CITARASA KULINER BANYUWANGI

0

a1

Dalam episode Leisure dalam negeri kali ini, kami akan mengajak Anda menikmati citarasa kuliner-kuliner dari Kabupaten Banyuwangi, yang juga merupakan bagian dari Kerajaan Blambangan. Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten terluas di Jawa Timur, jarak antara Banyuwangi dan Surabaya kurang lebih 240 Km. Kabupaten ini merupakan jalur lintas menuju Pulau Dewata dan tempat akulturasi kebudayaan dari berbagai daerah.  Budaya masyarakat Banyuwangi diwarnai oleh budaya JawaBaliMaduraMelayu, Eropa dan budaya lokal, yang berakulturasi dan akhirnya menjadi ciri khas yang tidak ditemui di wilayah manapun, di Pulau Jawa.

Mayoritas penduduk Kabupaten ini adalah suku Osing, yang merupakan penduduk asli Banyuwangi. Selain suku Osing terdapat juga suku Madura, Jawa, Bali dan Bugis. Suku Osing menggunakan bahasa Osing, yang dikenal sebagai salah satu ragam tertua dari bahasa Jawa. Akulturasi budaya yang ada di Banyuwangi juga berpengaruh terhadap makanan khas atau kuliner Kabupaten ini. Bagi Anda pecinta dan penikmat wisata kuliner, menikmati citarasa kuliner Banyuwangi merupakan pengalaman yang menyenangkan, Rujak Soto, Sego Tempong, Sego Cawuk, Sale Pisang dan Bagiak, merupakan kuliner khas Banyuwangi.

Rujak Soto adalah makanan khas yang paling terkenal di Banyuwangi, rujak ini sebenarnya merupakan perpaduan antara rujak cingur, seperti rujak Jawa Timur pada umumnya, yang dicampur dengan soto babat. Rujak yang terdiri dari lontong, timun, sayuran, tahu dan tempe, diberi bumbu rujak yang terbuat dari kacang dan petis, kemudian disiram dengan kuah soto babat yang masih panas. Bagi kami awalnya terlihat aneh, namun ketika kami mulai memakannya, sensasi citarasa rujak yang bercampur gurih dan lezat soto babat, benar-benar maknyus. Tidak sulit mencari penjual Rujak Soto ini, di pusat kota Banyuwangi juga banyak dijumpai penjual kuliner ini.

Selain rujak, di Banyuwangi juga ada Sego Tempong dan Sego Cawuk. Sego Tempong merupakan nasi dengan sambal yang pedas dan khas, dengan lauk seperti ikan, ayam, empal, serta tahu dan tempe. Dinamakan Sego Tempong, karena setiap orang yang habis menyantap nasi sambal ini seperti di Tempong (tampar). Sambal yang digunakan memang sambal khusus, terbuat dari tomat serta terasi spesial, yang terbuat dari bahan baku ‘Teri Nasi’, bukan udang seperti pada umumnya. Teri warna putih yang sudah dikeringkan ini, ternyata mempunyai kelezatan tersendiri. Bagi Anda penyuka dan penikmat makanan pedas, Sego Tempong layak dicoba.

Selain Sego Tempong disini juga ada Sego Cawuk atau Sego Janganan, Sego Cawuk merupakan nasi yang disajikan dengan sayuran, terbuat dari kelapa parut dengan sambal atau gecok. Nasi putih yang diberi sayuran, dilengkapi dengan sambal khusus, dengan lauk seperti ikan pepes, kikil, telur rebus dan lain sebagainya, rasanya asem manis dan gurih, bercampur menjadi satu. Sensasi rasanya memang beda dengan masakan-masakan lainnya, Sego Cawuk umumnya adalah sebagai menu sarapan pagi, konon Sego Cawuk ini merupakan menu favorit Syekh Siti Jenar. Setelah asyik menikmati masakan Banyuwangi, kami melanjutkan berburu oleh-oleh khas kota ini.

Sale Pisang dan Bagiak merupakan jajanan khas Banyuwangi, oleh karena itu kami berburu jajanan  ini sebagai oleh-oleh. Sale pisang Banyuwangi terdapat berbagai varian, ada yang kering seperti kripik, ada yang agak basah, serta ada pula inovasi molen sale pisang. Daerah penghasil sale pisang di Banyuwangi terdapat di daerah Songgon, Klatak, Singonegaran, Bangorejo dan daerah lainnya. Selain sale pisang kami juga berburu Bagiak, Bagiak merupakan kue tradisional asal Banyuwangi. Kue  ini terbuat dari tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut dan bahan lainnya, rasa dari kue ini manis, gurih dan garing dengan aroma kayumanis.