Eksotika Seni Melukis Tubuh

0

a1Seni lukis adalah bagian dari seni rupa, seni lukis sendiri merupakan seni menyusun pigmen di atas bidang atau media, seperti kertas, kanvas, kayu, tembok dan lain sebagainya, untuk menghasilkan efek-efek representasi objek atau pemandangan, baik melalui alam atau imajinasi, komposisi tekstur, garis, raut dan warna, serta bentuk dengan makna simbolik dan kecenderungan abstrak melalui alam atau pengalaman manusia. Seni melukis tubuh menjadi tren gaya hidup bagi sebagian kalangan masyarakat, baik itu dengan hasil karya yang permanen atau temporer. Bagi Anda yang belum mengenal seni ini, mungkin akan merasa asing.

Seni melukis tubuh ini sebenarnya sudah ada sejak awal peradaban manusia, mereka menggunakan tanah liat serta pigmen alami, sebagai pewarna untuk lukisannya. Melukis tubuh juga merupakan kebiasaan atau budaya bagi sebagian besar peradaban-peradaban kuno yang tersebar diseluruh dunia. Mereka melakukannya untuk kepentingan upacara atau adat istiadat tertentu, hal ini bisa kita temui beberapa diantaranya pada penduduk yang bermukim di Australia, Afrika, Timur Tengah, bahkan di Indonesia. Salah satu body painting tradisional yang masih bertahan di tengah-tengah masyarakat kita yaitu penggunaan daun pacar (henna), untuk melukis tubuh yang dikenal dengan mehndi.

Melukis tubuh atau yang tren dikenal dengan istilah ‘Body Painting’ merupakan salah satu bentuk dari seni lukis, dengan menggunakan tubuh atau kulit manusia sebagai medianya. Berbeda dengan tato, dimana hasil lukisan bisa dibuat secara permanen, dalam body painting ini hasil lukisan umumnya hanya untuk durasi yang temporer, beberapa jam atau beberapa hari saja. Dalam body painting, alat yang digunakan untuk melukis tidak menggunakan jarum, seperti ketika membuat tato pada umumnya, tapi alat yang digunakan hampir sama dengan alat yang digunakan melukis di atas kanvas, bahkan ada juga yang menggunakan airbrush.

Pewarna atau cat yang digunakan untuk melukis dalam body painting ini tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama, karena sifatnya tidak permanen. Selain menggunakan pewarna alami, dalam dunia body painting modern pewarna yang digunakan adalah pewarna atau cat khusus. Menurut beberapa pakar spesialis kulit zat pewarna biasa dapat menjadikan kulit rusak, karena dalam kulit sendiri terdiri dari sel-sel aktif. Selain bahan pewarna, kuas atau air brush yang dipakai haruslah steril, karena bisa saja merusak kulit, menimbulkan penyakit atau kanker. Oleh karena itu Anda harus berhati-hati, dan memperhatikan faktor kesehatan kulit tubuh.

Melukis pada tubuh seseorang butuh ketelitian dan kesabaran, serta kondisi psikologi yang prima. Saat menggoreskan cat ke tubuh objek, kondisi psikologis dan mood pelukis akan terlihat dalam bentuk garis dan gambar. Biasanya ada garis yang lurus, bengkok, patah-patah, lingkaran, kotak ataupun ekspresi bebas, terserah pada pelukisnya. Hal tersebut akan memengaruhi psikologi seseorang pelukis body painting, dan inilah yang membuat body painting lebih menarik jika dibandingkan melukis di media lainnya seperti kertas, kanvas, tembok dan lain sebagainya. Tubuh sebagai media berekspresi, dalam bingkai etika dan estetika.

Selain sebagai seni, body painting juga sebagai media berekspresi dalam dunia hiburan dan gaya hidup seseorang. Sering kita melihat dunia hiburan di berbagai media cetak atau alektronik yang menggunakan body painting, atau suporter-suporter sepak bola yang menggunakan body painting ini sebagai media berekspresi. Seiring perkembangan dunia body painting, sekarang banyak mereka yang menyediakan jasa-jasa pembuatan body painting, mulai yang diperuntukkan bagi sebagian tubuh atau seluruh tubuh. Anda boleh saja mencobanya, tapi harus memperhatikan nilai estetika, etika, dan kesehatan kulit, selain body painting sebagai media berkspresi.