Pesona Romawi Dalam Nuansa Gothic (Bagian 2)




a1Tidak seperti lomba pacuan kuda pada umumnya, peserta Palio dihalalkan menggunakan berbagai macam trik dan muslihat untuk mengalahkan lawan-lawannya, termasuk trik yang paling kotor sekalipun

Lanjutan kisah Agung Basuki (pemilik TravelHemat.com dan TourLeaderGuide.com) saat berkunjung ke Siena beberapa waktu lalu.

Dari puncak menara lonceng Torre della Mangia saya dapat menyaksikan bangunan megah, dengan sebuah menara berbentuk segi empat, di perbukitan tertinggi kota Siena. Itulah gereja Kathedral dan campanile (menara gereja) Siena, yang sengaja dibangun lebih tinggi dari bangunan-bangunan lain di kota itu. Gereja ini memang berciri Romawi kuno, didominasi bebatuan marmer hitam-putih berbentuk segi empat, maupun pilar-pilar bundar yang menopang kubah (duomo) berbentuk lingkaran. Dari depan tampak sekali bangunan ini sangat dipengaruhi dengan nuansa gothic, seperti bangunan-bangunan kuno di Prancis, yang dipenuhi dengan ornamen berkesan ‘tajam’, berikut aneka relief dan ukiran seperti yang biasa terlihat di gereja Notre Damme pusat kota Paris.

Setelah mengunjungi beberapa kota lainnya di propinsi Tuscani, menurut saya bisa jadi Kathedral kota Siena ini merupakan satu-satunya yang paling kental dengan pengaruh Prancisnya. Meski dari segi kemegahan tidak bisa dibandingkan dengan Kathedral kota Milan, yang merupakan gereja gothic terbesar di Italia, namun gereja yang senantiasa direnovasi terus menerus sejak abad ke 13 sampai abad ke 19 ini bisa dikatakan sebagai salah satu bangunan terindah di Italia, apalagi dengan sentuhan Giovanni Pisano, seorang seniman terkenal Italia yang hidup di akhir abad ke 13, terutama pada ornamen di sekitar pintu masuk gereja.

Nama Siena memang identik dengan Palio, sebuah kompetisi berkuda yang diselenggarakan dua kali setiap tahun, pada bulan Juli dan Agustus, yang diikuti oleh sepuluh contrade. Siena sebenarnya terdiri atas 17 contrade (distrik), di mana masing-masing contrade selalu berusaha untuk memenangkan lomba Palio setiap tahunnya. Kemenangan dalam Palio memang merupakan sebuah gengsi tersendiri bagi para penduduk Siena. Karena hanya diikuti oleh 10 peserta yang mewakili 17 contrade yang ada di Siena, maka untuk bisa berpartisipasi dalam Palio setiap tahun, sebuah contrade harus bisa menjadi juara bertahan.

Dari 10 peserta yang diizinkan mengikuti lomba tersebut, 1 peserta adalah sang juara bertahan, 6 peserta lainnya ikut serta secara bergantian, sementara 3 peserta terakhir dipilih berdasarkan undian. Peserta, yang pada saat lomba didandani dengan kostum ala zaman pertengahan, diharuskan menunggangi kuda, yang juga didandani dengan berbagai atribut layaknya hendak berlaga di medan perang, dan berlomba-lomba menjadi yang tercepat mencapai garis finish. Arena perlombaan terletak tepat di tengah-tengah The Campo yang memang memiliki lapangan luas di tengah-tengahnya.

Untuk bisa memenangkan perlombaan, peserta diharuskan berpacu mengitari lapangan di tengah-tengah The Campo sebanyak 3 kali. Tidak seperti lomba pacuan kuda pada umumnya, peserta Palio dihalalkan menggunakan berbagai macam trik dan muslihat untuk mengalahkan lawan-lawannya, termasuk trik yang paling kotor sekalipun. Selama lebih dari 300 tahun, perlombaan ini selalu menerapkan aturan yang sama. Untuk sebuah perlombaan yang hanya berlangsung selama beberapa menit itu, dibutuhkan persiapan sepanjang tahun maupun negosiasi antar beberapa contrada untuk berkonspirasi mengalahkan contrada lainnya, terutama contrada asal sang juara bertahan.

Saking populernya, Palio menjadi semacam magnet tersendiri bagi para turis, bahkan acara ini sudah masuk dalam kalender resmi bagi kebanyakan tour operator di seluruh dunia. Yang lebih menarik, acara balap kuda tradisional ini juga menjadi ajang taruhan bagi penggemar judi berkuda. Para penjudi domestik dan mancanegara berbaur jadi satu, berunding dengan para tetua contrada. Tak heran, beberapa hari menjelang hari H diselenggarakannya Palio, hampir seluruh hotel yang ada di Siena dan sekitarnya bisa dipastikan sudah ‘fully booked’. Bisa dipastikan pula, harga kamar hotel di daerah itu jadi lebih mahal berlipat kali daripada harga saat off-season.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*