Memilih Mainan Untuk Pertumbuhan & Perkembangan Anak

0

Hal yang paling berharga bagi setiap orang tua adalah dapat menyaksikan secara langsung perkembangan dan pertumbuhan anaknya, apalagi saat usia balita. Usia balita adalah masa-masa Golden Age, banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita Anda.

ANAKKasih sayang adalah faktor yang paling penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita, selain faktor asupan gizi yang baik dan pola asuh yang baik, terutama saat mereka balita. Faktor ini tidak dapat digantikan dengan yang lainnya. Jika hal ini tidak dapat terpenuhi, akan berimbas ke faktor lainnya yang mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Sering kali kita menganggap pendidikan anak pada saat balita adalah sesuatu yang belum waktunya untuk ditanggapi secara serius. Padahal, tahukah Anda bahwa stimulus-stimulus (rangsangan) yang Anda berikan pada balita akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak Anda di masa yang akan datang.
Memberikan mainan kepada Si Kecil merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang diberikan oleh orang tua yang bijak. Mainan bukan hanya dapat membuat Si Kecil senang atau berhenti menangis, tetapi juga bisa sebagai media memberikan stimulus untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan mereka. Kebanyakan mainan yang diberikan Bunda kepada Si Kecil hanya sekedar mainan, bukan mainan yang sangat penting untuk merangsang perkembangan anak, terutama perkembangan otak dan motorik.

Mainan memberikan hiburan dan memberikan peran yang mendidik dalam mengembangkan perilaku kognitif dan merangsang kreativitas. Mainan juga mengembangkan kemampuan fisik dan mental, yang pastinya diperlukan di kemudian hari oleh anak. Mainan untuk bayi biasanya menggunakan suara, warna cerah, dan tekstur yang unik, melalui mainan, bayi mulai mengenali bentuk dan warna. Mainan edukasi (educational toys) untuk anak biasanya mengandung puzzle, teknik pemecahan masalah, atau persamaan matematika. Yang perlu diingat adalah tidak semua mainan sesuai untuk semua umur anak. Beberapa mainan dikhususkan untuk anak dengan rentang umur tertentu, yang tidak memberikan hasil baik atau bahkan bisa merusak perkembangan anak pada rentang umur yang berbeda.
Mainan tertentu, seperti barbie dan tentara, seringkali dianggap lebih sesuai untuk satu jenis kelamin tertentu. Kebanyakan orang percaya bahwa jenis kelamin dan pilihan jenis mainan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Bermain dengan mainan yang bukan untuk jenis kelaminnya seringkali mendapatkan pandangan yang negatif dari orangtua atau anak yang lain. Pada saat ini, apabila seorang anak perempuan bermain dengan mainan untuk anak laki-laki lebih bisa diterima oleh lingkungan dibandingkan apabila seorang anak laki-laki bermain dengan boneka.
Banyak negara mempunyai standar keamanan untuk tipe-tipe mainan anak yang bisa dijual. Kebanyakan membatasi bahaya potensial yang bisa ditimbulkan, seperti mudah terbakar atau bisa membuat tercekik. Anak-anak sering mempunyai kebiasaan memasukkan mainan ke dalam mulut mereka, sehingga bahan mainan yang digunakan harus bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Anak-anak belum bisa membedakan mana mainan yang aman dan mana yang berbahaya, dan orang tua tidak selalu bisa memikirkan segala kemungkinan yang bisa muncul, sehingga aturan dan peringatan sangatlah penting dalam mainan anak.
MAINANBelahan otak kiri dan kanan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Belahan otak kiri berhubungan dengan hal-hal yang bersifat logika, analisa, bahasa dan matematika. Fungsi otak kiri ini berkaitan dengan kecerdasan intelektual (IQ), sedangkan belahan otak kanan berkaitan dengan hal-hal yang bersifat abstrak, kreativitas, imajinasi dan spiritual. Fungsi otak kanan ini berkaitan dengan kecerdasan emosional (EQ). Kedua belahan otak kiri dan kanan sama penting dan sama kuatnya. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain. Namun yang menjadi kendala adalah kondisi pendidikan saat ini cenderung menuju dominasi fungsi otak kiri, banyak anak diberi les tambahan ini itu, hanya akan memberi beban berlebihan pada otak kiri, akibatnya akan menghasilkan generasi-generasi yg pandai mengkritik, pandai meniru namun miskin ide, tidak produktif dan tidak mempunyai kemampuan memberikan solusi yang komprehensif.
Menurut para ahli perkembangan anak, saat balita adalah saat yang baik untuk memupuk kemampuan anak dengan memberikan banyak rangsangan. Hal tersebut akan memperbesar otak anak, karena pada fase ini sel-sel otak berkembang secara luar biasa dengan membuat sambungan-sambungan antarsel. Jika Anda ingin memberikan anak mainan, pilihlah mainan yang bisa mendidik. Mainan bukan hanya memberikan hiburan untuk si anak, tapi juga merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan anak dan berpengaruh juga pada pertumbuhan dan perkembangannya.
Ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebelum kita memilih mainan untuk buah hati Anda. Pastikan mainan yang Anda pilih tidak berbahaya untuk anak, tidak tajam, tidak mudah ditelan, dan tidak mengandung bahan-bahan yang membahayakan.  Carilah mainan yang menarik untuk anak, baik dari segi warna, bentuk dan ukurannya, serta sesuaikanlah dengan fase-fase perkembangan anak, sehingga membuat anak dapat bereksplorasi. Mainan tak harus mahal, tetapi memiliki fungsi memberitahu anak, misalnya mengenalkan bentuk, warna, ukuran dan sebagainya.