Ragam Kuliner Kota Gaplek

0

a1Rasa pedas dari nasi Geghog, diyakini warga bisa menghilangkan rasa pusing di kepala, serta hidung yang tersumbat akibat influenza, menjadi plong.

Trenggalek merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur, yang ada di pesisir pantai selatan. Kabupaten ini mempunyai banyak objek wisata alam yang asri, seperti goa, pantai dan pegunungan. Salah satu objek wisata yang banyak dikenal wisatawan lokal dan mancanegara adalah Goa Lowo, merupakan goa terbesar dan terpanjang di Asia Tenggara. Selain objek wisata alamnya, Trenggalek juga menawarkan beragam objek wisata kuliner yang sangat menarik, bagi Anda pecinta dan penikmat wisata kuliner. Nasi Tiwul, Nasi Geghog, Ayam Lodho, Manco, Alen-alen, Keripik Tempe serta Sale Pisang, adalah makanan khas Trenggalek.

Gaplek identik dengan Trenggalek, karena gaplek sendiri merupakan makanan pokok selain beras yang dikonsumsi masyarakat di kabupaten ini, sebagai makanan khas. Trenggalek sendiri sering disebut sebagai Kota Gaplek, banyak makanan berbahan dasar gaplek yang dikonsumsi oleh masyarakat Trenggalek, salah satunya adalah Nasi Tiwul. Nasi Tiwul adalah nasi yang berasal dari ketela yang sudah dikeringkan dan dihaluskan, kemudian dikukus. Seiring perkembangannya, banyak masyarakat yang membuat varian nasi tiwul goreng. Anda bisa menjumpainya di beberapa warung yang ada di pusat kota Trenggalek.

Nasi Geghog merupakan nasi yang dibungkus daun pisang, dengan racikan bumbu yang pedas dan ikan teri didalamnya. Geghog sudah menjadi menu sehari-hari masyarakat Trenggalek, tidak sulit untuk mendapatkan kuliner ini, penjual nasi Geghog yang terkenal berada di Desa Srabah, Kecamatan Bendungan. Selain menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya, kolaborasi teri dan bumbu nasi yang pedas, merupakan citarasa khas dari nasi Geghog ini. Rasa pedas dari nasi Geghog, diyakini warga bisa menghilangkan rasa pusing di kepala, serta hidung yang tersumbat akibat influenza, menjadi plong.

Ayam Lodho adalah ayam kampung muda yang dimasak dengan bumbu pedas, dengan campuran santan dan kaldu ayam kampung yang gurih. Sebelum dimasak dan dicampur dengan bumbu-bumbunya, terlebih dahulu ayam kampung ini diasap atau dibakar. Citarasa ayam lodho terletak pada kuah santan yang kental, gurih, lezat, aroma cabe yang pedas serta ayam bakar yang wangi. Ayam lodho ini biasa disajikan dengan nasi putih hangat dan urap sayur, bagi Anda pecinta ayam bakar menu ini layak dicoba. Ayam lodho yang terkenal adalah Ayam Lodho Pak Yusuf, berada di desa Kedung Lurah, Kecamatan Pogalan.

Salah satu jajanan tradisional Trenggalek yang masih bertahan sampai saat ini yaitu Manco. Manco merupakan jajanan khas yang terbuat dari tepung beras, di bentuk seperti tabung kecil dengan rongga ditengahnya. Manco sendiri ada dua varian, yaitu manco wijen dan manco ketan, manco wijen dilapisi taburan wijen, sedangkan manco ketan dilapisi beras atau ketan yang dimekarkan, dengan warna merah dan putih. Jajanan ini rasanya manis dan renyah, hampir disetiap desa memproduksi jajanan ini, jadi Anda tidak akan terlalu sulit mendapatkannya. Bagi masyarakat setempat jajan ini selalu dijadikan cinderamata saat ada hajatan.

Alen-alen juga merupakan jajanan khas kota Gaplek, yang terbuat dari tepung tapioka. Nama alen-alen sendiri diambil dari kata ali-ali atau cincin, mungkin karena bentuknya yang kecil melingkar menyerupai cincin. Alen-alen mempunyai rasa yang gurih dan renyah, dahulu jajanan ini hanya memiliki rasa bawang, seiring perkembangannya alen-alen memiiki varian rasa yang beraneka ragam. Tidak hanya Manco dan Alen-alen, Trenggalek juga terkenal dengan keripikĀ  tempe dan sale pisangnya. Produksi keripik tempe dan sale pisang kabupaten ini, sangat terkenal hingga berbagai kota-kota besar yang ada di Indonesia.