Sambut Lebaran Dengan Tradisi




4Lebaran merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri, setelah berpuasa satu bulan penuh. Banyak tradisi yang kita jumpai pada masyarakat kita, untuk menyambut Lebaran atau perayaan hari raya Idul Fitri ini, baik sebelum atau sesudahnya.

Kata Lebaran, mungkin sering kali Anda ucapkan dan sudah menjadi tradisi, ketika menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, tapi tahukah Anda apa arti kata Lebaran yang sebenarnya. Kata Lebaran sendiri berdasarkan linguistik (ilmu bahasa) ternyata tidak ada keterangan dan rujukan yang baku, sehingga istilah ‘Lebaran’ diterima sebagai ungkapan khusus yang ada begitu saja serta hidup di dalam keseharian masyarakat luas. Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan kata ‘Lebaran’ sebagai hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Hari raya ini disebut dengan Idul Fitri, sedangkan ‘Lebaran Besar’ adalah istilah untuk menandai hari raya Idul Adha atau disebut juga ‘Lebaran Haji’, tidak ada penjelasan dari mana asal usul kata ini dan apa saja rujukannya dan masyarakat juga tidak terlalu memperdulikannya. Sebagian orang Jawa beranggapan istilah ‘Lebaran’ berasal dari ungkapan bahasa Jawa ‘wis bar (sudah selesai)’, maksudnya sudah selesai menjalankan ibadah puasa. Kata ‘Bar’ sendiri adalah bentuk pendek dari kata ‘Lebar” yang artinya ‘Selesai’.

Dalam bahasa Jawa dikenal tingkatan bahasa yang berbeda dan berlaku untuk kelompok masyarakat tertentu, kata ‘Bubar’ dan ‘Lebar’ maknanya sama, tapi kata ‘Bubar’ digunakan oleh masyarakat awam, sedangkan kata ‘Lebar’ digunakan oleh para priyayi (bangsawan), sebagai istilah yang lebih halus atau sopan. Selanjutnya kata ‘Lebar’ diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan akhiran ‘an’, menjadi istilah umum yang kita kenal sekarang yaitu ‘Lebaran’, yang artinya kurang lebih, tradisi perayaan hari raya bersama, dengan handai taulan setelah selesai menjalankan ibadah puasa.

Lebaran merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin merayakan hari raya Idul Fitri, setelah berpuasa satu bulan penuh. Banyak tradisi yang kita jumpai pada masyarakat kita, untuk menyambut Lebaran atau perayaan hari raya Idul Fitri ini, baik sebelum atau sesudahnya, mulai dari tadisi memberikan THR, Mengirim Parsel, Mudik, Takbir Keliling, Pembagian Zakat, Sholat Id, Ketupat Lebaran, Halal Bihalal, Ziarah, Rekreasi Bersama Keluarga, Kupatan (Lebaran Ketupat) dan lain sebagainya.

Itulah beberapa tradisi yang umum dilaksanakan di negeri ini, selain tradisi lain disetiap daerah yang memiliki adat dan budaya yang berbeda. Bagi Anda yang bekerja pada sebuah perusahaan, biasanya mereka akan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) bagi karyawannya, beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri yang sudah menjadi tradisi di setiap perusahaan dan sudah diatur oleh ketetapan pemerintah. Selain memberikan THR, setiap perusahaan serta pebisnis atau pengusa biasanya juga mengirimkan Parsel-Parsel Lebaran bagi kolega dan rekan-rekan bisnis mereka.

5Menjelang hari raya tempat-tempat perbelanjaan ramai dengan pengunjung, yang ingin memenuhi kebutuhannya untuk menyambut hari raya, mulai dari kebutuhan pokok sampai baju baru, ramai diserbu pengunjung. Bagi Anda yang ada di rantau, mudik sudah menjadi tradisi tahunan, untuk menikmati Lebaran bersama keluarga besar tercinta di kampung halaman. Persiapan mudikpun biasanya dilakukan jauh hari sebelumnya, seperti menyiapkan kendaraan pribadi yang ingin dipakai atau membeli tiket untuk kendaraan umum baik untuk keberangkatan dan kepulangan.

Sehari menjelang hari raya diadakan persiapan untuk pembagian zakat, yang dikoordinir oleh amil zakat, sedangkan malam harinya umat muslim mengadakan takbiran di surau atau di masjid-masjid, untuk mengagungkan nama Allah, serta mengadakan acara takbir keliling di setiap kota, yang dikoordinir oleh pemerintah dan sudah menjadi tradisi tahunan. Esok harinya umat muslim barulah mengadakan Shalat Id (Idul Fitri), yang dilaksanakan di masjid-masjid atau lapangan-lapangan yang dijadikan tempat untuk melakukan shalat Id, sebagai tanda berahirnya bulan Ramadhan (puasa) dan memasuki tanggal 1 bulan Syawal.

Setelah melakukan shalat Id, barulah melakukan tradisi bersalam-salaman dan bermaaf-maafan dengan mengunjungi tetangga, sanak saudara, keluarga besar dan teman. Disini disajikan kue-kue kering dan beberapa makanan lezat khas Lebaran, dan biasanya masakannya disesuaikan dengan tradisi masing-masing disetiap daerah, seperti opor, sate, soto, gulai dan lain sebagainya. Bagi mereka yang anggota keluarganya sudah meninggal dunia, mereka biasanya berziarah mengunjungi kuburannya setelah melakukan shalat Id. Sedangkan mereka yang tidak bisa mudik atau berjauhan biasanya menggunakan telfon, sms atau internet untuk bermaaf-maafan antara satu dengan yang lainnya.

Setelah Lebaran, tradisi yang biasanya lekat dengan masyarakat kita adalah mengadakan acara Halal Bihalal. Halal Bihalal adalah sebuah tradisi saling meminta dan memberi maaf satu sama lain, dalam satu kelompok, baik oleh kelompok dari suatu daerah tertentu, keluarga besar, kelompok kerja, organisasi sosial-politik, perusahaan swasta maupun intansi pemerintah, yang masih dalam suasana Lebaran. Sedangkan seminggu setelah hari raya Idul Fitri, juga ada tradisi yang disebut dengan ‘Kupatan’ atau hari raya (lebaran) ketupat, dengan membuat masakan yang berbahan dasar ketupat dan dibagi-bagikan untuk tetangganya, tradisi ini berbeda-beda disetiap daerah sesuai dengan adat dan kebudayaannya.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*