Komunitas Couchsurfing, Ajak Anggota untuk Traveling Murah dan Seru

0

Traveling atau bepergian ternyata tidak harus mengeluarkan banyak biaya. Cukup dengan memiliki relasi atau teman, maka perjalanan wisata akan terasa lebih seru dan tentunya lebih hemat. Kesan inilah yang dirasakan anggota komunitas Couchsurfing Surabaya, salah satu komunitas bagi pecinta traveling, khususnya di Surabaya.

Komunitas Couchsurfing sendiri terbentuk dari adanya aplikasi travel app bernama Couchsurfing. Aplikasi ini membantu para traveler dalam mencari tempat hunian yang murah bahkan gratis, caranya yaitu dengan ‘menumpang’ di rumah sesama anggota Couchsurfing. Dengan mengunduh aplikasi tersebut secara gratis, kita akan mengetahui siapa saja anggota Couchsurfing yang ada di kota atau negara yang dituju.

Ada beberapa istilah yang biasa digunakan dalam Couchsurfing, yaitu host dan guest. Host adalah orang yang memberikan penginapan, sedangkan guest adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di tempat tuan rumah tersebut.

Uniknya, terkadang antara host dan guest belum saling kenal dan belum pernah bertemu. Mereka hanya berkomunikasi secara online. Sehingga saat bertemu itulah mereka bisa berkenalan dan membina relasi. Hal terburuk adalah jika ternyata host atau guest tersebut memiliki kelainan kepribadian atau kebiasaan jelek. Seperti dialami salah satu anggota Couchsurfing Surabaya, Roro Saraswati. Ketika berkunjung di salah satu negara di Eropa, dia ternyata bertemu dengan host yang termasuk LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dia memutuskan untuk pergi dan mencari host yang lain.

Selain mendapat tumpangan rumah gratis, anggota Couchsurfing juga bisa membuat public trip, artinya guest bisa mengajak orang lain untuk bepergian bersama mereka, sehingga tidak perlu takut untuk tersesat. Rasa kebersamaan dan persaudaraan yang dirasakan setiap anggota menjadikan mereka bisa cepat akrab meskipun baru pertama kali bertemu. Bahkan keakraban ini tidak hanya dirasakan saat pertemuan couchsurfing, karena tidak sedikit juga yang berlanjut dalam hubungan bisnis atau relationship yang lain.

Hal ini bisa terjadi karena ternyata anggota Couchsurfing berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari penulis atau bloger, pebisnis, mahasiswa, atau bahkan pegawai swasta. “Selama bergabung dalam Couchsurfing, banyak hal positifnya. Mulai dari banyak mendapat teman baru sampai mengenal kebudayaan dari negara lain,” kata Christina, anggota Couchsurfing kepada Iklan Pos.

Setiap bulan mereka mengadakan pertemuan rutin sesama anggota. Namun jika ada anggota yang berasal dari luar negeri dan berkunjung ke Surabaya, mereka tak segan untuk meluangkan waktu dan saling mengenal satu sama lain. Couchsurfing sendiri tidak hanya ada di Surabaya, tapi juga seluruh negara di dunia. Jadi, peluang untuk mendapatkan banyak relasi dan bepergian di keluar negeri makin terbuka lebar. (noe)