Tak Harus Berbakat untuk Bisa Berkarya




BerkaryaBeragam aktivitas bisa dilakukan untuk mengisi waktu senggang ataupun pada saat libur seperti dengan membuat hasil kerajinan tangan. Selain menambah skill jika ditekuni dengan serius membuat sebuah kerajinan tangan akan menghasilkan uang yang jumlahnya tidak sedikit.
Menghasilkan sebuah kerajinan tangan tidaklah harus memiliki bakat atau keahlian terlebih dulu, karena pada dasarnya setiap orang bisa untuk membuat kerajinan tangan.

Wiwit Supardi, seorang pengrajin dari bahan enceng gondok yang sering memberi pelatihan tentang membuat kerajinan tangan dari enceng gondok mengatakan, bahwa tanpa memiliki bakat khusus pun masyarakat bisa membuat kerajinan ini (kerajinan dari enceng gondok, red), karena yang terpenting adalah kemauan.
Ia menceritakan bahwa ia memulai merintis Wiwit Collection pada tahun 2007. Awalnya ia mendapatkan pelatihan PKK yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya yang bertempat di desa Kebraon tempat dia tinggal. Awalnya juga tidak bisa, tetapi dengan kemauan yang keras akhirnya ia pun bisa membuatnya. Yang penting kita bisa membuat barang yang cantik dan menarik, sehingga bisa memikat orang untuk membelinya. Waktu yang dibutuhkan agar bisa membuat kerajinan dari enceng gondok paling cepat dua hari, tergantung tingkat kerumitannya.
Wiwit menambahkan, membuat kerajinan dari bahan enceng gondok tidaklah sulit apalagi bahan dasarnya murah dan mudah didapatkan. Untuk mendapatkan enceng gondok cukup mudah, kita bisa membeli enceng gondok yang sudah dikeringkan di daerah Kebraon. Bahkan enceng gondok kering di daerah ini banyak dibeli oleh orang-orang luar Surabaya. Harga enceng gondok kering hanya Rp 4 000/kg. Biasanya satu kilo enceng gondok kering bisa menghasilkan 3 tas kecil atau 2 tas besar, atau 3 tempat tisu.
Berbagai macam jenis kerajinan tangan dihasilkan dari enceng gondok, seperti tas, tempat tisu, sandal, souvenir, sampul album, bantal kursi, keranjang, dan tempat sampah. Semua bahannya memanfaatkan lembah alam, dengan bahan dasarnya enceng gondok ditambah dengan pernak pernik dari biji-bijian, karung goni, kulit dan lain sebagainya. “Alhamdulillah, keuntungan yang saya peroleh cukup untuk mencukupi kebutuhan keluarga”, tambah Wiwit.
Untuk merawat benda dari enceng gondok adalah cukup meletakkannya di suhu normal. Jangan letakkan di udara lembab karena akan berjamur. Jika ingin dibungkus, maka bungkuslah dengan kain berpori-pori.
Hal senada diungkapkan oleh Dian, Owner Gurita Art Collection mengenai menghasilkan kerajinan tangan tak harus punya bakat terlebih dulu. Yang penting adalah niat dan kemauan untuk mewujudkan dan untuk bisa. Ia menceritakan awalnya ia tidak bisa membuat kerajinan tangan. Namun dengan niat dan kemauan untuk bisa, akhirnya saya dapat membuat kerajinan dari logam dan fiber.
Ada beberapa jenis kerajinan logam yang dihasilkan oleh Dian, seperti bentuk piala, plakat, gantungan kunci, pin, bross, logo perusahaan, trophy, cinderamata yang semuanya kebanyakan khas Surabaya. Dian menambahkan, untuk bisa membuat benda-benda tersebut hampir semua orang bisa, asalkan mempunya niat dan mau belajar. Mudah tidaknya tergantung yang melaksanakannya, lama tidaknya juga tergantung dari wawasan yang dia terima. Untuk kerajinan yang terbuat dari fiber waktu yang dibutuhkan cukup satu hari. Semakin banyak belajar akan semakin ahli.
Setelah menghasilkan barang kerajinan tangan, terkadang seseorang mengalami kebingungan untuk menjual hasil karyanya. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memasarkan adalah dengan jalan dengan getok tular (dari mulut ke mulut), mengikuti pameran-pameran, menyebarkan kartu nama, dititipkan ke outlet-outlet, pasang Iklan atau dengan mendisplay barang-barangnya di dunia maya.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*