Mengenal Diabetes Mellitus




Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Insulin dibutuhkan untuk merubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.
Normalnya kadar gula dalam darah berkisar antara 70–150 mg/dL (millimoles/liter (satuan unit United Kingdom) atau 4–8 mmol/l (milligrams/deciliter (satuan unit United State), Dimana 1 mmol/l = 18 mg/dl.
Tipe dan Pengobatan Penyakit
Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus tipe 1
Tipe ini adalah diabetes yang bergantung pada insulin, dimana tubuh kekurangan hormon insulin (Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.
Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan. Selain itu dapat juga dilakukan dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).

Diabetes mellitus tipe 2
Dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya (Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.
Pada penderita diabetes mellitus tipe ini, pengobatan dan penanganannya difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah. (diabetes-mellitus-dm.blogspot.com)
Disamping itu, tanaman herbal yang dapat digunakan adalah brotowali (Tinospora Crispa), karena mengandung senyawa kimia alkaloid berbina yang berguna untuk membunuh bakteri pada luka. Brotowali juga bermanfaat untuk menambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula dalam darah.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*