Bestari Prawidyo, Padukan Bisnis dan Komunitas

0

Membangun networking adalah salah satu cara yang dilakukan pebisnis untuk mengembangkan usaha. Begitu juga yang dilakukan Bestari Prawidyo, pemilik Sekolah Musik dan Pusat Kebugaran ‘Mayura’. Untuk membangun relasi, Bestari aktif dalam berbagai komunitas. Kebetulan dia memiliki hobi bermain music dan olahraga, sehingga sangat membantunya dalam menambah relasi bisnis.

“Bisnis itu sebenarnya nomer dua, yang pertama adalah menjalin link. Sebab dari link itu kita bisa mengenal orang dengan latar belakang berbeda. Ada yang mahasiswa, dokter, musisi atau bahkan ibu rumah tangga. Semua itu adalah relasi,” jelas pria yang bergabung dalam Fusion Jazz Community itu kepada Iklan Pos, Senin (23/5).

Diakui bahwa dalam mengembangkan bisnis yang merupakan warisan dari orangtuanya ini, dibutuhkan hubungan baik dengan segala lapisan masyarakat. Pasalnya, yang menjadi murid sekolah music dan pusat kebugaran miliknya  adalah dari semua lapisan masyarakat. Selama orang masih menganggap kesehatan itu penting, maka selama itu pula peluang untuk mengembangkan bisnisnya terbuka lebar.

Kesehatan bisa diperoleh dengan berolahraga dan bermain music. “Saya ini dilahirkan dari keluarga music dan atlet, jadi sejak kecil sudah dikenalkan dengan berbagai alat music dan olahraga. Ini sangat membantu dalam menjalankan bisnis saya,” tambahnya.

Selain karena hobi, Bestari juga sangat dibantu dengan ketrampilannya dalam memproduksi alat music dan peralatan olahraga. Memang, untuk menekan biaya, hampir semua peralatan di tempat kursusnya diproduksi sendiri, begitu juga dengan bentuk dan kepemilikan bangunan.

“Gedungnya memang dibangun sedemikian rupa untuk meminimalisir biaya. Untuk sarana olahraga saja kami tidak menggunakan AC. Atap dibangun lebih tinggi dan banyak sirkulasi udara agar mereka yang berolahraga bisa mengeluarkan keringat,” jelasnya.

Strategi ini juga dipakai untuk menghadapi persaingan. Jika mampu menekan biaya, berarti biaya kursus yang dibebankan pada murid juga lebih murah. Kurikulum pengajaran juga hasil pemikiran tim-nya, sehingga tidak perlu membayar lisensi pada kelompok atau orang tertentu. Sebab, selama ini banyak orang menganggap kursus hanya bisa dilakukan mereka yang berduit saja. Padahal banyak orang yang pandai bermain music tapi tidak punya uang untuk ikut kursus. Kelompok inilah yang diajaknya bergabung dalam komunitas agar bakat mereka bisa berkembang. (noe)