Dibalik Kaca Kacamata

0

aWajah persegi cocok menggunakan bingkai yang berbentuk lonjong atau bulat, wajah lonjong cocok dengan bingkai persegi panjang, sedangkan wajah bulat disarankan untuk menggunakan bingkai bulat atau lonjong.

Mata merupakan salah satu panca indera yang berfungsi sebagai indera untuk melihat, dengannya kita dapat melihat isi dunia dan mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Tidak semua manusia memiliki mata yang sempurna untuk melihat, karena ada kelainan pada kondisi matanya. Oleh karena itu dengan pengetahuan yang dimiliki, manusia menciptakan alat bantu berupa kacamata untuk memaksimalkan fungsi matanya. Kacamata adalah alat yang dapat membantu agar dapat melihat dengan jelas, selain itu kacamata juga memiliki fungsi untuk menghindari kontak mata langsung dari paparan sinar matahari, angin, debu, dan benda-benda lainnya yang berbahaya.

Awalnya, kacamata hanya berupa kaca pembesar yang digunakan sebagai alat bantu untuk melihat dengan jelas. Pada abad Ke-12 kacamata mulai dipasang pada sebuah bingkai, dan masih belum memiliki tangkai seperti kacamata modern saat ini. Sambungan yang diletakkan di hidung harus dipegang terus-menerus agar tidak lepas atau jatuh. Kacamata pun terus diperbaiki bentuknya hingga akhirnya ditemukan bentuk kacamata yang lazim kita lihat saat ini. Seiring perkembangannya, kacamata berkembang menjadi beberapa jenis dan fungsi yang berbeda, seperti kacamata korektif, kacamata pelindung, kacamata hitam, kacamata 3 dimensi, dan kacamata baca.

Kacamata Korektif berfungsi membantu mereka yang penglihatannya tidak jelas karena memiliki permasalahan pada retina matanya, sehingga bisa kembali melihat dengan jelas ketika menggunakan kacamata ini. Kacamata korektif dibagi menjadi 4 macam, yaitu Kacamata Miopia, Kacamata Hipermetropia, Kacamata Silindris, dan Kacamata Bifocal. Kacamata Miopia atau Kacamata Minus membantu penglihatan orang-orang yang tidak dapat melihat objek berjarak jauh letaknya dengan jelas. Kacamata Hipermetropia atau Kacamata Plus membantu penglihatan orang-orang-orang yang tidak dapat melihat objek berjarak dekat letaknya dengan jelas.

Kacamata silindris, untuk membantu penglihatan orang-orang dengan astigmatisma, orang dengan astigmatisma tidak dapat membedakan garis tegak lurus dengan garis yang agak bengkok. Kacamata Bifocal, untuk membantu penglihatan orang-orang dengan presbiopia, keadaan di mana seseorang sulit melihat objek jarak dekat karena faktor usia, biasanya di atas 40 tahun. Seiring perkembangan teknologi, sebagian besar kacamata korektif tidak lagi menggunakan lensa kaca, melainkan lensa plastik. Plastik dianggap lebih efisien karena tak rentan patah dan bobotnya lebih ringan dari kaca, beberapa jenis lensa plastik bahkan membantu transmisi cahaya yang lebih baik.

Untuk melindungi mata dari benda-benda yang dapat mengakibatkan iritasi dan berbahaya, kita disarankan untuk menggunakan Kacamata Pelindung untuk kenyamanan dan keamanan mata. Kacamata Hitam membantu melindungi mata dari cahaya matahari tajam, termasuk dari sinar ultraviolet. Kacamata hitam memiliki banyak sekali ragam variasi dengan desain yang unik dan menarik, sehingga juga sering dijadikan aksesoris fesyen. Kacamata baca adalah kacamata yang memiliki 2 jenis lensa, presbiopia dan hiperopia, kacamata ini biasanya memiliki tingkat kejelasan tertentu, kesalahan pemilihan tingkat kejelasan membuat penggunanya tidak nyaman atau pusing.

Teknologi tampilan 3 dimensi pada gambar atau film memicu diciptakannya kacamata khusus untuk memberikan efek 3D pada orang yang melihatnya. Kacamata 3 dimensi ini berfungsi menciptakan ilusi visual kepada mata, sehingga gambar atau film terlihat benar-benar hidup. Wajah persegi cocok menggunakan bingkai yang berbentuk lonjong atau bulat, wajah lonjong cocok dengan bingkai persegi panjang, sedangkan wajah bulat disarankan untuk menggunakan bingkai bulat atau lonjong. Pastikan mata Anda aman dan nyaman dibalik kaca kacamata, pilihlah kacamata yang sesuai dengan jenis dan fungsinya saat Anda mulai melakukan aktivitas.