Sumenep Citarasa Madura (Part 2)




1-1

Setelah diepisode yang lalu kami ajak Anda menikmati dan melihat peninggalan Raja-raja Sumenep seperti Keraton, benda-benda bersejarah yang ada di Museum Sumenep, kompleks pemakaman Raja-raja Sumenep dan Masjid Jamik Sumenep yang termasuk dalam 10 Masjid tertua di Indonesia dengan gaya arsitektur yang unik, dalam episode kali ini kami ajak Anda menikmati Alam, Wisata Pesisir dan Budaya yang ada di Kabupaten Sumenep.

Tidak lengkap rasanya menikmati citarasa wisata Kabupaten Sumenep kalau belum berkunjung ke daerah pesisir, menikmati eksotika pantai-pantai yang ada di Kabupaten ini. Menurut informasi yang saya dapat, ada tiga pantai di Kabupaten Sumenep yang memiliki keindahan dan pesona yang luar biasa. Ada dua pantai yang sudah terkenal dan sering dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan lokal maupun mancanegara, yaitu pantai Slopeng dan pantai Lombang. Selain dua pantai itu, ada satu pantai lagi, yaitu pantai Badur yang beberapa tahun ini juga sering dikunjungi oleh banyak wisatawan dan keberadaannya belum banyak diekspos media.

Agar bisa menikmati suasana pagi dan segarnya udara pantai, kami berangkat pagi-pagi sekali menuju pantai, dari hotel dimana kami menginap. Pantai pertama yang kami kunjungi adalah pantai Slopeng yang ada di Kecamatan Dasuk, jaraknya sekitar 25 Kilometer barat daya dari pusat kota. Setelah kurang lebih 30 menit berkendara dengan sepeda motor yang kami sewa, ahirnya kami sampai juga di pantai Slopeng. Sebelum memasuki pintu masuk pantai, dari kejauhan kami sudah merasakan keindahan pantai slopeng ini, yang dipenuhi oleh gundukan pasir putih yang elok dan pohon Nyiur yang melambai diketinggian, seolah menyambut kehadiran kami, maklum pantai ini memang terkenal dengan gunung pasirnya.

Ketika memasuki area utama pantai Slopeng, kami langsung menuju bibir pantai. Disebelah barat pantai kami melihat iring-iringan perahu nelayan yang baru saja pulang dari melaut, sedangkan disebelah timur pantai kami melihat gunung-gunung pasir yang dipenuhi dengan pohon Kelapa dan Siwalan, serta pohon-pohon cemara udang yang sedang dibudidayakan dipantai ini. Kami juga sempat menunggang kuda menyusuri bibir pantai dan menaiki perahu menuju laut lepas, karena menurut warga disini, kalau kami beruntung kami dapat melihat ratusan ikan lumba-lumba yang menghuni laut lepas di pantai ini. Namun sayang, kami saat itu tidak melihat satu ekorpun ikan lumba-lumba, mungkin karena kedatangannya yang tidak bisa diprediksi.

Warga disini juga memiliki budaya Lomba Ayam Sapsap, yaitu sejenis ayam hutan yang diadu kecepatannya untuk terbang dari tengah pantai menuju gundukan-gundukan gunung pasir yang ada di tepi pantai. Ayam yang memiliki kemampuan untuk terbang sejauh mungkin, akan menjadi pemenangnya, ujar Pak Hamid salah satu nelayan yang perahunya kami tumpangi.

asyik menikmati pesona pantai Slopeng, perjalanan kami lanjutkan menuju pantai Badur yang ada di Kecamatan Batu Putih. Pantai Badur berjarak kurang lebih 15 Kilometer kearah timur dari pantai Slopeng. Karena belum banyak diekspos media dan jalan menuju tempat ini kurang begitu mulus, serta agak susah dilalui karena medannya yang berat, tidak banyak wisatawan atau backpaker yang mengetahui keberadaan pantai ini. Sesudah melalui perjalanan yang menguras tenaga, ahirnya rasa penat dan letih kami, terbayar dengan eksotika pantai Badur yang mendecak kagum mata kami. Birunya langit yang berpadu dengan birunya laut membuat suasana hati kami mendapatkan ketenangan yang luar biasa.

Di pantai ini terdapat sebuah Goa, warga disini menyebutnya Goa Badur. Di dalam Goa Badur terdapat stalaktit dan stalakmit, serta legenda unik yang sampai saat ini masih tersimpan rapat, yaitu legenda mengenai keberadaan batu yang berbentuk sapi dan manusia, ada yang mengatakan batu itu merupakan jelmaan dari penunggu Goa Badur. Ada juga sebuah batu yang diyakini sebagai makam atau prasasti, yang konon desa Badur memiliki hubungan dengan legenda Raja-raja yang ada di Bali.

Perjalanan kami lanjutkan ke desa Leggung Timur dan pantai Lombang, Kecamatan Batang-batang. Pantai Lombang adalah salah satu pantai di Dunia yang memiliki keunikan tersendiri dengan keindahan pohon-pohon cemara udangnya yang memenuhi seluruh pantai. Pantai ini dikenal dengan pantai beribu cemara, tidak hanya pohon cemara, warga disini juga membudidayakan dan menyediakan bonsai-bonsai cemara udang yang unik, bagi Anda yang hobi dengan tanaman hias atau bonsai.

Sebelum ke pantai Lombang kami mengunjungi desa Leggung Timur yang terkenal dengan manusia pasirnya. Banyak orang menyebut manusia pasir, karena semua rumah warga yang ada di desa ini, di dalam rumahnya memiliki kolam atau tempat tidur pasir, bahkan seluruh lantai dan halaman rumah-rumah warga disini didominasi oleh pasir. Ada keterkaitan antara pasir dan kehidupan mereka, berada dekat dengan pasir bagi mereka memberikan ketenangan dan kenyamanan tersendiri. Mulai dari melahirkan, tidur, bermain, bersantai, meregang nyawa dan sebagainya, dilakukan di atas pasir.

Tidur di atas pasir bagi mereka adalah sebuah tradisi, yang memberikan manfaat tersendiri, mereka meyakini bahwa pasir itu mudah dibersihkan, dingin dan nyaman, serta dapat menjadi terapi untuk berbagai penyakit. Meskipun mereka adalah orang kaya, mereka tetap tidur diatas pasir, springbed yang mereka punya, mereka khususkan hanya untuk tamu-tamu mereka. Yang lebih uniknya lagi, ketika mereka bepergian keluar kota, mereka membawa pasir dalam jumlah yang besar atau sedikit, meski hanya sekedar mereka taruh dikantong celana, maupun didalam sepatu atau alas kaki yang mereka pakai. Berada didekat pasir bagi mereka memberikan ketenangan dan kenyamanan tersendiri.

Setelah asyik menikmati indahnya wisata pesisir Kabupaten Sumenep, ahirnya kami kembali ke hotel dimana kami menginap, sebelum ahirnya pulang menuju Surabaya. Dalam perjalan kami melihat sebuah lapangan terbang, ternyata di Kabupaten Sumenep ini juga memiliki lapangan terbang, yaitu Bandara Udara Trunojoyo, yang dikhususkan untuk pesawat-pesawat kecil.

1-2




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*