PESONA KOTA MARMER ( Bagian 1 )




a4

Untuk episode Leisure kali ini kami tertarik mengunjungi dan menikmati keindahan serta pesona kota marmer. Untuk bagian pertama, di episode Pesona Kota Marmer ini, kami ajak Anda untuk mengunjungi sentra Pengrajin Marmer dan menikmati keindahan Pantai Popoh.

Jarak antara Surabaya dan Tulungagung sekitar 154 Km, Kabupaten ini berada pada salah satu simpul strategis jalur selatan Jawa Timur. Perjalanan kami dari Surabaya ke Tulungagung ditempuh dengan waktu sekitar 3,5 jam, menggunakan sepeda motor, dengan kondisi cuaca yang cerah. Setibanya di Tulungagung kami disambut dengan hamparan gunung atau perbukitan yang mengelilinginya, maklum secara geografis Tulungagung merupakan dataran tinggi.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Kecamatan Campurdarat, di daerah Campurdarat dan daerah sekitarnya, banyak terdapat perbukitan yang mengandung berbagai macam mineral, antara lain batu marmer. Dari sinilah sumber dari batu marmer di dapat, inilah salah satu sumber daya alam yang sangat potensial untuk dapat dimanfaatkan. Kecamatan Campurdarat ini merupakan sentra pengrajin marmer terbesar di Tulungagung, salah satunya adalah bapak Marno, Dia sudah menjalani profesinya sebagai pengrajin marmer selama 30 tahun, bisnis ini merupakan usaha yang dilakukan turuntemurun oleh keluarganya. Tidak hanya bapak Marno, di sepanjang jalan Kecamatan Campurdarat ini banyak sekali pengrajin dan showroom kerajinan batu marmer dalam sekala besar maupun kecil.

a1Disalah satu showroom yang kami kunjungi, banyak sekali hasil olahan dari batu marmer ini, salah satu bentuk pengolahan marmer adalah berbagai macam kerajinan patung, dengan berbagai bentuk dan ukuran, kerajinan ini ternyata mampu memikat pembeli dengan keunikan hasil pengerjaannya.Pengolahan marmer tidak hanya terpaku pada pembuatan patung, para seniman marmer ini membuat furniture untuk ruang tamu yang dihasilkan dari marmer, mulai dari lantai sampai pernak-pernik lainnya. Jika Anda berkunjung ke Tulungagung, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi sentra kerajinan marmer ini, dan memasukkan kerajinan marmer dalam daftar buah tangan Anda.

Setelah asyik menikmati hasil karya seni dari para pengrajin marmer, perjalanan kami lanjutkan menuju Pantai Popoh atau Pantai Indah Popoh. Pantai Popoh terletak disebelah selatan kota Tulungagung, jarak tempuh menuju pantai ini sekitar 30 Km dari pusat kota. Pantai Popoh merupakan salah satu andalan objek wisata Tulungagung, dari sekian banyak pantai yang terdapat di Tulungagung, pantai ini memiliki keindahan dan pesona yang luar biasa, dari dalam kawasan areal Pantai Popoh Anda juga dapat menelusuri dan menikmati pesona pantai-pantai yang ada di sekitarnya seperti pantai Sidem, Klatak, Gemah dan Banyeman.

Informasi mengenai keberadaan dan pesona Pantai Popoh inilah yang menarik minat kami untuk mengunjunginya. Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit ahirnya kami tiba di kawasan Pantai Popoh, walaupun medan yang kami lalui agak berat, harus melalui tanjakan dan turunan, karena secara geografis jalanan menuju pantai ini memang berbukit-bukit. Pantai Popoh terletak di antara perbukitan, pantai ini berbentuk teluk, merupakan laut yang menjorok masuk kedaratan.

a3Airnya cukup tenang, angin laut yang tidak begitu kuat, dan keindahan gunung disekitar teluk telah menjadi daya tarik utama pantai ini. Meskipun airnya tenang bukan berarti pantai ini tidak berbahaya, ketika kami masuk di areal ini, kami melihat papan informasi yang menunjukkan daerah ini juga rawan sunami, maklumlah karena letak Pantai Popoh sendiri, berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Namun kami dan beberapa pengunjung disana tidak khawatir, karena pemerintah disana sudah mengantisipasinya, dengan seringnya melakukan simulasi tanggap bencana.

Fasilitas yang disediakan untuk para pengunjung Pantai Popoh ini sangat lengkap, mulai dari tempat parkir yang nyaman sampai penginapan semua ada disini. Untuk episode Pesona Kota Marmer berikutnya, kami akan mengajak Anda menikmati pesona Waduk Wonorejo dan melihat peninggalan situs-situs atau candi yang tersebar di Tulungagung, serta mengunjungi sentra dan pengrajin batik yang ada di Kota Marmer ini.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*