Membidik Peluang Agribisnis




a1Antusiasme pebisnis, untuk terjun dalam usaha Agribisnis beberapa tahun terahir ini meningkat begitu tinggi. Setelah gegap gempitanya era industrialisasi dan digitalisasi berlangsung, banyak negara meyakini bahwa tren industri ke depan akan kembali ke dunia pangan, karena pangan merupakan kebutuhan paling pokok diantara kebutuhan pokok umat manusia. Ditengah kekhawatiran dunia akan pasokan pangan, Indonesia merupakan negara yang paling beruntung karena memiliki banyak kekayaan alam, yang berupa lahan, pantai, serta lautan luas, sebagai basis dari industri agribisnis, yang peluangnya sangat terbuka lebar.

Agribisnis atau yang salah kaprah disebut sebagai Agrobisnis, merupakan bisnis berbasis usaha pertanian, perkebunan, atau bidang lain yang mendukungnya baik di sektor hulu maupun hilir, dalam usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dalam perkembangan masa kini, agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja, karena pemanfaatan produk pertanian telah berkaitan erat dengan dunia farmasi, teknologi bahan, dan penyediaan energi.

Para pelaku agribisnis selain bermain untuk pasar dalam negeri, mereka umumnya banyak yang bermain untuk memenuhi kebutuhan ekspor, baik untuk bahan mentah, barang setengah jadi atau barang jadi. Bagaimana mungkin dunia luar tidak tertarik dengan negeri kita yang gemah ripah loh jinawi, hampir semua komoditas pangan ada disini dan dapat diproduksi dalam skala besar, untuk mendukung industri agribisnis. Banyak perusahan-perusahan dan pengusaha asing melirik dan memanfaatkan kekayaan alam kita, yang merupakan basis dari agribisnis. Harusnya pengusaha dan pebisnis lokal jeli melihat peluang ini.

Komoditas pangan negeri ini yang siap diproses menjadi produk konsumsi beberapa diantaranya seperti kelapa sawit, kopi, teh, cokelat, lada, rumput laut, sayuran, buah-buahan, tanaman obat, serta tanaman lain yang bisa diproses menjadi bioenergi. Selain itu kita juga memiliki hasil laut yang berlimpah dan bisa dioptimalkan, demikian juga dengan hasil peternakan, seperti telur, susu dan daging. Selama ini berbagai komoditas itu diekspor dalam bentuk bahan mentah atau barang setengah jadi, sehingga nilai tambah yang begitu besar justru dinikmati oleh pabrikan atau pebisnis-pebisnis luar negeri, yang memprosesnya menjadi produk yang siap konsumsi.

Tidak hanya pasar ekspor yang terbuka lebar, pasar dalam negeri juga sangat menggiurkan dan berpeluang emas, jika pengusaha-pengusaha yang terjun di sektor agribisnis ini kreatif dan inovatif terhadap produknya. Peluang agribisnis sangat potensial dikembangkan oleh para entrepreneur dan calon entrepreneur, karena bisa di kerjakan dalam skala kecil, menengah atau besar, tergantung dari kemampuan yang dimiliki, untuk memulai usaha dari yang terkecil hingga besar. Mulai dari budidaya hingga bisnis makanan olahan, merupakan peluang yang bisa Anda coba, dengan skala yang dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda dalam berbisnis.

Pasar agribisnis sangat terbuka dan berada di semua lini bisnis, seperti pedagang eceran, toko, pusat grosir, restoran, hotel, pasar tradisional, pasar swalayan, bahkan sampai pasar ekspor. Seperti apa yang dilantunkan Koes Plus dalam syair lagunya, ‘Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat, kayu dan batu jadi tanaman’, negeri kita ini sangat cocok sekali bagi usaha dan sektor agribisnis. Jadi tunggu apalagi, bagi Anda entrepreneur dan calon entrepreneur, segera bidik peluang bisnis ini, yang mempunyai sumber daya alam, sebagai bahan mentah yang berlimpah, dan pasar yang terbuka luas, baik di dalam maupun diluar negeri.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*