Komunitas GADAS (Games Developer Arek Suroboyo)

0

Kumpul-kumpul, Dapat Ilmu dan Dolar

Image negative tentang gamers (pecinta game) online berhasil ditepis para anggota Komunitas GADAS (Games Developer Arek Suroboyo). Bagaimana tidak, berkat kecintaan terhadap permainan online tersebut, mereka justru mendapat banyak uang dan relasi dari seluruh dunia.
Seperti diungkapkan Ramadhany Candra Arif Putra, coordinator GADAS. Pria yang akrab disapa Chandra ini mengaku saat sekolah dulu, dia juga sering dimarahi orangtua gara-gara suka main game. “Dulu era saya itu Playstation. Di rumah kerjaan saya lebih banyak duduk manis di depan TV sambil main PS. Kebetulan bapak saya juga suka main PS,” kisahnya kepada Iklan Pos, Sabtu (23/1). Meski sesama pecinta game, namun dia juga merasakan dimarahi orangtua gara-gara lebih memilih main PS daripada belajar atau mengerjakan PR.
Semua itu berubah sejak kuliah. Sarjana Teknik Elektro ITS ini mengaku beruntung karena bertemu dengan sesama pecinta game. Hingga akhirnya pada tahun 2009 ada seniornya yang mendirikan GADAS. Dengan bergabung di GADAS, dia jadi mengenal cara membuat game. “Ternyata membuat game itu lebih asyik daripada mainnya. Selain dapat uang, kreatifitas kita juga terasah,” tambahnya.
Asyiknya lagi, ternyata permintaan membuat game kebanyakan berasal dari luar negeri, sehingga penghasilan yang diterima dalam bentuk dolar Amerika. Tidak hanya itu, dengan bergabung di komunitas, dia jadi mengenal banyak pecinta dan pencipta game dari dalam dan luar negeri. “Iya, karena kami sering membuat event tingkat dunia. Seperti event akhir Januari ini,” tambah pria kelahiran 16 Februari 1994 ini.
GADAS sendiri mulai aktif memperkenalkan diri pada tahun 2013, tepatnya ketika booming android dan tablet. Saat itu banyak pengguna android yang mencari berbagai aplikasi game untuk ponsel pintarnya. Saat itulah, muncul ide dari anggota GADAS untuk membuat aneka game. Gayung bersambut, ternyata game buatan mereka banyak peminat.
Hingga saat ini anggota GADAS sudah mencapai 200 anggota. Sesuai dengan namanya, GADAS memang diperuntukkan bagi pembuat game dari Surabaya. Sedangkan dari daerah lain juga ada komunitas developer game tapi dengan nama berbeda. Biasanya kalau ada event, setiap anggota dari berbagai daerah dan Negara berkumpul.
Keanggotaan GADAS tidak hanya mereka yang berpengalaman membuat game, tapi juga pemula. Bahkan banyak juga yang awalnya hanya pecinta game lantas bergabung agar bisa membuat game. “Tidak semua orang bisa membuat game. Hanya mereka yang punya passion saja yang bisa. Karena membuat game itu nggak bisa instan, butuh waktu dan proses. Kalau mereka bergabung hanya untuk cari duit, nggak akan bertahan lama. Tapi kalau sudah passion-nya pasti mereka bisa bertahan dan berkembang,” paparnya. (noe)