BRUGGE Venice of The North

0

luar-negeriKetertarikan Agung Basuki, pemilik situs www.TravelHemat.com dan www.TravelHematShop.com untuk mengunjungi Brugge, sebuah kota medieval di daerah Flanders – Belgia sudah sekian lama terpendam.

Jika Anda menuju Brugge menggunakan kereta api, kereta api yang Anda tumpangi dari Antwerp Centraal Station menuju Brugge tampak istimewa jika dibandingkan dengan kereta antar kota lainnya. Selain masih baru dengan desain post-modern pada interiornya, warna-warna yang dipakai terhitung cukup ‘berani’ namun tetap nyaman dipandang mata. Gerbong kereta dicat warna perak dengan kombinasi warna hot-pink pada pintu masing-masing gerbongnya, sementara di bagian dalam kereta didominasi warna hijau turquise dipadukan warna abu-abu muda dengan jok berwarna biru terang.

Perjalanan menuju Brugge memakan waktu 50 menit ke arah barat Antwerp. Anda bisa merasakan bahwa kota yang satu ini memang punya daya magnet tersendiri bagi para pelancong. Anda akan berjumpa dengan berbagai turis Mancanegara dalam gerbong kereta yang akan Anda tumpangi, dan juga beberapa mahasiswa Indonesia, yang kebetulan sedang melakukan study-tour ke Eropa. Saat tiba di Stationplein Brugge, suasana internasional terasa makin kental. Anda akan menyaksikan banyak sekali wisatawan beserta perlengkapannya hilir mudik di sana. Berbagai bahasa yang ‘aneh-aneh’ terdengar di sana-sini.

Menurut kantor informasi wisata yang ada di stasiun, ada beberapa alternatif untuk menikmati keindahan Brugge. Anda bisa mengikuti city-tour mengendarai minibus dengan guide berbahasa Inggris, city-tour dengan naik kereta kuda, naik bus umum yang terminalnya persis di depan stasiun menuju pusat kota yang berangkat setiap 15 menit, menyewa sepeda yang juga tersedia di samping bangunan utama stasiun, atau yang paling murah, berjalan kaki dengan membawa buku petunjuk wisata yang bisa Anda beli seharga 1.20 Euro.

Tempat pertama yang bisa Anda kunjungi adalah Minnewater, yang lebih populer dengan sebutan ‘the lake of love’ – yang katanya adalah salah satu tempat paling romantis di Brugge. Sebenarnya, minnewater adalah sebuah taman dengan rerumputan hijau yang membentang sepanjang aliran air dan pepohonan rindang yang tinggi besar menjulang, membuat suasana teduh dan damai terutama pada siang hari yang panas. Di tempat itu pula mengalir anak sungai yang di kiri-kanannya terdapat beberapa bangunan tua bekas kastil yang saat ini sudah banyak berubah fungsi menjadi restoran, café, hotel maupun perkantoran. Suara gemericik air sungai, kicau burung bersahut-sahutan dan desiran angin sepoi-sepoi memang benar-benar membangkitkan suasana romantis.belfry

Anda bisa menyempatkan diri untuk menyantap ‘smosh’ – roti keras khas Prancis ukuran besar yang bentuknya mirip sebuah pentungan diisi dengan salad, potongan buah tomat segar, potongan telur rebus, ikan tuna, daging asap dan mayonnaise serta sekaleng nestea dingin rasa buah apricot. Dari sini Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Wijngaardstraat di mana banyak terdapat toko cendera mata yang menjual kain bordir warna putih, yang sering juga disebut dengan lace, mulai dari ukuran kecil sampai besar dengan bermacam ornamen dan hiasan yang cantik dan menarik.

Dari kejauhan Anda akan melihat The Belfry Tower yang terletak pas di pusat kota Brugge, kalo Anda naik kepuncak menara Belfry, Anda bisa melihat keindahan seluruh sudut kota yang unik. Perjalanan menuju pusat kota penuh dengan hal yang menarik, sepanjang jalan yang akan Anda lalui rata-rata sempit dan terbuat dari susunan bebatuan, persis seperti situasi kota Venesia – Italia.
Kretifitas pemilik toko untuk menarik perhatian orang yang lewat dikota ini memang patut diacungi jempol. Sebuah toko yang menjual permen coklat misalnya, menghias etalasenya dengan aneka bentuk dan warna barang dagangannya ditambah dekorasi berlatar belakang benteng ala zaman Romawi lengkap dengan serdadu-serdadu mungil berbaju zirah yang membawa pedang terhunus dan bertameng.Tidak cuma itu, tampak pula beberapa pasukan berkuda membawa bendera kebesaran Romawi berlarian di atas ‘bukit’. Saya semakin keheranan dan takjub begitu mendengar penjelasan dari si empunya toko, bahwa semua yang barusan saya lihat tadi, dibuat sendiri olehnya dengan bahan dasar cokelat.