Menuangkan Ide Dalam Green Bisnis




Bisnis‘Mudah-mudahan saya bisa menyumbangkan sesuatu yang lebih baik lagi untuk lingkungan, kedepan saya ingin membawa perusahaan ini kearah Green Bisnis’

Menggeluti bisnis di dunia interior bagi Imam Setiabudi, merupakan suatu hal yang boleh dibilang kebetulan. Sarjana Ekonomi Ubaya ini, awalnya bekerja di bagian promosi salah satu perusahaan nasional di Jakarta, yang tugasnya menghandle promosi dalam bentuk above the line, seperti pembuatan iklan televisi dan sebagainya. Dari sinilah kemudian Imam mulai ada ketertarikan dengan dunia desain, serta segala sesuatunya yang berhubungan dengan seni. Sejak kecil Dia sudah ada bakat menggambar, bakatnya mulai dikembangkan lagi saat Imam bekerja di perusahaan ini, dengan belajar desain dalam industri kreatif pada teman-temannya.

Ketika bekerja di Jakarta, calon mertuanya kemudian menginginkan Dia menyumbangkan pemikiran untuk mengembangkan usahanya, yang bergerak dalam industri mebel. Ahirnya Imam kembali ke Surabaya di tahun 2002, dan mulai membantu mengembangkan usahanya. Saat itu Dia dan calon istrinya menuangkan ide-idenya dan belajar banyak mengenai perkayuan dalam industri mebel. Pabrik mebel calon mertuanya ini melayani permintaan mebel yang sifatnya massal, untuk pasar lokal dan ekspor. Kemudian Imam dan calon istrinya membuat brand sendiri, Woods-Living yang khusus menangani mebel-mebel yang sifatnya customed product.

Setelah menikah, Imam mematenkan merknya dengan nama Eastern Woods-Living, dimana produknya lebih kearah eastern bukan western. Yang semula hanya sekedar membuat mebel, karena banyaknya permintaan klien, ahirnya produknya juga dikembangkan untuk produk-produk interior. Menurut pria yang juga hobi nonton film dan travelling ini, kunci bagi seseorang yang ingin sukses dibidangnya adalah ketekunan. Setiap kita melangkah asal bukan melangkahnya mundur, itu boleh dibilang kita sudah sukses satu langkah, melangkah ke depan. Apakah kita akan berhenti pada langkah kita yang kesekian, itu kembali pada diri kita masing masing.

Pencapaian yang sangat berarti buatnya ketika dapat menuangkan ide-idenya sepenuh hati, dalam konsep menjadi sebuah karya seni untuk setiap produk-produknya, yang mengusung tema Zen Desain. Dia berharap nantinya jika mempunyai tempat usaha yang besar dan representatif, bisa mewujudkan konsep Zen seratus persen. ‘Mudah-mudahan saya bisa menyumbangkan sesuatu yang lebih baik lagi untuk lingkungan, kedepan saya ingin membawa perusahaan ini kearah Green Bisnis’, tegasnya sambil tersenyum. Sungguh ini merupakan suatu perbuatan mulia, menuangkan ide usaha dalam Green Bisnis, yang nantinya juga mengedukasi masyarakat.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*