MAKIN TUA MAKIN MAHAL




(Bisnis Barang Antik Semakin Di Gemari)

Barang AntikBerburu barang antik, identik dengan mereka yang sudah tua dan kolektor barang-barang kuno (antik). Namun, saat ini berburu barang-barang antik, juga disenangi oleh mereka yang masih muda dan bukan merupakan kolektor barang-barang kuno yang suka berburu barang antik. Banyak alasan yang mempengaruhi mereka berburu barang-barang antik ini, mulai dari kesukaan dan hobi terhadap barang tersebut, sampai peluang bisnis yang bisa mereka dapat dari jual beli barang-barang antik itu. Semakin tingginya minat sejumlah orang pada barang antik, menunjukkan bisnis ini punya prospek cerah dan akan terus berkembang.

Barang antik merupakan barang atau benda kuno, yang bernilai sebagai hasil karya atau benda budaya. Tidak ada ketentuan harga yang pasti dalam bisnis barang antik ini, bahkan kecenderungan untuk mendapatkan harga yang sangat tinggi juga bisa didapat, karena semakin langka dan semakin tuanya barang tersebut, akan membuat harganya semakin mahal. Jenis dan kategori barang antik yang diminati beraneka ragam, mulai dari peralatan dan perlengkapan rumah, senjata, otomotif, uang, buku, lukisan serta barang-barang yang bernilai seni lainnya, benda-benda bersejarah dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mereka yang berkecimpung dalam bisnis ini, suka berburu barang antik di ajang lelang, toko atau showroom, serta pasar yang menjual barang-barang antik, bahkan mereka langsung mendatangi rumah-rumah penduduk yang secara tradisional masih memiliki barang-barang tersebut, sampai ke pelosok daerah-daerah terpencil. Dalam memilih barang antik, yang harus diperhatikan adalah keaslian dari barang, dengan mengetahui sejarah barang antik tersebut. Beberapa ahli menyarankan para kolektor barang antik, untuk tidak membersihkan potongan tertentu karena tanda-tanda usia merupakan bagian dari nilai barang.

Barang AntikBarang antik yang memiliki nilai tinggi biasanya memiliki surat atau tanda kepemilikan, atau foto dari pemilik awal dari barang antik tersebut. Banyak barang-barang antik yang bernilai investasi tinggi bila ditangani oleh kolektor yang tepat, karena tinggi-rendahnya nilai investasi benda-benda antik tersebut, sangat bergantung pada kolektor yang merawatnya. Kolektor yang jeli dan bagus, tentu saja bisa membuat nilai investasi dari benda koleksinya naik terus. Sebaliknya, kolektor yang kurang baik, malah bisa membuat nilai investasi dari barang antiknya menjadi menurun, bahkan hanya dipandang sebagai rongsokan.

Tidak semua barang-barang tua itu merupakan investasi, ada pakem-pakem yang harus diperhatikan agar barang koleksi tersebut bukan sekadar barang tua. Yang paling mudah dikenali adalah usia barang koleksi tersebut, semakin tua semakin banyak dicari orang, karena banyak yang memburu, harganya pun bisa selangit. Harga barang antik koleksi akan kian tak terhingga bila kondisi barangnya langka. Tak hanya itu, barang antik yang sarat akan nilai sejarah juga akan mendongkrak nilai investasinya. Bila ketiga pakem tersebut sudah dipegang kolektor, maka nilai investasi barang koleksi akan tak terbatas, keuntungan yang diraup bisa berlipat-lipat.

Agar barang antik bisa bernilai investasi tinggi, pilihlah barang koleksi yang bernilai sejarah atau usianya sudah senja, bila perlu pilih barang koleksi yang dilengkapi dengan tanda tangan si pembuat, seperti halnya pada lukisan atau tulisan tahun pembuatan pada guci-guci antik. Keaslian identitas ini, tentu saja akan membuat harga investasi barang koleksi meroket, seperti halnya investasi yang lain. Menurut Darma salah seorang kolektor barang antik asal pulau garam, investasi barang koleksi juga menggunakan jangka waktu, tersingkat biasanya barang-barang koleksi sudah bisa memberikan keuntungan pada kolektor dalam kurun waktu 3 tahun hingga 5 tahun.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*