Andrew Suryono, Pemenang Lomba Foto National Geographic

0

Foto Orangutan Pembawa Keberuntungan

 

“Saya selalu luangkan waktu sebisanya 2 minggu sekali untuk hunting foto, baik bersama teman-teman atau sendirian. Saya suka sekali berelaksasi dengan aktifitas fotografi.”

 

Tidak pernah terbersit sedikitpun bahwa hobi fotografi yang ditekuni secara tidak sengaja justru mengantarnya menjadi Fotografer Profesional. Apalagi setelah salah satu karyanya mendapat penghargaan ‘Honorable Mention’ di National Geographic 2015 Photo Contest. Dia adalah Andrew Suryono.

“Awalnya saya agak ragu ikut kontes ini, mengingat pesertanya adalah fotografer kelas dunia. Akhirnya saya putuskan ikut, toh kemungkinan terburuknya saya tetap bisa belajar dan terinspirasi dari banyak karya fotografer lain,” jelas Andrew kepada Iklan Pos, Kamis (11/2).

Tidak disangka, pada 28 Desember 2015 National Geographic mengumumkan bahwa dari 13.000 foto yang terkumpul dipilih 13 foto untuk mendapat penghargaan, dan salah satunya adalah ‘Orangutan in The Rain’. Alangkah bangganya dirinya, dan sejak itu makin banyak permintaan dari TV dan radio untuk mewawancarainya. Tidak hanya dari dalam, tapi juga luar negeri.

Sebelum mengikuti kontes foto tersebut, Andrew juga pernah mendapat penghargaan Juara I Sony World Photography Award kategori Indonesia National Award 2015. “Saya dikirim ke Inggris untuk menerima penghargaan dan seperangkat kamera paling canggih buatan Sony,” jelas Arek Suroboyo ini. Keberhasilan inilah yang membuatnya makin pede untuk ber-karir di dunia fotografi.

Ada kisah menarik dibalik foto ‘Orangutan in The Rain’. Ketika itu dia sedang berlibur di salah satu Taman Safari di Bali bersama keluarga. Tiba-tiba langit mendung pertanda akan turun hujan. Sekejap matanya melihat seekor orangutan kecil yang mengambil daun talas untuk alat berteduh. “Feeling saya mengatakan kalau bakal ada sesuatu yang menarik untuk difoto. Ketika keluarga saya bingung cari tempat berteduh, saya justru konsentrasi memperhatikan setiap polah tingkah si orangutan. Benar juga, sebelum turun hujan, orangutan itu meletakkan daun talas itu diatas kepalanya untuk melindungi diri. Langsung saya jepret dengan burst mode dan mencari foto terbaiknya. Walau kehujanan, tapi saya puas. Untung saja kamera dan lensa tidak rusak,” kisah pria yang sehari-harinya disibukkan dengan bisnis konstruksi, makanan dan bisnis online ini.

Ketertarikan Andrew terhadap fotografi sebenarnya terjadi tidak sengaja. Waktu kuliah di Amerika, dia mulai mencoba bisnis online. Agar barang yang dijual terlihat bagus, dia pun belajar fotografi secara otodidak dari Google dan Youtube. Dia pun membeli  lightbox dan tripod sederhana dan mencoba foto beberapa subyek. “Saya merasa fotografi ini aktifitas yang merilekskan buat saya,” tambahnya.

Diakui, salah satu factor keberhasilan fotografer adalah momen. Se-profesional apapun si fotografer, tapi kalau dia tidak mendapatkan momen yang pas, maka hasilnya tidak akan luar biasa. Momen ini juga didukung oleh keberuntungan dan kesabaran. Terkadang si fotografer sudah merasakan akan terjadi sesuatu, namun kalau dia tidak sabar maka dia akan kehilangan momen tersebut.

Ke depan, Andrew berencana mengembangkan bakatnya dengan membuat workshop atau kelas fotografi untuk membagi ilmu dan pengalamannya. Andrew juga bersyukur karena berkat hobi tersebut, dia mendapat banyak keuntungan financial. “Foto yang kita ambil ternyata ada hak cipta dan dilindungi UU baik lokal maupun internasional. Jika ada pihak yang menggunakannya tanpa ijin, maka akan ada kompensasi sesuai hasil negosiasi,” tegasnya (noe)