Eksotika Wisata Kabupaten Bangkalan

0

a2

Saat berada dipuncak mercusuar pemandangannya begitu memukau, mata kami leluasa melihat seluruh pemandangan yang ada dibawahnya, dengan mengitari puncak mercusuar.

Dalam episode leisure wisata dalam negeri kali ini, Anda akan kami ajak menikmati pesona wisata yang ada di Kabupaten Bangkalan. Bangkalan merupakan salah satu Kabupaten di seberang ujung barat Pulau Garam, bagi Anda yang sama sekali belum pernah berkunjung ke Bangkalan, ada dua alternatif jalan yang bisa ditempuh. Pertama, Anda bisa melewati jembatan Suramadu, sedangkan yang kedua bisa melewati jalur laut, menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Perak Surabaya menuju Pelabuhan Kamal, yang ada di Bangkalan. Kami memilih menggunakan kapal feri menuju Bangkalan, karena pemandangan disekitarnya sangat menarik untuk dinikmati.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Maneron, terletak di Desa Maneron, Kecamatan Sepulu, sekitar 30 Km dari kota Bangkalan. Tidak banyak wisatawan yang tau keberadaan pantai ini, mungkin karena masih alami, serta jalan untuk menuju pantai Maneron hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, atau sepeda motor, dan jalanannya pun masih sempit. Kami harus berjalan sekitar 1 Km dari jalan raya untuk menuju pantai, perjalanan yang jauh ini tidak begitu melelahkan, karena jalan yang kami lalui harus melewati pematang sawah, dengan pemandangan hamparan sawah hijau, serta saung-saung alami untuk berteduh dan beristirahat.

Mendekati bibir pantai kami disambut dengan hutan bakau atau mangrove, yang berada di sepanjang sungai menuju muara pantai. Beberapa saat kemudian, ahirnya kami sampai juga di bibir pantai Maneron. Pantai ini memiliki panjang kurang lebih 1 Km, berpasir putih dan menghadap kearah barat, merupakan tempat yang sangat bagus untuk menikmati sunset. Karena masih alami, tidak ada sarana dan prasarana yang memadai untuk wisatawan. Dari Maneron, perjalanan kami lanjutkan sejenak ke daerah Mlajah, menuju Makam dan Masjid Syaichona Kholil. Setiap harinya objek wisata religi ini selalu penuh sesak oleh puluhan bus-bus peziarah dari luar kota.

Tak lengkap rasanya kalau ke Bangkalan tidak menikmati kuliner di Warung Amboina. Warung yang sudah buka sejak tahun 1965 ini juga menjadi jujukan wisatawan, tapi sayang, saat kami tiba disana warung Amboina tutup lebih awal, karena sudah habis. Ahirnya menu makan siang kami alihkan ke warung Nya Letek, yang juga berusia puluhan tahun, dengan menu nasi campur khas tempo dulu. Setelah semua perut terisi penuh, perjalanan kami lanjutkan menuju Mercusuar Sembilangan yang ada di desa Tanjung Piring, Kecamatan Socah.  Sebelum sampai lokasi, kami disambut hujan yang begitu deras, setelah berteduh selama satu jam, ahirnya perjalanan kami lanjutkan.

Dari kejauhan, Mercusuar atau Menara Suar Sambilangan tampak berdiri begitu kokoh, meski usianya sudah 134 Tahun. Mercusuar ini dibangun pada tahun 1879 saat masa penjajahan Belanda, oleh ZM. Willem III, seperti yang tertera pada plakat mercusuar. Bangunan ini memiliki 16 lantai, dengan ketinggian lebih dari 50 meter diatas permukaan tanah. Untuk sampai dipuncak mercusuar kami harus melalui ratusan anak tangga, yang terbuat dari besi dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Disetiap lantai terdapat jendela kaca yang bisa dibuka tutup, sehingga memungkinkan kami untuk melihat pemandangan indah, disekitar mercusuar dari berbagai penjuru.

Saat berada dipuncak mercusuar pemandangannya begitu memukau, mata kami leluasa melihat seluruh pemandangan yang ada dibawahnya, dengan mengitari puncak mercusuar. Hijaunya alam serta birunya laut dan langit, berpadu menjadi satu kesatuan, memberikan pesona yang luar biasa. Setelah dari Mercusuar Sambilangan, perjalanan kami lanjutkan untuk menikmati makan malam di restoran Ole Olang, yang jaraknya berdekatan dengan Bebek Sinjay. Sebelum bertolak ke Surabaya, kami memutuskan untuk menikmati suasana malam Jembatan Suramadu, tepatnya 1 Km kearah kanan dari Tol Suramadu akses Madura. Dari sini kami bisa melihat lengkungan jembatan yang pas, saat berpadu dengan gemerlap lampu-lampu yang menghiasinya.