Lebaran Online Tak Kurangi Minat Mudik

hal-01-front-coverPerkembangan teknologi memberikan kemudahan tersendiri bagi manusia, termasuk dengan memanfaatkannya sebagai media komunikasi melalui situs pertemanan seperti Facebook, Twitter, Tagged, Friendster, Mig33, Myspace, Sharedtalk, ataupun Skype. Melalui media seperti ni, seseorang dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain dimana saja dan kapan saja.
Media komunikasi tersebut dapat digunakan untuk mengirim pesan, memberi kabar, saling menyapa dan menyampaikan permohonan maaf (baik sebatas tulisan, atau bahkan bercakap-cakap tatap muka secara online) dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran online.
Menurut Prof Dr Nur Syam Msi, Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya bahwa dengan perkembangan teknologi manusia dimanjakan salah satunya dengan kemudahan berkomunikasi seperti melalui Facebook, Twitter dan sebagainya. Namun media komunikasi semacam itu masih bisa dinikmati hanya oleh sebagian orang saja. Oleh karena itu, media komunikasi lewat face to face relationship (bertatap muka) secara langsung masih tetap diperlukan sampai saat ini. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya orang antri tiket kereta api, tiket pesawat dan lainnya. Keinginan untuk mudik Lebaran ke daerah masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan indikasi, bahwa di era teknologi komunikasi yang semacam ini, orang masih butuh dan masih ada kerinduan untuk melakukan komunikasi tatap muka.
Lebih lanjut Nur Syam menambahkan, bahwa Medium komunikasi semacam ini tidak cukup untuk mengobati kerinduan seseorang untuk bertemu langsung dengan sanak kerabat, saudara, dan teman terutama di waktu Hari Raya Idul Fitri.
Komunikasi melalui internet masih belum cukup dijadikan sebagai sarana untuk melakukan komunikasi secara substantive. Secara formal mungkin sudah tetapi belum seecara substantive. Sehingga meskipun orang sudah saling berkirim email, memberikan comment, memyampaikan permintaan maaf dan sebagainya, Namun mereka masih tetap membutuhkan mudik untuk bertemu dengan sanak kerabat.
Medium komunikasi seperti ini menjadi penting ketika memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk bisa kopi darat. Tetapi selama masih ada kemungkinan untuk kopi darat, maka orang akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa melakukan temu muka.
Bagaimana Hukumnya?
Mengenai hukum menggunakan media komunikasi online seperti diatas, Nur Syam menjelaskan bahwa hukumnya mubah (boleh), sebab hal semacam itu merupakan medium komunikasi yang artinya tidak bisa dijatuhi halal atau haram. Karena tergantung kontennya dan tujuannya. Jika digunakan untuk tujuan yang positif seperti untuk sarana dakwah, meminta maaf dan hal-hal positif lainnya, maka akan bermakna positif begitu sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *