Ruang Kantor Mempengaruhi Produktivitas

0

c2

Kantor bagi seorang karyawan merupakan rumah kedua, karena sebagian waktu dalam kesehariannya dihabiskan di kantor. Ruang kerja yang nyaman akan membuat kinerja dan performa budaya kerja yang positif bagi sebuah perusahaan. Pembagian ruang kerja dalam ruangan kantor biasanya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dari masing-masing karyawan. Kantor yang bersifat terbuka pada umunya akan memudahkan perusahaan untuk memantau dan mengevaluasi karyawan dan dinamisme perusahaan. Dengan ruang terbuka, pengawasan terhadap karyawan dan sistem kerja dapat dipantau hanya dalam satu ruangan besar.

Selain keuntungan, ruangan yang terbuka juga memberikan beberapa konsekuensi kerugian. Ruangan besar yang terbuka mendukung suasana gaduh dan ramai, tidak adanya sekat antara orang-perorangan, akan mendorong kondisi-kondisi yang ada menjadi bising. Menggabungkan ruang kerja beberapa karyawan kedalam ruangan besar secara bersama, juga dapat mengganggu konsentrasi karyawan saat bekerja. Apalagi jika ada teman atau tamu, orang perorangan dari setiap karyawan yang masuk dalam satu ruangan yang sama, akan membuat suasana ruangan bertambah bising, sehingga akan berpengaruh pada produktivitas kerja karyawan.

Begitu juga sebaliknya, suara ribut atau bising dalam ruang kantor, akan membuat pencitraan yang negatif, dari setiap tamu-tamu yang berkunjung. Suara ribut dan bising di ruang kantor juga akan menimbulkan stress pada karyawan, meskipun tingkatannya berbeda. Level kebisingan yang rendah dapat meningkatkan performa kerja karyawan, produktivitas, serta mendukung budaya kerja yang positif. Untuk bisa meredam kebisingan dalam ruang kantor dapat menggunakan karpet, pembatas ruang atau korden, sehingga suara-suara yang ada bisa diminimalisir atau diredam.