Pesona Kuliner Bumi Reog




aUntuk episode Leisure dalam negeri kali ini, kami akan mengajak Anda menikmati wisata kuliner yang ada di Kabupaten Ponorogo. Berbicara tentang kuliner di Bumi Reog ini, tidak kalah dengan citarasa kuliner-kuliner lainnya yang ada di Jawa Timur. Setiap kabupaten yang ada memang memiliki ciri khas kuliner yang berbeda-beda, termasuk di Ponorogo ini. Mulai dari masakan, kudapan, dan minuman tradisionalnya, Bumi Reog ini memang memiliki ciri khas tersendiri. Bagi Anda pecinta dan penikmat wisata kuliner yang belum pernah berkunjung ke kota ini, menikmati kuliner Ponorogo merupakan pengalaman baru.

Ponorogo dikenal dengan julukan Bumi Reog karena di kabupaten ini merupakan tempat lahirnya kesenian Reog yang juga menjadi ikon wisata Jawa Timur. Setiap tanggal 1 Muharram, kota Ponorogo menyelenggarakan upacara Gerebeg Suro. Dalam upacara ini diadakan Kirab Pusaka yang biasanya diselenggarakan sebelum tanggal 1 Muharram. Ketika bertepatan dengan hari jadinya yang jatuh pada tanggal 11 Agustus, Ponorogo selalu menggelar atraksi dan festival kesenian yang sudah menjadi agenda tahunan. Bagi Anda yang suka berwisata, hal ini bisa diagendakan untuk kunjungan Anda berikutnya.

Bumi Reog memiliki beragam citarasa kuliner, namun ada beberapa kuliner yang menjadi andalan kabupaten ini, mulai dari pecel khas Ponorogo, sate ayam ponorogo, dawet jabung, jenang mirah, dan arak keling menjadi andalan kuliner Bumi Reog. Selain Madiun, pecel ponorogo juga memiliki citarasa yang mantap dilidah. Beda pecel ponorogo terletak pada bumbunya yang kental dan pedas, serta aroma yang kuat. Pecel ini juga diengkapi sayuran dan tauge yang berasal dari kedelai, lentho ketela, rimbil parutan kelapa, tempe, rempeyek, petai cina serta timun yang diiris tipis-tipis. Pecel Ponorogo biasa disebut dengan pecel tumpuk yang banyak dijumpai di Jalan Kawung, Desa Mangunsaman.

Sate ayam ponorogo merupakan sate dengan citarasa dan bentuk yang berbeda dengan sate-sate ayam lainnya. Yang membedakan adalah potongan daging ayamnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, tetapi disayat memanjang serta tipis. Karena ukurannya yang memanjang ini, satu tusuk sate biasanya berisi satu atau dua potong daging. Sate ini juga direndam atau dibacem dengan bumbunya sehingga menghasilkan sate yang empuk dengan lemak yang bisa ditiriskan. Penjual sate ini umumnya berada disekitar pertigaan Jalan Gajah Mada, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Jendral Sudirman.

Ponorogo juga memiliki minuman tradisional yang khas, yaitu dawet jabung. Dawet jabung terbuat dari tepung aren yang kemudian dibentuk seperti dawet pada umumnya. Kuah dawetnya terdiri dari santan kelapa muda yang ditambah dengan gula aren dan sedikit garam. Untuk memperkaya rasanya, ditambahkan tape ketan dan irisan buah nangka, serta es batu yang dimasukkan dalam satu mangkok kecil. Sama seperti namanya, dawet ini banyak ditemukan di Desa Jabung karena asalnya memang dari desa ini yang berada di Kecamatan Mlarak, tepatnya sebelah selatan dari alun-alun kota.

Jenang mirah dan arak keling juga merupakan kudapan khas Bumi Reog. Jenang mirah merupakan makanan khas Ponorogo yang dibuat dari beras ketan, gula kelapa, dan santan buah kelapa. Dinamakan jenang mirah karena pembuat jenang ini adalah Ibu Mirah yang sudah turun-temurun dan terkenal di Desa Rejosari. Sedangkan, arak keling merupakan kudapan khas dari Desa Coper, Kecamatan Jetis. Arak keling terbuat dari pati ketela pohon yang dicampur dengan telur, lalu dibentuk seperti angka delapan dan digoreng sampai kering. Lalu, diberi gula pasir yang direbus dahulu sampai kental hingga merata.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*