Septian Suryawirawan Badut yang Menjadi Miliarder

0

“Gengsi tidak akan membuat kita kaya. Tapi kalau kita kaya, hidup kita akan lebih bergengsi”.

Prinsip itulah yang dipegang Septian Suryawirawan, pelaku bisnis Talk Fusion saat ditemui Iklan Pos, Rabu (10/8). Di usianya yang masih belia, pria kelahiran 1988 ini sudah menyandang gelar sebagai miliarder. Semua ini tidak diperolehnya secara instan, namun melalui proses kerja keras dan kemampuan memanfaatkan peluang.

Diawal karirnya, Septian ternyata pernah menjadi badut ulangtahun. “Waktu itu saya masih SMP dan terpaksa kerja karena tidak ada biaya untuk sekolah. Waktu itu tawaran yang ada hanya jadi badut ulangtahun. Hasilnya memang nggak banyak, tapi yang penting bisa untuk makan,” jelasnya.

Dengan alasan memperbaiki nasib, dia mencoba peruntungan dengan mengikuti Audisi Sulap di sebuah TV nasional dan ternyata gagal. Beruntung, Romi Rafael mengajaknya untuk bergabung dalam tim manajemen. Berbekal pengalaman tersebut, Septian memberanikan diri menjadi promotor konser musik boyband dan girlband yang saat itu sedang booming.

Dengan modal 1 M alias mulut, dia berhasil mengajak investor untuk membiayai konser musiknya. “Dunia entertain itu tidak abadi dan mengikuti trend. Kalau lagi booming, pendapatannya bisa banyak. Tapi kalau ‘masa’nya sudah selesai ya sepi lagi,” kata Septian.

Dewi Fortuna ternyata masih memihak Septian. Ketika makan nasi cumi di daerah Pasar Atum Surabaya, dia didekati orang tak dikenal yang memperkenalkan bisnis berbasis IT atau Talk Fussion. “Saya tertarik karena cara bicaranya menyenangkan. Saya merasa nyaman ngobrol dengan beliau. Apalagi penghasilan yang ditawarkan dalam bentuk dolar,” imbuhnya.

Perkenalan pun berlanjut dan dia melihat ada PELUANG yang sayang sekali jika dilewatkan. Menurutnya, peluang itu akan berhasil jika ada kesempatan dan kesiapan. Apalagi orang yang menawarinya adalah orang yang sudah sukses. Setelah memutuskan terjun dalam bisnis tersebut, dia memilih untuk fokus mengembangkan bisnisnya. Dalam perjalanan karirnya, Septian merasakan bagaimana susahnya memperkenalkan produk tersebut. “Mungkin karena usia saya masih muda, jadi ketika menawarkan produk ke mereka yang sudah senior dan berpengalaman, mereka banyak yang meremehkan saya,” ungkapnya.

Dengan modal tekad dan keinginan untuk sukses, Septian akhirnya bisa mewujudkan impiannya. Pundi uangnya terus bertambah dan berbagai prestasi pun diraihnya. Dalam sebulan penghasilannya bisa mencapai ratusan juta, jumlah itu bisa terus bertambah karena pendapatan yang diterimanya dalam bentuk dolar Amerika. Meski sudah sukses, dia tak segan membagikan ilmu dan pengalamannya kepada mereka yang ingin belajar. “Saya hanya mengundang mereka yang percaya dan ingin sukses. Sebab menjadi orang sukses itu adalah pilihan,” pungkasnya. (noe)