Semarak Perayaan Tradisi Imlek

0

a2 copy

Saat malam pergantian tahun ini, ada tradisi menyalakan petasan dan kembang api, dimana suara keras yang ditimbulkan dipercaya dapat mengusir Nian.

Imlek atau Tahun Baru China 2564 jatuh pada bulan ini, tepatnya tanggal 10 Februari 2013. Semarak perayaan Imlek tidak bisa dilepaskan dari budaya dan tradisi orang-orang Tionghoa, setiap tahunnya. Imlek tidak hanya dirayakan saat tanggal satu bulan pertama, dalam kalender China. Sebelum dan sesudah tahun baru itu datang, masyarakat Tionghoa menggelar berbagai tradisi untuk menyambut datangnya tahun baru ini. Sebagai orang yang tidak tahu dengan budaya Tionghoa, umumnya kita hanya tahu perayaan Imlek itu dilaksanakan pada tanggal satu saja, dan berbagi ucapan selamat dengan teman, rekan atau kolega kita, yang merayakannya.

Ada beberapa tradisi unik dalam perayaan Imlek masyarakat Tionghoa, rangkaian perayaan Imlek ini dimulai seminggu sebelumnya dan diakhiri dengan acara Cap Go Meh. Seminggu sebelum Tahun Baru Imlek, tepatnya pada tengah malam menjelang tanggal 24 bulan 12 Imlek, rangkaian perayaan dimulai dengan sembahyangan Tahun Baru Imlek. Sembahyangan ini merupakan prosesi mengantar Dewa Dapur untuk kembali ke Istana Giok dari Kekaisaran Langit, untuk melaporkan segala tingkah laku manusia penghuni rumah itu selama satu tahun penuh, atau sebagai ‘annual report’ masing-masing keluarga kepada Kaisar Langit.

Sehari sebelum perayaan tahun baru, tepatnya tanggal 30 bulan 12 Imlek, kembali diadakan upacara sembahyangan yang dikenal sebagai upacara Sembahyang Tutup Tahun, sebagai ungkapan rasa bakti untuk menghormati dan memuliakan leluhur. Malam tanggal 30 ini disebut sebagai malam perayaan tahun baru, perayaan biasanya dilakukan semalam suntuk bahkan sampai pagi. Saat malam pergantian tahun ini, ada tradisi menyalakan petasan dan kembang api, dimana suara keras yang ditimbulkan dipercaya dapat mengusir Nian. Nian merupakan mahluk jahat dalam mitologi China, yang mempunyai kebiasaan memakan manusia.

a1

Saat tanggal 1 bulan 1 Imlek tiba, seluruh anggota keluarga bangun pagi, mandi dan mengenakan pakaian baru, kemudian melakukan sembahyang kepada para leluhur mereka. Setelah itu, dilanjutkan dengan tradisi melakukan ‘bai nian’, yaitu mengucapkan selamat tahun baru, dimana ucapan itu diucapkan kepada yang lebih tua terlebih dahulu, dan berjenjang diucapkan kepada yang paling muda. Dalam tradisi ini juga ada pemberian Angpau, yang ditujukan kepada orang yang lebih muda atau yang belum menikah, kemudian akan diikuti dengan kunjungan ke rumah-rumah saudara, dengan suguhan makanan, kue atau camilan khas.

Di hari kelima, diadakan sembahyang lagi untuk menyambut turunnya Dewa Dapur dan Dewa Kekayaan, yang dipercaya saat itulah rejeki dan berkah dari Sang Kaisar Langit akan tercurah untuk umat manusia. Pada hari kesembilan dilaksanakan ‘sembahyang tebu’ untuk menghormati Tuhan Yang Esa atau Maha Besar. Tebu melambangkan banyak hal, manis, simbol keberuntungan, kemakmuran, dan sebagainya. Bentuknya yang berbuku-buku memiliki filosofi, untuk meraih kesuksesan, manusia harus melalui jenjang kehidupan. Kegiatan Cap Go Meh menutup semua rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada hari kelima belas.

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan, mulai dari kue keranjang, lampion, sampai dengan pertunjukan barongsai, selalu mewarnai semarak perayaan tradisi imlek setiap tahunnya. Tahun Baru Imlek kali ini merupakan Tahun Ular Air, menurut beberapa ahli Feng Shui, ular air seringkali dihubungkan dengan pembaruan dan perubahan. Kedua faktor tersebut merupakan titik penting sebuah proses kemajuan, namun seringkali menimbulkan persoalan dalam prosesnya, apalagi jika pembaruan dan perubahan tidak diiringi dengan persiapan dan kemauan.