Pesona Panorama Bromo




20-1Untuk episode Leisure dalam negeri kali ini, kami mengunjungi kawasan gunung Bromo yang memiliki panorama dan pesona luar biasa, baik alam, budaya maupun keramahan penduduknya. Selain sebagai tempat wisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara, daerah bromo juga menjadi surga bagi para fotografer atau videografer yang hobi dan suka bersenggama dengan alam, melahirkan karya-karya yang luar biasa.

Bromo merupakan salah satu objek wisata di Jawa timur yang memiliki daya tarik luar biasa bagi wisatawan yang mengunjunginya, karena panorama dan pesonanya yang tidak akan didapatkan ditempat lain, apalagi Bromo merupakan salah satu gunung berapi yang memiliki status aktif. Gunung Bromo memiliki ketinggian, kurang lebih 2.500 meter diatas permukaan laut, disekitarnya terdapat ngarai (lembah) dan kaldera atau lautan pasir yang sangat luas, serta kawah yang mempunyai garis tengah yang panjangnya hampir satu kilometer.

Sesampainya disana suhu yang dingin langsung terasa, suhu disini mencapai 10°C jauh dibawah rata-rata kisaran suhu di Indonesia, bahkan ketika pagi menjelang suhu disini bisa mencapai 0°C. Untunglah kami membawa baju dingin dan jaket yang tebal, disana juga banyak pedagang kaos kaki, sarung tangan, syal dan topi kupluk yang dapat mengurasi rasa dingin yang menusuk. Kawasan Bromo merupakan tempat melihat matahari terbit paling indah di tanah air, banyak pengunjung disana yang rela menunggu sejak dini hari untuk tidak melewatkan moment ini.

Visit IndonesiaUntuk melihat matahari terbit ini kami harus menaiki gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini, medan yang harus dilalui untuk menuju gunung Pananjakan merupakan medan yang berat, tapi disini kami dengan beberapa pengunjung lainnya, menyewa mobil hardtop yang banyak disewakan untuk bisa sampai kelokasi. Sekitar pukul 04.40 pagi matahari mulai terbit perlahan, selama 30 menit kami dibuat takjub melihat keindahan matahari terbit dan pesona panorama Bromo yang bersebelahan dengan gunung Batok.

Setelah menyaksikan matahari terbit, kami kembali ke gunung Bromo, disana kami menyaksikan hamparan lautan pasir yang luasnya mencapai kurang lebih 10 kilometer persegi, meskipun gersang dan tiupan angin membuat pasir berterbangan tapi panorama disekitarnya begitu indah. Untuk menuju puncak gunung Bromo, kami harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga. Setelah sampai di puncak, disini kami melihat kawah gunung Bromo yang panjang diameternya hampir satu kilometer persegi.

Bagi suku tengger, Bromo dipercaya sebagai gunung suci, suku tengger adalah suku atau penduduk yang berada di kaki gunung Bromo. Menurut Yatno salah satu penduduk yang kami temui mengatakan bahwa, setiap tahun masyarakat (suku tengger) disana selalu mengadakan upacara adat Yadnya Kasada (Kasodo) pada bulan purnama, setiap pertengahan bulan kasodo (kesepuluh). Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo, diadakan pada tengah malam hingga dini hari.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*