Cegah Hedonisme dengan Pola Hidup Sederhana

0

Waspadalah !!!!

Gaya hidup hedonisme saat ini mulai mewabah pada anak dan remaja. Kekhawatiran ini mulai terlihat dari banyaknya anak dan remaja yang mulai mengutamakan tampilan materi daripada moral dan etika. Uang dan materi sudah menjadi alat ukur kepuasan dan kesuksesan. Akibatnya, mereka rela melakukan apapun untuk mendapatkan uang dan materi.

Di Jakarta, ada kasus anak yang rela membunuh orangtuanya hanya karena tidak dibelikan sepeda motor. Di Bogor, ada anak yang bunuh diri hanya karena tidak dibelikan handphone Android. Banyak dari mereka berasal dari kalangan ekonomi menengah atau bawah yang tidak mampu memenuhi keinginan tersebut dalam waktu singkat.

Hedonisme sendiri merupakan pandangan yang menjadikan kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Akibatnya, cara berfikir mereka berubah menjadi bagaimana mempunyai harta yang banyak agar bisa bisa bahagia. Gaya hidup seperti ini dipandang bebas dan berani.

Ketika orang menjadi hedon, ada nilai-nilai luhur kemanusiaan yang luntur dan hilang. Orang seperti ini, kepekaan sosialnya akan luntur karena ketika berinteraksi secara sosial yang diperhitungkan adalah untung dan rugi. Mereka menjadi sangat tidak peduli. Akibatnya, ketika ada orang yang membutuhkan bantuan, mereka enggan menolong karena tidak mau rugi.

Ada 4 hal yang menjadi tanda-tanda hedonism, yaitu ;

  1. Lebih suka kegiatan bersenang-senang.

Orang yang memiliki sifat seperti ini ada kecenderungan daya juangnya tipis. Inginnya semua serba enak dan mudah. Jika membutuhkan perjuangan sedikit saja, langsung mereka tinggalkan.

  1. Senang foya-foya

Berapapun uang yang diberikan, maka akan habis dibelanjakan demi kepuasan dan nafsu semata-mata.

  1. Sangat senang dengan hiburan

Kegiatan sehari-harinya hanya nonton, gadget, game dan hiburan lainnya. Sedangkan waktu untuk beribadah, belajar dan bersosialisasi mulai diabaikan. Mereka lebih suka mengisi waktu dengan kegiatan yang tidak berguna.

  1. Suka dengan barang branded

Ini yang paling bahaya. Seorang hedon biasanya di’perbudak’ oleh branded alias barang ber-merek. Awalnya mereka hanya ikut-ikutan, namun lama kelamaan muncul keinginan untuk mengoleksi. Mereka tidak peduli dengan harga, tapi yang diutamakan hanya gengsi.

Cara mengatasi Hedonisme :

  1. Menanamkan pola hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari
  2. Dalam memilih barang sebaiknya tentukan skala prioritas sehingga bisa membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana keinginan
  3. Perlunya kedewasaan dalam berpikir agar tidak terjebak dalam budaya konsumerisme
  4. Sadarilah bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan oranglain. Hedonisme hanya akan membuat seseorang menjadi egois dan memikirkan diri sendiri. Buang jauh karakter tersebut dan cobalah untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi
SHARE
Previous articleAditya Hayu Wicaksono
Next articlePulau Lengkuas