Sudah Amankah Buah Hati Anda Saat Berkendara?

0

Car_Seat_Pliko_PK-02BSekilas car seat (kursi khusus bayi dan anak kecil di dalam mobil) dianggap kurang penting oleh sebagian orang tua. Kebanyakan mereka merasa tidak perlu pusing memikirkan bagaimana caranya menjaga keamanan serta kenyamanan sang buah hati ketika berada di dalam mobil. Lebih simple dan merasa lebih senang memangku atau menggendong sang buah hati agar ia lebih nyaman apalagi jika ia masih bayi. Atau menggunakan sabuk pengaman (seat belt) jika anaknya sudah mulai besar. Tapi sadarkah bahwa cara seperti itu sama sekali tidak aman. Orang tua yang memangku atau menggendong bayinya pada saat berkendara secara tidak langsung bisa dikatakan sang buah hati menjadi tameng atau bumper orang yang menggendong atau memangkunya. Contoh yang sepele, pada saat terjadi pengereman mendadak sang buah hati bisa terjepit atau terbentur orang yang memangkunya atau bahkan bisa jatuh lepas dari pangkuan. Lebih parahnya, jika sampai terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kaca depan mobil sampai pecah, ia bisa langsung terlempar keluar. Tentunya semua orang tidak berharap hal ini menimpa kita. Begitu pula dengan menggunakan sabuk pengaman akan menimbulkan resiko anak tercekik sebab sabuk pengaman tersebut memang didesain untuk orang dewasa. Keberadaan car seat memang sangat penting. Betapa tidak, mengutip dari aap.org disebutkan sepanjang tahun 2000, sekitar 539 anak usia di bawah 5 tahun di Amerika Serikat meninggal dalam kecelakaan mobil. Terjadinya kecelakaan ini hanya karena tubuh mereka sama sekali tidak terikat atau tidak terikat dengan benar ke car seat nya. Di mancanegara, penggunaan car seat sudah menjadi kewajiban, bahkan sampai ada yang dibuatkan undang-undang khusus. Di Indonesia, meski kita tidak akan kena tilang jika tidak mendudukkan sang buah hati di car seat, alangkah baiknya jika kita menyadari akan pentingnya keselamatan dan kenyamanan anak tercinta selama dalam perjalanan terlebih lagi jika mengadakan perjalanan jauh. Selain sang buah hati aman, car seat juga bisa menjadi sarana melatih anak untuk duduk sendiri di mobil dan melatih kemandirian. Jenis-jenis Car Seat Car seat memiliki beberapa macam, yaitu car seat yang menghadap ke belakang yang sangat tepat digunakan bagi bayi yang baru lahir hingga usia sekitar 9-12 bulan atau bayi dengan berat badan mencapai 13 kg. Jenis car seat yang kedua yaitu yang menghadap ke depan. Posisi car seat yang menghadap ke depan dipergunakan untuk anak yang berusia sembilan bulan hingga empat tahun atau dengan berat badan si kecil antara 9-18 kg. Bagi anak yang memiliki berat badan mencapai 15 kg, sebaiknya menggunakan booster seat, yaitu car seat lanjutan yang secara fisik lebih mirip kursi mobil dengan bagian pinggir yang lebih terbuka dan memiliki seat belt. Sedangkan Untuk anak usia enam tahun ke atas (dengan berat badan sekitar 22 kg) bisa menggunakan booster, yakni dudukan yang mirip dengan dudukan car seat namun tidak ada tempat bersandarnya. Jadi pergunakanlah car seat berdasarkan tingkat umur dan berat badan buah hati anda. Selain memberikan rasa nyaman, ketepatan pemilihan car seat akan meningkatkan rasa aman bagi buah hati anda.