mendukung pendirian sanatorium bagi anak-anak muda Belanda yang mengidap TBC. Mereka mulai merencanakan pendirian monumen yang diberi nama Madurodam ini, Boon-Van der Starp melihat kota miniatur ini sebagai sarana untuk mendapatkan dukungan dana, dalam rangka membangun sanatorium impiannya.

Mengingat biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sanatorium, ditambah biaya perawatan pasien yang cukup besar, maka mereka mempelajari secara seksama kesuksesan yang dicapai oleh komplek miniatur di Inggris yang bernama ‘Beaconsfield’. Hal inilah yang kemudian mengilhami mereka mendirikan taman mini serupa di Belanda. Berdasarkan survey yang mereka lakukan, ternyata pendapatan yang diperoleh dari pengelola Beaconsfield sangat besar, sehingga pemiliknya mampu menyalurkan sebagian keuntungannya untuk disumbangkan kepada berbagai rumah sakit di London dan sekitarnya.

Arsitek top Belanda, S.J. Bouma, kemudian ditunjuk untuk membangun kota miniatur ini. Setelah melakukan studi banding ke Beaconsfield, dia mulai mendesain sebuah kota mini yang mampu mengikuti perkembangan kemajuan zaman. Madurodam kemudian menjadi sebuah kota miniatur yang dibangun sebagai monumen peringatan yang sekaligus menjadi sarana hiburan. Tujuannya jelas, menyalurkan keuntungan yang diperoleh kepada sanatorium yang didirikan oleh Boon-Van der Starp. Dalam perkembangannya, ‘Madurodam Support Fund Foundation’ saat ini bahkan telah mendukung berbagai badan amal di seluruh Belanda.

Kesuksesan Madurodam hingga saat ini tak lepas dari strategi yang diterapkan di masa awal pengoperasiannya. Segera setelah taman ini selesai dibangun, pengurus kota miniatur ini menobatkan Putri Beatrix sebagai ‘walikota’ pertamanya. Figur Putri Beatrix yang sangat populer di kalangan para bangsawan nasional dan mancanegara saat itu, mampu mengangkat citra Madurodam hingga ke tingkat dunia dalam waktu singkat. Posisi Putri Beatrix sebagai walikota Madurodam mendatangkan banyak dukungan dari berbagai kalangan, hingga tempat ini terus berkembang dari waktu ke waktu.