“Gua Maria Lourdes” Puh Sarang

0

Selain terkenal dengan tahu takwanya, Kediri juga memiliki wisata religi bagi kaum Nasrani yaitu Gua Maria Lourdes dan Gedung Gereja yang bangunannya kuno dan Unik. Komplek wisata religi ini terletak di desa Puhsarang Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, atau berada di kaki gunung Wilis, Kediri Jawa Timur.

puhsarang


Gua Maria Lourdes
Gua Maria Lourdes merupakan tujuan utama dari para peziarah. Gua Maria Lourdes merupakan replika Gua Maria Lourdes di Perancis. Sejak akhir tahun1998 disini diadakan misa malam Jumat Legi pukul 00.00 WIB.
Suasana disini bak di negeri dongeng, dimana terdapat figur patung yang sangat indah di dalam gua, yaitu patung Bunda Maria yang memiliki tinggi 3,5 meter. Gua Maria Lourdes dikelilingi taman yang sangat rindang nan asri serta luas. Area taman berbentuk landscaping yang memanfaatkan potensi lahan yang ada. Begitu pula dengan jalan setapak yang seluruhnya terbuat dari batu.
Selain Berdoa di depan Patung Bunda Maria, peziarah dapat mengambil air minum atau meminumnya ataupun mencuci muka di 12 pancuran Air yang ada di sebelah gua Maria. 12 pancuran melambangkan 12 rasul Yesus ketika masih mengajar dan berkarya di dunia. Banyak orang yang merasa mendapat kesegaran jasmani dan rohani setelah minum air tersebut, sehingga tidak sedikit mereka yang minum disana bahkan membawa pulang air tersebut. Untuk peziarah yang tidak membawa tempat air, dapat membelinya di pertokoan yang ada disepanjang jalan menuju gua Bunda Maria. Selain menjual tempat air juga menyediakan pernak pernik dan kebutuhan sembahyang.

visitJalan Salib Bukit Golgota
Tidak jauh dari Gua Maria Lourdes, peziarah dapat meneruskan perjalanan rohani ke Jalan Salib. Jalan Salib merupakan salah satu diorama seukuran manusia yang menawarkan ‘gambaran’ reka peristiwa penyaliban. Disini menggambarkan kisah alkitab saat penyaliban. Setiap kejadian digambarkan dalam bentuk diorama patung. Menapak jalan-jalan berbukit ini, dan mengapresiasi patung-patung yang ada, menjadi pengalaman tersendiri bagi pengamatnya. Makna yang ditawarkan disini dapat memberikan kesan yang sangat mendalam dan menambah keimanan.
Bangunan Gereja Kuno, Unik nan Eksotis
Gereja Katolik di Puh Sarang didirikan oleh Ir Henricus Maclaine Pont pada tahun 1936 atas permintaan Pastor Paroki Kediri, Pastor H Wolters CM. Bangunan gereja mirip dengan bangunan gedung museum di Trowulan yang menyimpan peninggalan sejarah kerajaan Majapahit (gedung tersebut telah hancur tahun 1960). Pastor H Wolters CM meminta agar sedapat mungkin digunakan budaya lokal dalam membangun gereja di Stasi Puh Sarang, yang merupakan salah satu Stasi dari Paroki Kediri pada saat itu.
Dilihat dari jauh, gereja ini mirip perahu yang menempel pada sebuah bangunan mirip gunung. Bangunan mirip gunung ini melambangkan gunung Ararat dimana dulu perahu Nabi Nuh terdampar setelah terjadi air bah yang menghukum umat manusia yang berdosa. Sedangkan bangunan mirip perahu melambangkan perahu nabi Nuh yang menyelamatkan Nuh dan keluarganya yang percaya pada Allah bersama binatang-binatang lainnya.
Bangunan gereja ini memiliki dua bagian, yaitu Bangunan Induk dan Bagian Pendapa. Bangunan induk merupakan bagian sakral atau kudus, terdapat Altar dan Sakramen Mahakudus, Bejana Baptis, Sakristi dan tempat pengakuan dosa. Dalam budaya Jawa, gunung atau gunungan adalah lambang tempat yang suci dimana manusia bisa bertemu dengan penciptanya.
Altar memiliki bentuk yang khas, terbuat dari batu massif yang dipahat sehingga terlihat seekor rusa yang sedang minum air (melambangkan mereka yang sudah dibaptis), sedangkan rusa lainnya sedang menunggu minum air (menggambarkan mereka yang akan dibaptis atau katekumen). Air yang mengalir dari 7 sumber melambangkan 7 sakramen dalam gereja sesuai dengan tata Konsili Vatikan II tahun 1965.
Sedangkan Bagian Pendapa merupakan ruangan terbuka dan tidak ada hiasan sama sekali. Disini terdapat Gapura mirip candi yang terbut dari batu. Disekeliling tembok terlihat 14 stasi Jalan Salib. Selain itu ada pula Menara Henricus dan Gapura St Yosef.

foto