Menilik Perguruan Tinggi Swasta




Menilik_Universitas_SwastaUjian Akhir Nasional (UAN) Sekolah Menengah Atas (SMA) telah dijalani, selanjutnya mereka akan menentukan masa depannya. Berbagai pilihan dipilih setamat SMA, mulai dari berwiraswasta, ikut melanjutkan usaha yang dimiliki orang tua, melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau bahkan langsung menikah.
Melanjutkan ke perguruan tinggi tidak saja untuk memperkaya pengetahuan secara formal, tetapi juga sebagai salah satu wahana mempermudah dalam meniti karir. Apalagi saat ini tidak sedikit perusahaan swasta maupun pemerintahan yang memerlukan ijazah minimal D3, sehingga melanjutkan ke perguruan tinggi sudah menjadi sebuah kebutuhan.
Persaingan di dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi boleh dibilang sangat ketat, betapa tidak! jumlah perguruan tinggi baik swasta maupun negeri cukup banyak. Tak ayal mereka berlomba-lomba menarik simpati para calon mahasiswa dengan menawarkan berbagai fasilitas dan kelengkapan sarana prasarana. Selain itu, tidak sedikit siswa SMA yang tertarik untuk masuk ke perguruan tinggi swasta. “Alasan masuk ke perguruan tinggi swasta karena biaya di PTN mahal, dan kualitas antara PTN dan PTS tidak jauh beda”, ungkap Budiyanto, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya.
Di sisi lain, terjadi pergeseran paradigma sebagian besar kalangan siswa SMA sekarang. Didit Wiwekoedi, Public Relation and Information Studi Universitas Kristen Petra
mengatakan bahwa trend siswa SMA sekarang ini bergeser. Mereka berpikir bagaimana bisa kuliah cepat selesai, setelah kuliah bisa dapat uang banyak dan materi kuliahnya yang tidak terlalu berat.
Di Perguruan tinggi swasta, mahasiswa tidak hanya diberi bekal ilmu yang sesuai dengan jurusan yang telah dipilihnya, melainkan juga diberi bekal pengetahuan kewirausahaan/entrepeneur, sehingga ketika lulus kuliah mereka tidak hanya mencari kerja tetapi bisa menciptakan lapangan kerja. Contohnya di STIE Perbanas Surabaya yang memiliki UKM berupa Entrepreneur Club. Indrastuti Kusumaningtyas, Humas STIE Perbanas Surabaya mengatakan bahwa keanggotaannya tidak harus mahasiswa yang telah memiliki bisnis, melainkan yang belum
punya pun bisa ikut bergabung. Club ini mengajak yang belum mempunyai usaha untuk bisa memiliki usaha dan juga sebagai ajang saling tukar informasi dan pembelajaran. Begitu pula yang ada di STIESIA Surabaya, mahasiswa bisa memperoleh pendidikan kemandirian dan kewirausahaan, kurikulum berbekal teoritis dan keterampilan praktikum dan tenaga pengajar tidak hanya dari akademisi professional saja melainkan juga banyak didatangkan dari praktisi professional yang berkompeten dibidangnya. Hal serupa juga ada di UK Petra, menurut Didit, bahwa pendidikan entrepeneur bisa dikatakan sudah mendarah daging, bahkan tahun 2008 UK Petra memenangi kompetisi entrepeneurship yang diselenggarakan oleh Dikti.
Untuk kesejahteraan mahasiswa, terdapat cukup banyak beasiswa di perguruan tinggi swasta, contohnya di STIESIA terdapat beberapa macam beasiswa antara lain beasiswa PERPENDIKNAS (diberikan kepada mahasiswa dengan IPK tertinggi di setiap kelas), beasiswa peningkatan prestasi ekstra kurikuler (BPPE), beasiswa kurang mampu (diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi), beasiswa peningkatan prestasi akademik, beasiswa bantuan belajar mahasiswa dan masih banyak beasiswa lainnya.
UK Petra juga memiliki beberapa jenis beasiswa antara lain beasiswa Kawasan Indonesia Timur (diberikan kepada anak-anak Indonesia Kawasan Timur, syaratnya asal mereka lulus tes seleksi penerimaan mahasiswa baru. Mereka masuk tanpa bayar sampai lulus). Beasiswa olahragawan, beasiswa ekonomi lemah dan beasiswa-beasiswa lainnya. Sedangkan beasiswa yang ada STIE Perbanas antara lain adalah beasiswa penuh, beasiswa prestasi, beasiswa Supersemar, beasiswa Dirjen Dikti, beasiswa Yayasan Pendidikan Perbanas Jatim dan beasiswa lainnya




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*