Cak Cuk Cerdas Menggelitik

0

a1Berbisnis apapun jika ingin kita ingin sukses, harus menikmati prosesnya. Kalau untung itu bonus kalau rugi itu sebuah pembelajaran, karena sebenarnya kita tidak rugi.

Sejak hadirnya produk Cak Cuk di tahun 2005, Surabaya memiliki alternatif oleh-oleh khas Kota Pahlawan. Cak Cuk sendiri merupakan salah satu industri kreatif yang tujuannya untuk menyediakan oleh-oleh alternatif, bagi orang yang berkunjung ke Surabaya. Produk utamanya adalah kaos yang menampilkan kata-kata cerdas menggelitik dengan desain kreatif yang unik. Selain kaos juga terdapat souvenir dan aksesoris unik, yang sangat pas jika dijadikan oleh-oleh. Sukses Cak Cuk tumbuh dan berkembang hingga saat ini, tak lepas dari kepiawaian Dwita Roesmika, Owner Cak Cuk, meramu ide-ide yang akan dituangkan dalam produknya sebelum masuk dalam dapur tim kreatif Cak Cuk untuk diproduksi dan dipasarkan.

Sejak boomingnya penggunaan sosial media, brand Cak Cuk pun lebih akrab dimata masyarakat dan pelanggannya. Menurut Sarjana Akuntansi ini, awal pemilihan nama brand Cak Cuk diambil dari dialek bahasa khas Surabaya, yaitu dari kata Cak dan Cuk. Cak atau Cacak merupakan sebutan untuk kakak laki-laki atau mas, sedangkan Cuk adalah kata umpatan, dimana kedua kata itu merupakan dialek khas orang-orang Surabaya pada umumnya. Sebelum terjun dalam bisnis ini, Dwita bekerja pada beberapa perusahaan, sejak lulus kuliah di tahun 2001. Karena bosen dengan pekerjaannya yang begitu-begitu saja, akhirnya Dia mencoba memutar otak untuk membuka usaha ini, meskipun di tahun pertamanya terasa sulit, Dwita tetap berbesar hati dan optimis.

Pria yang hobi travelling ini, mempunyai motto hidup jika kita ingin sukses kita harus berusaha, rejeki itu memang ada, tapi kalau kita tidak berusaha akan berlalu begitu saja. Banyak orang berpikiran ingin berbisnis, tapi hanya dibenaknya saja tidak mau action, kalau sudah ada orang lain yang melakukan, baru dia sadar. Berbisnis apapun jika ingin kita ingin sukses, harus menikmati prosesnya. Kalau untung itu bonus kalau rugi itu sebuah pembelajaran, karena sebenarnya kita tidak rugi’, tegas Dwita. Saat ini Cak Cuk memiliki 6 cabang di Surabaya, banyak dari mereka yang ada diluar kota mengajukan penawaran untuk kerjasama waralaba menjalankan usaha ini, tapi Dwita menolaknya, dengan alasan agar ciri khas bisnis ini tidak hilang dan tetap terjaga.
Dwita menegaskan, bahwa branding adalah nyawa atau hal terpenting dalam berbisnis, dan itu juga harus dibarengi dengan tetap menjaga kreativitas, kualitas, serta orisinalitas, agar tetap move on. Setelah 8 tahun usaha ini dijalankan, sudah ratusan desain dan puluhan ribu kaos di produksi oleh Cak Cuk. Kedepan Dia berharap agar brand serta image positif Cak Cuk lebih banyak lagi masyarakat yang mengenalnya. Dwita juga ingin membuat diversifikasi usaha yang masih dalam bingkai atau ciri khas Cak Cuk, seperti tempat nongkrong atau cafe yang unik, dengan menghadirkan nuansa khas Surabaya yang kental. Jika ide dan keinginannya ini terwujud, tentunya akan memberikan nuansa baru untuk alternatif tempat bersantai di Surabaya.

SHARE
Previous articleSport Alfa Romeo 4C
Next articleTyrex Screen Protector