Industri Otomotif Sasar Mobil Murah

0

Bisnis otomotif Indonesia kian diakui dunia. Ini ditandai dengan kesuksesan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Serpong, 11-21 Agustus lalu. Dalam event berskala internasional tersebut, disebutkan bahwa Indonesia ternyata menempati peringkat dua produsen mobil terbanyak di Asia Tenggara, setelah Thailand.

Prestasi ini membuktikan bahwa perkembangan bisnis otomotif di Indonesia berkembang pesat. Jika 20 tahun lalu Indonesia hanya menjadi importer mobil, namun kini sudah masuk ke manufacturing. Industri otomotif memiliki peran penting dalam kemajuan suatu Negara, sebab mereka memiliki aspek hulu dan hilir yang sangat besar. Jika industry otomotif berkembang, maka ribuan industri lainnya juga ikut berkembang.

Mobil kini bukan hanya barang mewah, buktinya makin banyak perusahaan yang menawarkan mobil ramah lingkungan sekaligus menggunakan teknologi hijau. Harganya juga sangat murah sehingga bisa dimiliki semua kalangan.

Dalam GIIAS 2016 terdapat banyak mobil dengan harga sekitar atau dibawah Rp 100 juta. Harga mobil paling murah yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp 88,75 juta adalah Daihatsu Ayla. Disusul kemudian Datsun Go+Panca dengan harga Rp 94,6 juta hingga Rp 105 juta. Ada juga Suzuki yang hadir dengan Karimun Wagon R GA dengan harga Rp 103 juta lalu Toyota yang memboyong Agya dengan harga mulai Rp 114 juta. Mobil terbaru yang juga menjadi incaran masyarakat adalah Sigra Calya dengan harga mulai Rp 138 juta.

Jika Anda merupakan berencana membeli mobil murah, sebaiknya pertimbangkan dulu kelemahan dan keuntungannya. Mobil jenis ini biasanya menggunakan mesin 3 silinder. Mesin 3 silinder adalah penggunaan piston berjumlah 3 untuk menciptakan tenaga mekanis pada ruang bakar, silinder atau piston ini akan bergerak maju mundur atau naik turun ketika ada ledakan (hasil pembakaran BBM di ruang bakar dari percikan busi).

Semakin sedikit jumlah silinder akan menghemat biaya produksi. Sebaliknya, semakin banyak silinder akan menjaga kestabilan mesin menjadi lebih bagus (semakin sedikit jeda pembakaran). Jumlah silinder juga berpengaruh terhadap keseimbangan mesin.

Kekurangan mesin 3 silinder

  1. Mesin 3 silinder memiliki getaran yang lebih besar dibanding mesin 4 silinder.
  2. Mesin 3 silinder lebih tidak seimbang dibanding mesin 4 silinder. Jika 3 silinder maka 1 mengarah maju dan 2 mengarah mundur, sebaliknya jika 4 silinder maka ketika 2 mengarah ke depan, 2 lainnya mengarah ke belakang.
  3. Akan terlihat seperti kehabisan tenaga saat di RPM tinggi, karena yang bekerja hanya 3 silinder.
  4. Jeda tenaga semakin tinggi karena yang bekerja hanya 3 silinder.

Kelebihan mesin 3 silinder :

  1. Harga beli lebih murah karena biaya produksi juga berkurang.
  2. Bobot mesin jadi lebih ringan sehingga bisa menghemat bahan bakar.
  3. Mesin lebih efisien. Dengan semakin sedikit silinder maka gesekan antara piston dengan dinding ruang bakar juga semakin sedikit. Hal ini meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar.